Gereja yang Sempurna

Gereja yang Sempurna

Belum lama ini saya membaca seorang pendeta di FaceBook berkata begini: “Tidak ada gereja yang sempurna. Kalau ada gereja yang sempurna lalu kita bergabung dengan gereja tersebut bukankah gereja tersebut menjadi tidak sempurna?” Ungkapan begini sebenarnya sudah lama sering saya dengar tapi pada kali itu saat saya membaca ungkapan ini hati saya menolak ungkapan ini. Akhirnya saya merenungkan ungkapan tersebut.

Setelah membandingkan ajaran Firman dengan ungkapan tersebut saya akhirnya menyadari bahwa ungkapan tersebut adalah ungkapan hasil pemikiran manusia semata-mata dan bertentangan total dengan Firman Tuhan.

Dalam hukum Taurat orang yang sakit kusta adalah najis (Imamat 13:3). Orang yang bersentuhan dengan sesuatu yang najis maka dia menjadi najis juga. (Imamat 5:2) Cara berpikir macam inilah yang dipakai dalam ungkapan diatas. Kalau orang tidak sempurna bersentuhan dengan sesuatu yang sempurna maka yang sempurna itu akan menjadi tidak sempurna. Nah bukankah cara berpikir ini sesuai dengan Firman? Betul. Sesuai dengan Firman kalau kamu hidup sebagai orang Yahudi dibawah kuk Hukum Taurat. Tapi tidak sesuai dengan Firman kalau kamu mengenal dan percaya pada Yesus Kristus serta hidup dibawah kasih karunia Perjanjian Baru.

Mat 8:2-3
(2)  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
(3)  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Pada saat Yesus menjamah seorang yang sakit kusta maka yang terjadi bukanlah Yesus menjadi najis karena orang kusta tersebut najis melainkan orang kusta tersebut sembuh sehingga menjadi tahir. Paulus berulang-ulang dalam surat-suratnya menyatakan bahwa Gereja adalah Tubuh Kristus (Efesus 1:23, 1 Korintus 12:27, Kolose 1:18). Jika Tubuh Kristus bersentuhan dengan orang berdosa yang tidak sempurna maka yang terjadi bukanlah Tubuh Kristus menjadi tidak sempurna. Yang terjadi adalah orang berdosa yang tidak sempurna mengalami anugrah Kristus sehingga mengalami penyucian dan penyempurnaan.

Kalau Gereja yang Sempurna yaitu Tubuh Kristus dimasuki saya yang tidak sempurna maka yang terjadi adalah saya yang mengalami penyempurnaan. Memang saya tidak langsung menjadi sempurna akan tetapi Tubuh Kristus tidak akan menjadi tidak sempurna karena masuknya saya. Saya yang dipengaruhi oleh Tubuh Kristus dan bukan saya yang mempengaruhi Tubuh Kristus. Itulah yang diajarkan oleh Firman. Karena itulah Tubuh Kristus diumpamakan oleh Tuhan Yesus sebagai terang dan garam. Saya lebih percaya pada perkataan Tuhan Yesus dan rasul Paulus dibandingkan ungkapan hasil pemikiran manusia. Lain kali sebelum anda menggunakan ungkapan yang populer ada baiknya anda merenung dulu. Apakah ungkapan anda itu sejalan dengan Firman atau sekedar ungkapan hasil pemikiran manusia.

1 thought on “Gereja yang Sempurna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s