Rusli

Pamanku Rusli sakit kanker. Oleh bibi-bibiku Monah pembantuku
diminta mencarikan kontrakan dekat dengan kontrakanku. Tanggal 1 Agustus
pamanku ditaruh di kontrakan dekat rumahku.

Aku sendiri tidak bisa pergi dan melihat langsung kondisi pamanku. Menurut Monah penyakitnya sudah parah. Kakinya bengkak besar dan dia sudah tidak bisa berjalan. Kaki pamanku meneteskan nanah dan darah dan berbau busuk. Bibi-bibiku meminta Monah membantu pamanku. Karena Monah orang baik dan lugu maka Monah mengiyakan saja permintaan bibi-bibiku.

Seiring dengan berjalannya waktu ini menimbulkan masalah buatku.
Monah digaji olehku untuk memelihara aku. Imbalanku ke Monah juga bukan hanya gaji. Jadi sewajarnya bibi-bibiku memberikan gaji tambahan untuk merawat
pamanku. Faktanya mereka cuma memberikan gaji tambahan sebesar Rp.100.000,–  setelah Monah merawat pamanku selama 10 hari. Setelah diprotes barulah mereka memberikan tambahan gaji Rp.100.000,– lagi. Karena muak akan sikap bibi-bibiku maka aku naikkan gaji Monah Rp.400.000,– dan bilang ke Monah supaya jangan mengharapkan dari mereka lagi.

Biaya yang aku keluarkan untuk pamanku bukan cuma gaji Monah. Aku juga membeli obat herbal 3s: sarang semut, sambiloto dan daun sirsak lewat blibli.com. Monah juga memakai persediaan sarung tangan punyaku untuk menangani pembuangan tahi, kencing dan sampah pamanku.

Selama di taruh di kontrakan itu beberapa kali kondisi pamanku kritis
dan sesudah dokter dipanggil bibiku maka dokter mendiagnosa kesadaran
pamanku sudah menurun dan harus segera masuk rumah sakit. Tapi entah bagaimana pamanku dikembalikan lagi ke kontrakan dekatku.

Sesudah itu beberapa kali bibiku mendoakan dengan minyak urapan bahkan
mendatangkan pendeta untuk mendoakan. Tapi semuanya tidak membuat kondisi
pamanku membaik.

Sekarang Monah disuruh memanggilkan dokter buat pamanku. Monah tidak mau
memanggilkan dokter tanpa ada bibiku yang hadir untuk bertanggung jawab
atas pamanku.

Hari ini Monah terpaksa panggil dokter tanpa ada bibiku yang hadir karena
mereka tidak bisa dihubungi Monah.

Ada saran apa yang harus aku lakukan? Tapi tolong sebelum
memberikan saran kalian berpikir lebih dahulu. Saran yang asal bunyi akan
saya hapus.

Sesawi Parking Management Application

I have published a new application for parking management. I named this application Sesawi. This application consist of four Java programs:

  1. Sesawi setup: setup sesawi initial database and configuration in application server. https://github.com/sfranklyn/sesawi-setup
  2. Sesawi api: interface definition between client and application server. https://github.com/sfranklyn/sesawi-api
  3. Sesawi: parking management web application. https://github.com/sfranklyn/sesawi
  4. Sesawi client: parking management desktop application. https://github.com/sfranklyn/sesawi-client

This is one of the most complex application I have developed. Application business logic is mostly on the web but we need desktop application to do printing and interface with devices.

Bukan Untuk Menjajah Namun Menjadi Rakyatnya

Bengcu Menggugat

John-LieHandai taulanku orang Tionghoa Indonesia sekalian, nenek moyang kita datang ke negeri ini bukan untuk jalan-jalan namun menetap. Itu sebabnya sekali menginjak negeri ini mereka tidak kambali lagi ke kampungnya. Mereka tidak datang untuk belanja namun mencari kehidupan yang lebih baik. Begitu mendarat mereka segera bekerja. Begitu uang didapat mereka segera membangun rumah. Ketika uangnya cukup mereka pun membeli tanah.

View original post 1,554 more words

Wanita Cantik

1. Ada Tertulis

Seperti anting-anting emas di jungur babi,
demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
Terjemahan Baru
— Amsal 11:22
Seperti cincin emas di moncong babi,
demikianlah wanita yang cantik, tetapi mengesampingkan kebijaksanaan.
Terjemahan Literal
— Amsal 11:22
As a jewel of gold in a swine’s snout,
so is a fair woman which is without discretion.
King James Version
— Amsal 11:22
As an ornament in a swine’s snout, 
so is beauty to an ill-minded woman.
Apostle Bible
— Amsal 11:22
A golden ring in a swine’s snout, a woman fair and foolish.
Douay Rheims Bible Challoner Revision
— Amsal 11:22

2. Kebodohanku

Dahulu karena aku cuma baca Alkitab Terjemahan Baru dari LAI dan diindoktrinasi oleh para pendeta maka aku adalah seorang yang sangat bodoh. Setiap kali membaca Amsal 11:22 maka pemahamanku wanita yang dimaksud Amsal adalah wanita tuna susila alias pelacur.

Hari ini aku meluangkan waktu untuk membaca Alkitab lebih pelan dan membandingkan beberapa terjemahan serta melakukan analisa kata Ibrani ayat tersebut. Ternyata wanita yang dimaksudkan dengan ayat tersebut bukanlah wanita tuna susila.

3. Wanita cantik yang bodoh

Wanita cantik yang dimaksud di Amsal 11:22 adalah wanita cantik yang bodoh, tidak bijaksana, sembrono dan kurang ajar. Dengan kata lain wanita yang cantik tubuhnya tapi buruk pemikirannya. Inilah wanita yang harus dihindari oleh kaum pria.

Karena itu jangan terlalu terpikat dengan penampilan luar seorang wanita. Bergaulah dengan dia. Ajak dia bicara. Nilai pemikirannya dan perilakunya.

4. Wanita yang layak jadi istri

Kalau kalian pria berpacaran hanya untuk seks saya anjurkan kalian jangan pacaran. Lebih baik kalian masturbasi atau berhubungan seks dengan pelacur saja.

Mungkin ada yang menilai omongan saya ini ajaran sesat. Baiklah anggap saja ini ajaran sesat. Cuma harap omongan saya diingat lagi kalau kalian sudah terlanjur menikah dan masuk dalam neraka rumah tangga.

Kalian kaum pria harus berpacaran untuk menikah. Karena itu kalian harus mencari wanita yang layak menjadi istri. Wanita macam bagaimana yang layak menjadi istri?

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?
Ia lebih berharga dari pada permata.

Hati suaminya percaya kepadanya, 
suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

Ia berbuat baik kepada suaminya dan 
tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.

Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.

Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.

Ia bangun kalau masih malam, 
lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya,
dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.

Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, 
dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.

Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, 
ia menguatkan lengannya.

Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan,
pada malam hari pelitanya tidak padam.
Tangannya ditaruhnya pada jentera, 
jari-jarinya memegang pemintal.

Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas,
mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya,
karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

Ia membuat bagi dirinya permadani, 
lenan halus dan kain ungu pakaiannya.

Suaminya dikenal di pintu gerbang,
kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.

Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya,
ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.

Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, 
ia tertawa tentang hari depan.

Ia membuka mulutnya dengan hikmat,
pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.

Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya,
makanan kemalasan tidak dimakannya.

Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, 
pula suaminya memuji dia:

Banyak wanita telah berbuat baik, 
tetapi kau melebihi mereka semua.

Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia,
tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya,
biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

Terjemahan Baru
— Amsal 31:10-31