Akhirnya Dia Mengkhianati Teman Ahok

Bengcu Menggugat

Ahok Ahok

Sejak awal kita sudah tahu bahwa Teman Ahok bukan GERAKAN anti partai namun usaha menjamin Ahok jadi Gubernur 2017.  Cari dukungan masyarakat dan pakai jalur independen bila tidak ada partai yang mau mengusungnya.

View original post 310 more words

Advertisements

Dijamin Haram

Aku ingin memiliki Rumah Makan Haram. Semua masakan dan minuman yang dijual adalah haram. Daging yang dihidangkan dalam menu adalah daging anjing, babi, ayam, sapi, udang, cumi dan ikan. Lho? Bukankah ayam, sapi dan ikan daging yang halal? Betul. Tapi setiap masakan diolah dengan sedikit minyak babi jadi semua makanan dijamin haram. Bukan hanya haram masakannya juga harus lezat. Semua masakan menggunakan bahan terbaik dan diolah oleh koki yang terampil.

Minuman yang dijual semuanya mengandung alkohol: bir, tuak, arak, vodka, wiski, anggur dll. Mahal dong? Tentu tidak. Buat mereka yang mau minuman murah ada bir soda (bir 1 bagian dan soda 4 bagian), anggur cap orang tua soda (anggur cap orang tua 1 bagian dan soda 4 bagian), dll. Soda yang dimaksud adalah minuman bersoda macam Coca Cola, Fanta, Sprite, Pepsi, dll. Buat yang tidak suka soda ada campuran teh dan kopi: bir kopi, wiski kopi, vodka teh, dll. Harganya cukup terjangkau. Buat yang berkantung tebal maka ada bartender yang siap meramu cocktail yang nikmat.

Selagi pelanggan menunggu maka disediakan camilan haram khas RM Haram: yupo dan kecap manis. Yupo adalah lemak kering yang tersisa dari proses pengambilan minyak babi dari lemak babi. Karena semua makanan di RM Haram menggunakan minyak babi yang dibuat dari lemak babi maka dihasilkan banyak yupo. Yupo ini enak sekali kalau dicocol dengan kecap manis. Sepiring kecil pertama yupo adalah gratis sedangkan piring berikut bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Ayo. Saya ajak kalian membantu saya mewujudkan keinginan saya.

Tersesat di jalan yang benar

Tersesat di jalan yang benar.

Saya lahir di keluarga Kristen separuh. Mami saya orang percaya, pergi ke gereja, berbahasa roh dan berbuat baik ke orang lain itu adalah sifat alamiah dia. Nenek saya juga sama. Kakek saya tidak berbahasa roh tapi lainnya sama. Jadi dari sisi Mami saya keturunan Kristen banget. Papi saya bisa dibilang tidak peduli Tuhan. Papi saya pergi ke gereja, ikut sidhi dan dibaptis karena cinta sekali dengan Mami saya. Boleh dibilang cinta setengah mati. Nenek dan kakek Papi saya adalah penganut agama Tionghoa. Mereka sembahyang didepan meja abu dan mengikuti tradisi leluhur. Kenapa Papi saya bilang tidak peduli Tuhan? Karena Papi menunjukkan bahwa dia percaya cuma supaya bisa kawin sama Mami. Sesudah kawin beberapa tahun Papi tidak pernah lagi ke gereja. Papi cuma mencari duit dan bersenang-senang saja. Iman percaya Mami tetap mempengaruhi Papi. Papi pernah pergi ke dukun. Sesudah dimarahi sama Mami dia berhenti. Papi tidak pernah menyeleweng dengan wanita lain. Papi cuma sekali-kali mabuk. Papi kalau main judi juga cuma pasang taruhan kecil buat iseng. Papi tidak pernah kembali ke agama Tionghoa dan dia juga tidak pernah mengajarkan hal rohani apapun ke saya. Hal-hal rohani saya pelajari dari ibu saya. Ibu saya awalnya adalah penganut ajaran Reformed dan pergi ke Gereja Kristus Bogor sejak kecil. Tapi nenek masuk ke gerakan awal Pentakosta di Indonesia. Akhirnya Mami juga masuk ke aliran Pentakosta awal.

Bisa dibilang masa kecil saya dihabiskan di Gereja Kristus dan Gereja Sidang Jemaat Allah. Saya sudah membaca habis Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu sejak berumur 10 tahun. Beberapa tahun kemudian saya sudah baca Alkitab bolak balik 50 kali dan sejak itu saya tidak pernah menghitung lagi. Sejak di SMA saya yakin sepenuhnya akan panggilan Tuhan dan dibaptis selam. Saya berpikir saat itu saya musti melayani Tuhan. Karena itu saya menyiapkan diri. Saya membeli dan belajar bahan kursus Alkitab dari GBI. Saya belajar serius Alkitab. Saya membaca dan mempelajari Kamus Alkitab. Saya belajar Strong Concordance. Saya membeli Thompson Chain Reference Bible supaya saya bisa mempelajari suatu topik Alkitab dengan mendalam. Di universitas saya bertemu dengan seorang teman yang mengubah hidup saya: Tonggo Parulian Marpaung alias Uli. Dia membawa saya masuk aliran Karismatik yang ekstrim. Hampir tiap hari saya keliling menginjil ke rumah kost di sekitar kampus. Saya mengikuti persekutuan doa yang berlangsung 5-6 jam. Ada nubuatan dan penglihatan terjadi tiap persekutuan doa. Saya melakukan puasa sampai belasan hari. Saya berdoa pribadi dalam bahasa roh berjam-jam setiap hari. Di universitas saya pergi ke gereja Gosyen dan Bethany. Pada saat itu boleh di bilang saya aliran Karismatik ekstrim. Akhirnya saya mengadakan persekutuan doa di rumah dan ternyata berkembang. Jumlah pengunjung mencapai sekitar 70-an orang dan rumah sudah tidak muat. Pada saat itu saya berselisih dengan Uli karena cara dia menangani keuangan persekutuan doa tidak saya setujui. Akhirnya persekutuan doa bubar. Saya mulai sering bertengkar dengan para pemimpin persekutuan doa karena saya nilai banyak ajaran mereka tidak sesuai Alkitab. Di akhir kuliah boleh dibilang saya tidak ikut pelayanan lagi.

Sesudah lulus universitas dan bekerja bisa dibilang saya cuma jemaat biasa saja. Saya tidak ikut pelayanan manapun. Pelayanan di kampus mengajar saya sisi gelap pelayanan dan saya tidak mau pergi ke sisi itu lagi. Cukup sudah. Sesudah bekerja saya cuma belajar Alkitab dengan santai saja tapi saya mulai melihat bahwa banyak ajaran dalam aliran Karismatik dan Reformed yang cuma ajaran tradisi/pendeta dan bukan ajaran Alkitab. Saya lihat 99.99% orang disekitar saya cuma sekedar mengulang ajaran tradisi/pendeta. Mereka tidak pernah belajar Alkitab, merenungkan Alkitab dan menarik kesimpulan mereka sendiri. Mereka tidak pernah mengalami momen seperti waktu Petrus ditanya Yesus. Petrus dan murid-murid cuma bilang menurut orang Yesus adalah Nabi, Yesus adalah Rabi. Padahal bukan itu yang ingin diketahui Yesus. Yang ingin di ketahui Yesus adalah menurut mereka siapa itu Yesus.

Saat itu saya mulai jenuh dan muak mendengar apa yang diajarkan pendeta di atas mimbar. Mereka cuma menghibur jemaat dengan cerita lucu dan kesaksian saja. Mereka tidak benar-benar mengajarkan apa yang diajarkan Alkitab. Saat itu saya mulai malas ke gereja. Tadinya saya pergi ke Bethany akan tetapi karena ada GBI yang dekat rumah akhirnya saya lebih sering ke GBI Nafiri Allah. Saat itulah saya bertemu dengan situs SabdaSpace. Saya berkenalan dengan berbagai orang Kristen yang unik. Saya bertarung habis-habisan dengan Hai-hai Bengcu. Walaupun saya kadang-kadang tidak setuju dengan ajaran maupun cara penyampaian Hai-hai akan tetapi sebagian besar pemikiran Hai-hai adalah pemikiran yang lahir dari perenungan Alkitab dan bukan sekedar ajaran tradisi ataupun ajaran pendeta. Tidak semua ajaran Hai-hai itu benar. Tapi semua ajaran Hai-hai lahir dari perenungan dia sendiri bukan sekedar mengikut ajaran orang lain. Pada saat ini boleh dibilang saya tidak lagi percaya ajaran Reformed dan Karismatik. Saya mempunyai pemikiran dan kepercayaan saya sendiri yang lahir dari pengalaman hidup dan perenungan panjang saya mengenai Alkitab. Tiap orang percaya seharusnya mempunyai pendapat mereka sendiri mengenai siapa itu Yesus dan apa yang diajarkan Alkitab.

Saya sudah tersesat di jalan yang benar. Saya tersesat karena saya tidak tahu saya ada di aliran mana, gereja mana atau denominasi mana. Setahu saya tidak ada aliran, gereja atau denominasi yang menganut ajaran yang saya anut. Jadi saya ada di aliran saya sendiri dan saya sendiri tidak tahu apa nama aliran ini. Bwa ha ha ha. Tapi saya tahu saya ada di jalan yang benar. Saya bisa melihat punggung Yesus dan saya akan ikut kemanapun Dia pergi. Sampai akhir hayat saya.

Melawan Lupa: Kerusuhan Mei 1998

Melawan Lupa: Kerusuhan Mei 1998

12 Mei 1998. Saat itu aku baru pulang dari seminar Microsoft di hotel Shangrilla Jakarta bersama staffku. Saat itu aku sudah merasa ada yang tidak beres.Jalanan depan hotel macet. Akhirnya aku tidak jadi pulang ke kantor di Slipi dengan naik taksi bersama staffku. Kamu berjalan kaki sampai dekat gedung Landmark. Di situ kami berpisah dan naik bis. Staff ku yang satu tinggal di Jakarta dan dia naik bis lain. Aku naik bis bersama staff ku yang tinggal di Bogor. Saat itu aku juga tinggal di Bogor. Kami naik bis ke stasiun kereta Kota.

Dalam perjalanan pulang naik kereta aku melihat banyak asap mengepul di banyak bagian kota. Suasana kota Jakarta juga lenggang. Melihat suasana aku berkata pada staffku supaya besok dia tidak masuk kerja. Lalu aku telpon staffku yang tinggal di Jakarta supaya dia juga libur besok harinya.

Keesokan harinya aku bangun siang dan menonton tivi. Ternyata benar dugaanku. Terjadi kerusuhan di Jakarta. Untunglah suasana kota Bogor sepi dan aman. Akupun menelepon kantor. Rekanku masuk kantor dan juga staffku yang tinggal di Jakarta. Mereka terjebak dan tidak bisa kemana-mana. Staffku baru bisa pulang keesokan harinya. Sedangkan rekanku berjaga-jaga di ruko kantor sampai kerusuhan reda. Akhirnya aku baru masuk kerja hari Senin 18 Mei 1998.

Kerusuhan Mei 1998. Kerusuhan ini memang telah lama berlalu tapi tetap tak akan dilupakan. Tak akan dilupakan karena mereka yang menjadi korban ataupun yang menjadi keluarga korban tidak akan melupakannya. Aku yang bukan korbanpun tidak akan melupakannya. Kerusuhan ini jelas adalah kerusuhan yang dipicu oleh pihak militer. Kaum sipil hanya terbawa arus. Kerusuhan ini bukan pembantaian suku Tionghoa oleh kaum pribumi. Kerusuhan ini pembantaian sekelompok kaum sipil oleh pihak militer. Sampai saat ini keadilan secara hukum belum ditegakkan pemerintah.

Setiap kali aku berjalan-jalan disekitar daerah Kota Tua aku masih bisa melihat saksi bisu kerusuhan ini. Bangunan-bangunan terbakar yang tidak ditinggali. Pemiliknya telah kabur meninggalkan negeri ini atau mati. Pemerintah yang seharusnya melindungi mereka malah membantai mereka. Aku selalu merasa sedih setiap kali melihat bangunan-bangunan terbakar itu.

Kalau memang korban tidak bisa mendapatkan keadilan maka paling tidak mereka harus diingat dan dikenang. Peristiwa kerusuhan Mei 1998 tidak boleh terulang lagi. Tulisan ini adalah usahaku untuk melawan lupa.

Kopdar yang Menyenangkan 27 Nov 2010

Kopdar yang Menyenangkan 27 Nov 2010

Kopdar Joli dan Erick 26 Nov 2010

Hari Jumat sekitar jam 2 siang aku dapat SMS dari Joli menanyakan apakah mau kopdar dengan dia dan Hai-hai. Aku kirim SMS balik mengiyakan dan menanyakan lokasi kopdar. Joli menjawab di Merlynn Park Hotel. Lokasi hotel ini ternyata sangat dekat dengan lokasi kantorku. Aku kirim SMS ke Joli supaya dia kasih tahu aku kalau dia sudah balik ke hotel baru nanti aku berangkat dari kantor soalnya perkiraanku paling sekitar 5-10 menit dari kantor.

Walaupun Joli belum SMS akan tetapi aku pulang kantor juga sekitar jam 7 soalnya aku pikir aku tunggu di hotel saja. Selagi aku berjalan mencari taksi Joli telepon ternyata dia sudah dekat hotel. Aku beritahu bahwa aku sudah menuju kesana. Ternyata jalanan macet karena siang tadi Jakarta di landa hujan. Akhirnya aku baru sampai di hotel setelah 15 menit perjalanan.

Setelah bertemu Joli. Maka kami berbincang-bincang. Joli mengutarakan kekhawatirannya terhadap ajaran Hai-hai. Bahkan dia bilang dia sudah menelepon Hai-hai dan bilang dia mendoakan Hai-hai supaya jangan sesat. Bwa ha ha ha. Lucu banget. Ternyata Hai-hai tidak jadi datang ke hotel.

Aku lalu diajak makan Joli di restoran hotel. Aku memesan nasi goreng spesial sedangkan Joli memesan sup tom yam. Sesudah berbincang-bincang maka Erick datang. Lalu kamipun berbincang-bincang mengenai beberapa blogger SS. Dari bincang-bincang itu aku menarik kesimpulan orang yang paling banyak tahu blogger SS secara offline adalah Joli. Erick bercerita mengenai pengalamannya menjadi relawan Festival Penulis dan Pembaca Kristen. Erick menunjukkan foto-foto menarik dari kunjungannya ke Gereja Sion.

Kopdar SabdaSpace 27 Nov 2010

Joli SMS dan bilang bahwa dia dan Erick akan datang ke rumahku. Dennis juga akan menjemputku di rumahku. Untuk menjamu mereka aku beli kwetiaw goreng seafood dari restoran Kwetiaw Sapi 78 Mangga Besar yang ada cabangnya dekat rumahku. Sekitar jam 12.30 Dennis datang lalu kami pun makan kwetiaw. Tidak berapa lama ada telepon dari Erick. Ternyata rombongan Joli, Erick dan Nobietea sedikit tersasar dan sudah sampai di jalan Mangga 4 padahal rumahku ada di jalan Mangga 1 Grenvil. Tidak berapa lama sesudah itu merekapun sampai di rumahku.

Ternyata Joli, Erick dan Nobietea masih kenyang karena di traktir makan Joli di hotel. Jadi akhirnya kamipun segera berangkat ke Museum Mandiri. Kopdar SabdaSpace kali ini memanfaatkan adanya event Festival Penulis dan Pembaca Kristen dimana Mas Wawan menjadi salah satu penyelenggaranya. Di tengah jalan aku melakukan sedikit wawancara dengan Nobietea soalnya aku agak prihatin sama dia soalnya lewat FaceBook aku tahu dia baru saja mengalami kecelakaan. Ternyata Nobietea sedang mengidap penyakit vertigo. Kecelakaan yang dialaminya disebabkan karena dia mengalami vertigo selagi mengendarai sepeda motor dan bukan karena menubruk atau ditubruk kendaraan lain. Aku berdoa supaya Nobietea bisa segera sembuh dan kalaupun tidak sembuh bisa hidup dengan cukup normal sekalipun memiliki penyakit vertigo.

Kami sampai di Museum Mandiri akan tetapi tidak mendapat tempat parkir. Akhirnya kami masuk dan parkir di gedung di sebelah Museum Mandiri. Tapi penjaga gedung itu tidak memperbolehkan pengunjung gedung lain parkir disitu. Akhirnya diputuskan Joli, Erick dan Nobietea masuk dulu sedangkan aku menemani Dennis mencari tempat parkir. Berhubung aku dan Dennis tidak menguasai jalan di daerah kota maka kami sedikit tersesat dan akhirnya berputar-putar 3 kali melewati Museum Mandiri dan tetap tidak dapat tempat parkir. Selagi bingung dan capai Erick telepon dan bilang acaranya tidak menarik dan minta dijemput. Maka kami pun menjemput mereka. Akhirnya diputuskan nongkrong dulu di Emporium Pluit untuk menunggu waktu kopdar tiba.

Kamipun nongkrong di Honeymoon Dessert di Emporium Pluit. Joli menghubungi Hai-hai yang ternyata sudah nongkrong di Museum Mandiri. Hai-hai pun ikut nongkrong bersama kami di sana. Kami makan yang manis-manis sambil ngobrol dengan seru. Sekitar jam 5.30 kamipun kembali ke Museum Mandiri. Berkat bimbingan Hai-hai kali ini kami bisa mendapat tempat parkir.

Sekitar jam 6 kami berjumpa dengan Mas Wawan. Mas Wawan memperkenalkan rekan-rekan penulisnya. Setelah menunggu sekitar 1 jam barulah Daniel muncul. Daniel muncul dengan pakaian rapi ternyata dia harus menghadiri resepsi pernikahan bersama dengan istrinya. Dari Daniel barulah diketahui ternyata Ferrywar yang sudah bilang akan datang malah pm (private message) ke Daniel bahwa dia tidak akan datang karena mau memisahkan kehidupan dunia nyata dan dunia maya. Bwa ha ha ha. Alasan yang sangat lucu dan dibuat-buat. Daniel memberi informasi Ferrywar tidak bisa datang karena ada acara lain. Ya sudah akhirnya kamipun memutuskan pergi makan malam. Usulanku makan malam di Hanamasa mendapat sedikit keberatan dari Joli akhirnya aku meminta nasihat Hai-hai. Akhirnya diputuskan makan di Damai (Hopeng).

Delapan orang yang makan di Damai adalah saya, Dennis, Hai-hai, Joli, Erick, Nobietea, Martha (rekan penulis Mas Wawan) dan Billyjoe. Makanan yang dipesan adalah  kwetiaw goreng, bubur ayam, bihun kari ayam, mie hokkian, bihun goreng, ayam rebus, bebek panggang, babi panggang dan babi merah. Yang makan paling banyak adalah saya dan Dennis karena kami memesan bihun kari ayam dan mie hokkian alias 2 menu. Yang makan paling sedikit adalah Joli. Sepertinya Joli masih kenyang soalnya di Honeymoon Dessert dia makan 2 jenis dessert. Erick langsung pulang soalnya dia harus bangun pagi untuk pelayanan di gerejanya.

Seusai makan kami mengantarkan Martha ke Museum Mandiri dan menjemput Mas Wawan disana. Kopdar dilanjutkan di Bagus Cafe di AryaDuta Suites Hotel. Seorang rekan Mas Wawan yaitu John Sum ikut bersama dengan kami ke Bagus Cafe. Kamipun berbincang-bincang dengan seru disana. Minuman yang dipesan adalah watermelon juice, bir heineken, bir bintang, black coffee, coffee latte dan coffee capucinno. Makanan ringan yang dipesan adalah risol dan kentang goreng. Kami berbincang-bincang seru sampai sekitar jam 12 malam. Hai-hai menyebarkan ajaran sesat 1000% nya. Ha ha ha. Aku pulang bersama Dennis,Billyjoel dan Nobietea. Sedangkan yang lainnya pulang diantar oleh Hai-hai. Kopdar yang menyenangkan.

Firman Tuhan, Iman dan Keselamatan

Firman Tuhan, Iman dan Keselamatan

Ada orang-orang bodoh dan goblok yang menghubungkan agama dengan keselamatan. Buat saya ini hal yang amat sangat menggelikan dan tolol sekali. Keselamatan tidak terkait dengan agama. Keselamatan itu terkait dengan iman dan iman terkait dengan Firman Tuhan. Bagaimanakah manusia bisa percaya kepada Tuhan? Manusia bisa percaya kepada Tuhan kalau dia mendengar Firman Tuhan. Apakah yang anda anggap sebagai Firman Tuhan? Itulah inti permasalahannya. Banyak kitab suci di dunia ini akan tetapi kitab yang menyatakan bahwa dirinya adalah Firman Tuhan tidak banyak. Pada dasarnya hanya ada dua kitab yang menyatakan dirinya sebagai Firman Tuhan: Alkitab dan Al-Quran. Saya tidak akan membahas Al-Quran karena saya tidak berminat mempelajarinya dan juga tidak pernah mempelajarinya. Saya pribadi berpendapat bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Jika seseorang sungguh-sungguh membaca dan mempelajari Alkitab maka pada akhirnya imannya akan tumbuh dan iman itulah anugrah Allah yang menyelamatkan manusia.

Saya dibesarkan dalam keluarga yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan dari sisi ibu. Ayah saya dibesarkan dalam keluarga yang mempercayai kepercayaan tradisional bangsa Cina. Tetapi ibu saya seorang Kristen dan tidak mau menikah dengan ayah saya kalau ayah saya bukan orang Kristen juga. Karena hal itu maka ayah saya ikut katekisasi di gereja, dibaptis dan pergi ke gereja. Sesudah menikah dengan ibu saya maka selama beberapa tahun dia masih pergi ke gereja bersama ibu saya. Akan tetapi sesudah dua anak pertama lahir yaitu saya dan adik saya maka ayah saya cuma mengantarkan ibu saya ke gereja.

Saya mulai menyadari bahwa Tuhan ada setelah memperhatikan kehidupan doa ibu saya. Ibu saya sering mengajak saya dan adik-adik saya berdoa. Ibu saya berdoa dan sering sekali mendapat jawaban atas doa-doanya. Memang tidak semua doa ibu saya dijawab dengan segera oleh Tuhan. Beberapa doa ibu saya baru dijawab setelah bertahun-tahun. Akan tetapi seringnya doa ibu saya dijawab menyingkirkan semua keraguan dalam hati saya bahwa jawaban doa tersebut hanyalah kebetulan belaka saja. Saya tahu dan melihat bahwa Tuhan itu ada dan menjawab doa-doa kami.

Setelah saya mulai mahir membaca maka ibu saya meminta saya membaca Alkitab. Pada awalnya saya hanya membaca Alkitab sebagai suatu kewajiban saja dan juga karena saya ingin memenangkan lomba-lomba Alkitab di sekolah minggu. Akan tetapi sejak SMP hal tersebut mulai berubah. Tiap kali saya membaca Alkitab maka saya merasakan suatu tuntutan hati nurani yang saya anggap sebagai dorongan Roh Kudus untuk sungguh-sungguh mengakui Yesus sebagai Tuhan. Hati nurani saya menuntut saya untuk menyerahkan seluruh hidup saya dibawah pengaturan dan kendali Tuhan Yesus Kristus. Padahal saat itu saya sudah punya beberapa rencana mengenai apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya.

Hari demi hari, tahun demi tahun saya tetap membaca Alkitab dan tuntutan Roh Kudus makin kuat. Akhirnya saya memenuhi tuntutan itu pada saat saya di SMA. Saya mengakui Yesus sebagai Tuhan dalam hidup saya dan menyerahkan masa depan hidup saya sepenuhnya dalam pengaturan Tuhan. Saya lalu menyerahkan diri untuk dibaptis air. Sejak saat itu saya senantiasa berusaha mentaati pengaturan Tuhan dalam hidup saya. Selama saya mentaati Dia maka hati saya dalam damai sejahtera. Saya yakin saya diselamatkan bukan karena apa yang saya perbuat melainkan karena apa yang Dia perbuat.

Efesus 2:8-10
(8)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
(9)  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
(10)  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Roma 10:6-17
(6)  Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,
(7)  atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
(8)  Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.
(9)  Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
(10)  Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
(11)  Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”
(12)  Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
(13)  Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
(14)  Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
(15)  Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
(16)  Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”
(17)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Saran Paulus untuk Penghasut

Galatia 5:12
(12)  Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

Galatia 5:12 (Terjemahan Samuel Franklyn)
(12)  Baiklah mereka yang menghasut kamu itu memotong kemaluannya sendiri!

Galatia 5:12 (Terjemahan NET)
(12)  I wish those agitators would go so far as to castrate themselves!

Gal 5:12 (Terjemahan King James)
(12)  I would they were even cut off which trouble you.

Ini adalah salah satu ayat paling kasar di Perjanjian Baru. Kalau ada orang beranggapan orang yang berkata kasar itu bukan orang Kristen maka orang itu harus menganggap Paulus bukan orang Kristen juga. Ayat ini memang begitu kasarnya sehingga banyak terjemahan yang memperhalus dan membelokkan makna kata yang dipakai Paulus. Bukan hanya terjemahan bahkan komentar Alkitab pun banyak yang membelokan makna perkataan Paulus.

Sebagai referensi mari kita pakai Alkitab Sabda: http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=48&chapter=5&verse=12&mode=print

Galatia 5:12

TB ©

Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

BIS © Lebih baik orang-orang yang mengacaukan pikiranmu itu langsung saja keluar sekaligus dari jemaat!
TL © Biarlah segala orang yang menggoncang hatimu itu kudung.
MILT Namun, biarlah mereka yang mengacaukan kamu, mengebiri dirinya sendiri!
WBTC Draft © Biarlah orang yang mengacaukan kamu dengan sunat lebih mengebirikan diri lagi.
KSI © Memang aku menghendaki agar mereka yang telah mengacaukan kamu, mengebirikan dirinya.
FAYH © Saya hanya mengharapkan agar pengajar-pengajar yang menghendaki Saudara dikhitan menyingkir dan tidak mengusik Saudara lagi!
ENDE © Mereka jang mengguntjangkan hatimu itu, semestinja mereka mengudungkan diri seluruhnja sadja.
Shellabear Draft © Adapun kehendakku biarlah segala orang yang membalikkan hatimu itu menendas dirinya pula.
Melayu BABA © Sahya suka kalau itu orang smoa yang kachaukan kamu kratkan dia-orang punya diri.
Klinkert 1870 © Hai, biarlah kiranja orang, jang mengharoekan kamoe, itoe dipangkas.
Klinkert 1863 © {Yos 7:25} Adoeh! biar ditjereken djoega itoe orang jang meroesoehken kamoe!
Leydekker Draft © Hej kiranja ‘ada terpotong putus segala ‘awrang jang balisahkan kamu.

TB ITL ©
Baiklah <3785> mereka yang menghasut <387> kamu <5209> itu mengebirikan <609> saja dirinya! [<2532>]
TL ITL ©
Biarlah <2532> segala orang yang menggoncang <387> hatimu <5209> itu kudung <609>.
GREEK
ofelon <3785> INJ <3785> V-2AAI-1S kai <2532> CONJ apokoqontai <609> (5698) V-FMI-3P oi <3588> T-NPM anastatountev <387> (5723)  V-PAP-NPM umav <5209> P-2AP

TB+TSK (1974) © Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya

Dalam terjemahan King James maka kata kerja yang dipakai adalah “cut off” atau memotong akan tetapi tidak dijelaskan apa yang dipotong. Karena itulah ada yang menterjemahkan ayat tersebut bukan sebagai mengebiri/memotong kemaluan melainkan dipotong dari jemaat. Jadi Paulus menyarankan para penghasut dipotong atau dikeluarkan atau disingkirkan dari jemaat. Tentu saja dikucilkan dari jemaat adalah suatu tindakan yang lebih sopan dari pengebirian/pemotongan kemaluan. Hanya saja terjemahan ini jelas-jelas menyimpangkan makna kata “cut off”. Kenapa? Karena kata potong dalam Galatia 5:12 berasal dari kata apokoqontai yang artinya memotong bagian tubuh. Jadi kalau diterjemahkan dipotong dari jemaat maka jelas itu adalah penyimpangan makna kata aslinya.

Sebenarnya walaupun terjemahan King James tidak menjelaskan apa yang dipotong akan tetapi sudah jelas apa yang dipotong berdasarkan ayat-ayat diatasnya. Karena Paulus sedang membahas sunat dalam Galatia 5:1-12. Sunat adalah pemotongan kulit penutup kemaluan. Ada sekelompok orang datang ke Galatia dan menghasut jemaat Galatia supaya mereka disunat. Padahal kalau jemaat Galatia disunat maka itu sama artinya jemaat Galatia berharap pada hukum Taurat dan bukan kasih karunia Tuhan Yesus. Karena marahnya akhirnya Paulus memberikan saran yang menyakitkan buat para penghasut tersebut: daripada cuma disunat sekalian saja di kebiri alias di potong kemaluannya. Bwa ha ha ha. (Istilah saran yang menyakitkan ini adalah istilah yang diberikan oleh pelawak SS jempolan yaitu Tante Paku).

Dari studi ayat ini maka kita bisa melihat bahwa cuma karena alasan kesopanan maka banyak orang dengan seenak jidatnya menyimpangkan makna Firman. Firman itu memang menyakitkan karena itu diumpamakan sebagai pedang. Kalau tidak siap dengan rasa sakit sebaiknya jangan belajar Firman. Kalau kamu beranggapan orang Kristen tidak boleh berkata kasar maka kamu harus menganggap rasul Paulus bukanlah orang Kristen. Jangan hidup dalam dunia imajinasi indah hasil khayalan sendiri. Hiduplah dalam kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan itu kadang-kadang kasar, seringkali menyakitkan hati akan tetapi Firman Tuhan adalah kebenaran dan hidup. Firman Tuhan kebenaran karena menunjukkan dusta dalam hidup kita. Firman Tuhan itu hidup karena memotong dosa yang membawa kematian.

Ibrani 4:12-13
(12)  Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun;
ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh,
sendi-sendi dan sumsum;
ia sanggup membed
akan pertimbangan dan pikiran hati kita.
(13)  Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya,
sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia,
yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Semoga kasih karunia Yesus Kristus menyertai kita semua.

Gereja yang Sempurna

Gereja yang Sempurna

Belum lama ini saya membaca seorang pendeta di FaceBook berkata begini: “Tidak ada gereja yang sempurna. Kalau ada gereja yang sempurna lalu kita bergabung dengan gereja tersebut bukankah gereja tersebut menjadi tidak sempurna?” Ungkapan begini sebenarnya sudah lama sering saya dengar tapi pada kali itu saat saya membaca ungkapan ini hati saya menolak ungkapan ini. Akhirnya saya merenungkan ungkapan tersebut.

Setelah membandingkan ajaran Firman dengan ungkapan tersebut saya akhirnya menyadari bahwa ungkapan tersebut adalah ungkapan hasil pemikiran manusia semata-mata dan bertentangan total dengan Firman Tuhan.

Dalam hukum Taurat orang yang sakit kusta adalah najis (Imamat 13:3). Orang yang bersentuhan dengan sesuatu yang najis maka dia menjadi najis juga. (Imamat 5:2) Cara berpikir macam inilah yang dipakai dalam ungkapan diatas. Kalau orang tidak sempurna bersentuhan dengan sesuatu yang sempurna maka yang sempurna itu akan menjadi tidak sempurna. Nah bukankah cara berpikir ini sesuai dengan Firman? Betul. Sesuai dengan Firman kalau kamu hidup sebagai orang Yahudi dibawah kuk Hukum Taurat. Tapi tidak sesuai dengan Firman kalau kamu mengenal dan percaya pada Yesus Kristus serta hidup dibawah kasih karunia Perjanjian Baru.

Mat 8:2-3
(2)  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
(3)  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Pada saat Yesus menjamah seorang yang sakit kusta maka yang terjadi bukanlah Yesus menjadi najis karena orang kusta tersebut najis melainkan orang kusta tersebut sembuh sehingga menjadi tahir. Paulus berulang-ulang dalam surat-suratnya menyatakan bahwa Gereja adalah Tubuh Kristus (Efesus 1:23, 1 Korintus 12:27, Kolose 1:18). Jika Tubuh Kristus bersentuhan dengan orang berdosa yang tidak sempurna maka yang terjadi bukanlah Tubuh Kristus menjadi tidak sempurna. Yang terjadi adalah orang berdosa yang tidak sempurna mengalami anugrah Kristus sehingga mengalami penyucian dan penyempurnaan.

Kalau Gereja yang Sempurna yaitu Tubuh Kristus dimasuki saya yang tidak sempurna maka yang terjadi adalah saya yang mengalami penyempurnaan. Memang saya tidak langsung menjadi sempurna akan tetapi Tubuh Kristus tidak akan menjadi tidak sempurna karena masuknya saya. Saya yang dipengaruhi oleh Tubuh Kristus dan bukan saya yang mempengaruhi Tubuh Kristus. Itulah yang diajarkan oleh Firman. Karena itulah Tubuh Kristus diumpamakan oleh Tuhan Yesus sebagai terang dan garam. Saya lebih percaya pada perkataan Tuhan Yesus dan rasul Paulus dibandingkan ungkapan hasil pemikiran manusia. Lain kali sebelum anda menggunakan ungkapan yang populer ada baiknya anda merenung dulu. Apakah ungkapan anda itu sejalan dengan Firman atau sekedar ungkapan hasil pemikiran manusia.