Daud, Mefiboset dan Ziba

Daud, Mefiboset dan Ziba

Dalam tulisan ini saya akan membahas mengenai 3 pribadi dan hubungan diantara mereka. Tiga pribadi ini tercatat dalam kitab Perjanjian Lama: Daud, Mefiboset dan Ziba. Dari bahasan ini kita akan mencoba mengenal orang macam apakah tiga orang ini dan bagaimana hubungan diantara mereka.

Mefiboset

2 Samuel 4:4
(4) Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset.

Ini adalah pertama kalinya Mefiboset dicatat dalam Firman. Mefiboset masih kecil ketika ayahnya Yonatan dan kakeknya Saul meninggal di Yizreel. Ketika mendengar kabar kematian ayah dan kakek Mefiboset pengasuhnya menjadi panik. Kenapa panik? Karena biasanya kematian seorang raja akan menjadi kesempatan bagi musuh-musuh raja tersebut untuk membunuh keturunan raja. Ketika membawa lari Mefiboset pengasuh ini menjatuhkan dia sehingga kaki Mefiboset menjadi cacat.

Daud

2 Samuel 8:15
(15) Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.

Daud adalah raja Israel yang kedua. Daud menjadi raja Israel sesudah perjuangan yang sangat panjang dan berat. Sebelum Daud menjadi raja maka Yonatan anak Saul adalah temannya yang sejati. (1 Samuel 18:1-4)

Karena Saul dan Yonatan sudah meninggal maka Daud ingin menunjukkan kebaikan kepada keturunan Saul. Karena itu Daud memanggil Ziba yang diketahuinya sebagai hamba Saul untuk mencari tahu keluarga Saul yang masih hidup.

2 Samuel 9:2-3
(2) Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: “Engkaukah Ziba?” Jawabnya: “Hamba tuanku.”
(3) Kemudian berkatalah raja: “Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.” Lalu berkatalah Ziba kepada raja: “Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya.”

Ziba

Ziba sebagai hamba Saul adalah seorang hamba yang kurang ajar. Perhatikanlah jawaban Ziba kepada Daud. Ziba menyatakan cacat Mefiboset. Sebenarnya Ziba cukup menyatakan bahwa Mefiboset adalah anak laki-laki Yonatan tapi Ziba ikut menyatakan bahwa Mefiboset kakinya cacat. Apa yang dikatakan Ziba adalah kebenaran dan fakta tapi tidaklah sopan untuk memberitahu suatu cacat atau keburukan orang lain tanpa hal itu ditanyakan secara langsung. Daud hanya menanyakan siapa yang masih hidup dari keluarga Saul. Ziba selain menyatakan nama Mefiboset dan orang tuanya juga memberitahu cacat Mefiboset. Padahal Mefiboset adalah cucu Saul sedangkan Saul adalah majikan Ziba sewaktu dia masih hidup. Hal ini berarti Ziba kurang ajar dan tidak menaruh rasa hormat kepada Saul dan Mefiboset.

Daud bermurah hati pada Mefiboset

2 Samuel 9:4-13
(4) Tanya raja kepadanya: “Di manakah ia?” Jawab Ziba kepada raja: “Dia ada di rumah Makhir bin Amiel, di Lodebar.”
(5) Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar.
(6) Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: “Mefiboset!” Jawabnya: “Inilah hamba tuanku.”
(7) Kemudian berkatalah Daud kepadanya: “Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.”
(8) Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: “Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?”
(9) Lalu raja memanggil Ziba, hamba Saul itu, dan berkata kepadanya: “Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu.
(10) Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku.” Ziba mempunyai lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba.
(11) Berkatalah Ziba kepada raja: “Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya.” Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.
(12) Mefiboset mempunyai seorang anak laki-laki yang kecil, yang bernama Mikha. Semua orang yang diam di rumah Ziba adalah hamba-hamba Mefiboset.
(13) Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.

Walaupun Daud mengetahui bahwa Mefiboset adalah seorang yang cacat akan tetapi Daud tetap menunjukkan kemurahan hatinya. Daud memberikan segala sesuatu yang menjadi milik Saul kepada Mefiboset. Dari Firman diatas kita mengetahui bahwa Ziba memiliki lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba. Ini adalah bukti bahwa Ziba adalah seorang yang kaya. Bagaimana Ziba bisa menjadi kaya? Ternyata sesudah Saul mati Ziba lah yang mengelola harta kekayaan Saul. Lalu bagaimana Mefiboset? Mefiboset hidup menumpang pada seorang kaya baik hati yang bernama Makhir bin Amiel. Ada waktu yang cukup lama dari waktu Saul meninggal sampai Daud berkuasa atas seluruh Israel yang ditulis dalam 2 Samuel 8:15 diatas. William Gross menyusun rentang waktu sejarah hidup Daud dalam artikel ini: http://livingstonesclass.org/Archive/DavidChronologyGross.pdf. Berdasarkan artikel William Gross maka Saul meninggal tahun 1000 BC sedangkan Daud menguasai seluruh Israel pada tahun 982 BC berarti selama 18 tahun lamanya segala harta kekayaan Saul dikelola oleh Ziba. Besar kemungkinan karena ingin tetap menguasai harta kekayaan Saul inilah maka Ziba menyatakan bahwa Mefiboset adalah seorang yang cacat kakinya. Tapi ternyata Daud tetap bermurah hati pada Mefiboset. Daud menyatakan semua harta Saul menjadi milik Mefiboset sedangkan Ziba kembali menjadi hamba yang harus mengerjakan tanah bagi Mefiboset bahkan anak-anak dan hamba-hamba Ziba sekalipun harus melayani kepentingan Mefiboset.

Kita bisa melihat Mefiboset adalah seorang yang rendah hati. Pada saat menjumpai Daud maka Mefiboset langsung sujud dan menyembah. Daud memahami penghormatan yang berlebihan ini mungkin disebabkan oleh Mefiboset takut akan menerima hukuman. Karena itulah Daud menghibur Mefiboset dan meminta Mefiboset supaya tidak takut. Daud lalu mengembalikan ladang Saul kepada Mefiboset. Karena Daud mengatakan mengembalikan ladang berarti pada saat itu ladang Saul tidak berada pada Mefiboset. Ladang Saul berada dalam kendali Ziba pada saat itu. Selain mengembalikan ladang Saul kepada Mefiboset Daud menunjukkan kasih kepada Mefiboset dengan menyatakan bahwa Mefiboset makan sehidangan dengannya. Apa maksudnya makan sehidangan? Artinya Daud menganggap Mefiboset sebagai salah seorang anaknya sendiri. (2 Samuel 9:11) Sebagai seorang anak raja maka semua kebutuhan Mefiboset baik itu makanan, pakaian maupun tempat tinggal dipenuhi oleh Daud disamping itu kekayaan yang dihasilkan oleh ladang Saul yang dikelola oleh Ziba juga menjadi milik Mefiboset. Semua kebutuhan hidup terpenuhi dan tabungan kekayaan bertambah terus tanpa perlu bekerja apapun: itulah kasih yang ditunjukkan Daud kepada Mefiboset. Saat mengalami perubahan nasib yang sedemikian bagusnya Mefiboset tetap merendahkan diri dan berkata,”Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?”

Pemberontakan Absalom

Untuk bisa memahami interaksi berikutnya antara Daud, Ziba dan Mefiboset maka kita harus memahami situasi pada saat interaksi tersebut berlangsung.Latar belakang interaksi mereka adalah pemberontakan Absalom. Absalom adalah anak Daud. Absalom memiliki adik perempuan cantik bernama Tamar. Adiknya ini diperkosa oleh saudaranya Amnon. Amnon d
an Absalom memilik satu ayah yaitu Daud akan tetapi ibu mereka berlainan. Karena Amnon memperkosa Tamar maka Absalom membunuh Amnon. Sesudah membunuh Amnon maka Absalom melarikan diri ke Gesur dan tinggal disana selama 3 tahun. (1 Samuel 13).

Daud merindukan Absalom karena hal itu diketahui Yoab maka Yoab menyuruh seorang perempuan dari Tekoa. Perempuan Tekoa ini membujuk Daud sehingga Daud menyuruh menjemput Absalom dari Gesur. Walaupun Daud menyuruh menjemput Absalom ke Yerusalem akan tetapi Daud tidak mau menemui Absalom dan melarang Absalom datang menghadap. Sesudah 2 tahun lamanya Absalom meminta Yoab untuk diutus kepada Daud. Yoab tidak mau menghadap Absalom sehingga Absalom membakar ladang Yoab supaya Yoab datang menemuinya. Sesudah Yoab menghadap Daud akhirnya menyuruh Absalom datang menghadap dan mengampuni Absalom. (1 Samuel 14).

Walaupun sudah diampuni Daud akan tetapi perilaku Daud yang membiarkan Absalom tinggal di Gesur selama 3 tahun dan tidak mau menemuinya selama 2 tahun rupanya menjadikan Absalom sakit hati. Lalu Absalom mengambil hati orang-orang yang menemui Daud untuk berperkara. Pada saat itu raja adalah hakim tertinggi dari bangsa Israel. Karena itu selalu ada orang-orang dari segala suku bangsa Israel yang datang ke Yerusalem untuk diadili perkaranya oleh Daud. Sebelum orang ini menjumpai Daud Absalom menemui mereka terlebih dahulu dan mengatakan bahwa kalau dia menjadi hakim negeri Israel maka dia akan mengadili perkara mereka dengan adil. Secara tidak langsung Absalom menyatakan bahwa dirinya adalah hakim yang lebih baik dibandingkan dengan ayahnya Daud. Dengan cara ini Absalom mendapat simpati dari banyak orang Israel. Mereka yang kalah perkara bisa saja beranggapan bahwa mereka yang akan menang kalau yang mengadili mereka adalah hakim yang lebih adil yaitu Absalom. Sesudah empat tahun melakukan hal ini maka Absalom mengumumkan bahwa dirinya sudah menjadi raja di Hebron. Begitu mendengar hal ini Daud segera melarikan diri. Jadi Daud pada saat itu berada dalam kondisi stress, takut dan marah. (1 Samuel 15). Inilah latar belakang kondisi kejiwaan Daud dalam interaksinya dengan Mefiboset dan Ziba. Hal inilah yang membuatnya mempercayai kebohongan Ziba dan berlaku tidak adil pada Mefiboset.

Ziba memberikan makanan dan berbohong pada Daud

2 Samuel 16:1-4
(1) Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur.
(2) Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: “Apakah maksudmu dengan semuanya ini?” Jawab Ziba: “Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah.”
(3) Kemudian bertanyalah raja: “Di manakah anak tuanmu?” Jawab Ziba kepada raja: “Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.”
(4) Lalu berkatalah raja kepada Ziba: “Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset.” Kata Ziba: “Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja.”

Lokasi peristiwa ini adalah jalan menurun dari puncak Bukit Zaitun. Lokasi ini dekat dengan Gibeah yang merupakan tempat kediaman Saul. Seperti yang sudah kita lihat diatas Daud memberikan ladang Saul kepada Mefiboset. Ladang ini harus dikelola oleh Ziba yang berarti Ziba tinggal di Gibeah dan mengelola ladang Saul. Sedangkan Mefiboset tinggal di Yerusalem dan makan sehidangan dengan Daud. Jarak Bukit Zaitun dari Yerusalem adalah sekitar 1 km. Jarak Gibea dari Yerusalem adalah sekitar 3-4 km. Jarak Gibea ke Bukit Zaitun bisa kita anggap sekitar 2-3 km.

Mari kita analisa perkataan Ziba kepada Daud.

  1. Perkataan Ziba yang pertama, “Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah.” Perkataan ini adalah fakta akan tetapi dibalik fakta ini ada fakta-fakta menarik lainnya.

    Ziba membawa 2 ekor keledai dengan muatan 200 potong roti, 100 potong kue kismis, 100 butir buah musim panas dan 1 buyung anggur. Ini adalah muatan yang cukup banyak sehingga harus diangkut oleh 2 ekor keledai. Daud melarikan diri dengan terburu-buru (2 Samuel 15:14). Lalu bagaimana caranya Ziba bisa mengejar rombongan Daud? Jika pada saat Ziba mengetahui pelarian Daud dia ada di Gibea maka itu berarti ada orang dari Yerusalem yang memberitahu dia. Berita pemberontakan pastilah sampai ke Yerusalem dahulu karena yang berkepentingan dengan pemberontakan Absalom adalah Daud. Orang yang memberitahu Ziba harus menempuh jarak 3-4 km. Ziba harus mempersiapkan 2 ekor keledai dan memuati mereka dengan makanan lalu berangkat menyongsong Daud di Bukit Zaitun. Hal ini tidak mungkin. Kenapa? Rombongan Daud baru berjalan 1 km akan tetapi ada orang yang sudah pergi berjalan selama 3-4 km. Lalu Ziba harus memuati 2 ekor keledai dan melakukan perjalanan selama 2-3 km untuk mencegat Daud. Jelas waktu yang dimiliki Ziba tidak akan cukup dan Ziba tidak akan bisa mencegat Daud kalau dia berangkat dari Gibea. Ziba juga tidak mungkin bisa tahu lokasi yang tepat untuk mencegat rombongan Daud kalau dia berangkat dari Gibea.

    Kemungkinan yang lebih besar adalah Ziba ada di Yerusalem pada saat dia mengetahui pemberontakan Absalom dan pelarian Daud. Besar kemungkinan Ziba membawa makanan tersebut untuk diberikan kepada Mefiboset. Hal ini sesuai dengan perintah Daud kepadanya bahwa hasil ladang Saul adalah untuk Mefiboset. Jadi Ziba berada di Yerusalem untuk membawa hasil ladang Saul kepada Mefiboset. Lalu dia mendengar pemberontakan Absalom. Ziba melihat kesempatan untuk mengambil hati Daud maka dia langsung membawa keledai berisi makanan tersebut ke Daud. Karena Ziba berada di Yerusalem maka dia bisa mencari tahu rute pelarian Daud.

  2. Perkataan Ziba yang kedua, “Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.” Ini adalah sebuah kebohongan yang sangat jelas. Yang memberontak adalah Absalom anak Daud. Jika pemberontakan Absalom berhasil maka kerajaan Israel akan tetap berada pada keturunan Daud. Tidak mungkin Absalom lalu mengembalikan kerajaan Israel kepada keturunan Saul. Ini jelas-jelas adalah suatu kebohongan besar.

    Pernyataan ini juga sangat bertentangan dengan kepribadian Mefiboset. Mefiboset adalah seorang pribadi yang rendah diri dan penakut. Mefiboset mengalami cacat sejak umur 5 tahun. Lalu dia melarikan diri meninggalkan tempat kediaman Saul dan berdiam diri di rumah Makhir selama bertahun-tahun. Jadi jelas Mefiboset bukanlah pribadi ambisius yang gila harta dan kekuasaan. Dari sikapnya waktu bertemu dengan Daud Mefiboset merendahkan diri amat sangat. Jelas Mefiboset bukanlah pribadi yang punya niat memberontak. Pribadi Mefiboset yang tidak gila harta dan kekuasaan juga nampak jelas dalam interaksi berikut antara Daud dan Mefiboset.

Daud memberikan keputusan yang tidak adil

Setelah Daud mendengarkan perkataan Ziba maka Daud memberikan kepunyaan Mefiboset kepada Ziba. Ini adalah suatu keputusan yang tidak adil. Kenapa? Karena Daud memberikan keputusan semata-mata berdasarkan pendapat dari 1 pihak saja. Dalam memutuskan perkara yang melibatkan dua pihak atau lebih maka suatu keputusan barulah bisa dianggap adil jika semua pihak didengar suaranya. Lagipula selain pihak-pihak yang bersengketa harus didengar juga saksi yang netral sehingga pengambilan keputusan bisa seadil mungkin.

Walaupun keputusan Daud tidak adil akan tetapi saya bisa memahami kenapa Daud memberikan keputusan tersebut. Pada saat Daud melarikan diri dan berada dalam kondisi stress dan takut muncul seseorang yang memberikan sesuatu hal yang sangat bermanfaat (makanan). Ini adalah suatu penghiburan yang besar bagi Daud. Di saat Daud mengalami kesusahan masih ada orang yang mendukung dia. Jel
as Daud berusaha membalas kebaikan orang tersebut. Walau bisa dimaklumi akan tetapi ketidak adilan Daud tidak boleh ditoleransi. Apa yang diputuskan Daud tetaplah sesuatu yang tidak adil.

Daud membenarkan Mefiboset

2 Samuel 19:24-30
(24) Juga Mefiboset bin Saul menyongsong raja. Ia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan selamat.
(25) Ketika ia dari Yerusalem menyongsong raja, bertanyalah raja kepadanya: “Mengapa engkau tidak pergi bersama-sama dengan aku, Mefiboset?”
(26) Jawabnya: “Ya tuanku raja, aku ditipu hambaku. Sebab hambamu ini berkata kepadanya: Pelanailah keledai bagiku, supaya aku menungganginya dan pergi bersama-sama dengan raja! –sebab hambamu ini timpang.
(27) Ia telah memfitnahkan hambamu ini kepada tuanku raja. Tetapi tuanku raja adalah seperti malaikat Allah; sebab itu perbuatlah apa yang tuanku pandang baik.
(28) Walaupun seluruh kaum keluargaku tidak lain dari orang-orang yang patut dihukum mati oleh tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini di antara orang-orang yang menerima rezeki dari istanamu. Apakah hakku lagi dan untuk apa aku mengadakan tuntutan lagi kepada raja?”
(29) Tetapi raja berkata kepadanya: “Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu.”
(30) Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: “Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat.”

Latar belakang ayat diatas adalah Daud kembali sesudah menang dalam pertempuran melawan Absalom. Dalam pertempuran tersebut Absalom mati dibunuh oleh Yoab panglima Daud (2 Samuel 17-19). Mefiboset sengaja tidak merawat dirinya sampai ia menemui Daud dengan selamat. Perilaku Mefiboset adalah pertanda duka cita yang mendalam. Inilah bukti bahwa Mefiboset berdukacita karena Daud harus melarikan diri dari Absalom. Jelas terbukti bahwa Mefiboset difitnah oleh Ziba.

Dari jawaban Mefiboset jelaslah apa yang terjadi. Ziba pada saat itu menghadap Mefiboset di Yerusalem dengan membawa keledai berisi makanan. Pada saat itu Mefiboset memerintahkan supaya makanan tersebut diturunkan dan keledai tersebut di pakaikan pelana supaya Mefiboset bisa pergi mengiringi Daud. Ziba menipu Mefiboset dengan meminta Mefiboset menunggu akan tetapi bukannya menurunkan makanan dan memakaikan pelana pada keledai Ziba malah membawa keledai berisi makanan tersebut menghadap Daud dan memfitnah Mefiboset di hadapan Daud. Pada saat Mefiboset menyadari penipuan yang dilakukan Ziba maka rombongan Daud sudah terlalu jauh dan tidak diketahui lokasinya lagi sehingga Mefiboset tidak bisa mengejar rombongan Daud. Sejak saat itu Mefiboset berduka dan tidak merawat dirinya.

Mari kita telaah lagi perkataan Daud, “Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu.” Dengan perkataan ini Daud merubah keputusannya yang terdahulu. Sebelumnya Daud memberikan seluruh milik Mefiboset ke Ziba. Sekarang Daud menyatakan bahwa Mefiboset dan Ziba harus berbagi ladang milik Saul. Daud membenarkan Mefiboset dengan keputusan ini. Kalau Daud menganggap bahwa perkataan Mefiboset adalah dusta maka dia tidak akan merubah keputusannya yang terdahulu. Lalu kenapa Daud memberikan sebagian ladang Saul kepada Ziba? Karena Ziba walaupun dia berbohong pada Daud dan memfitnah Mefiboset akan tetapi Ziba memberikan sesuatu kebaikan besar pada Daud pada waktu Daud dalam kesusahan. Daud dapat menduga bahwa Ziba melakukan hal ini karena menginginkan ladang Saul seperti yang dimilikinya sebelum Daud memberikan ladang tersebut kepada Mefiboset. Mengingat jasa Ziba maka Daud memberikan sebagian ladang Saul kepada Ziba.

Jawaban Mefiboset, “Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat” menunjukkan apa yang terpenting bagi Mefiboset: keselamatan pribadi Daud. Daud memahami hati Mefiboset dengan jawabannya ini. Bagi Mefiboset bukanlah berkat dari Daud yang terpenting akan tetapi keselamatan pribadi Daud yang terpenting. Karena hal ini maka pada waktu Daud harus menyerahkan keturunan Saul dibunuh untuk menebus hutang darah Saul maka Daud menyelamatkan Mefiboset. Daud memilih keturunan Saul yang lain dan bukan Mefiboset. (2 Samuel 21:1-9).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s