Taurat dan Roh

Banyak orang percaya salah mengerti akan tujuan Taurat diberikan dan karena itu masih berusaha hidup dibawah bimbingan hukum Taurat. Mereka tidak menyadari kematian Yesus telah membatalkan hukum Taurat. Karena mereka berusaha hidup dibawah hukum Taurat maka mereka tidak menyadari betapa besarnya kasih karunia Tuhan Yesus yang telah memerdekakan kita dari hukum Taurat supaya kita hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh.

Apa yang dimaksud dengan Taurat ?

Yang dimaksud dengan hukum Taurat adalah hukum yang diberikan Tuhan lewat Musa :

Yohanes 1:17
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Yohanes 7:19
Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?”

Hukum yang diberikan oleh Musa ini dituliskan dalam lima kitab pertama Perjanjian Lama yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Hukum Taurat terdiri dari 10 perintah yang diberikan oleh Tuhan di Gunung Sinai (Keluaran 20) dan peraturan penyelenggaraan ibadah bangsa Israel (Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan).

Apakah tujuan Taurat diberikan ?

Pada waktu hukum Taurat diberikan maka maksud dan tujuan Taurat masih tersembunyi bagi bangsa Yahudi. Mereka beranggapan bahwa dengan mentaati Taurat maka mereka akan berkenan kepada Tuhan. Dalam kenyataannya sesudah bangsa Israel menerima Taurat maka mereka malah makin berdosa kepada Tuhan. Tujuan Taurat diberikan barulah dinyatakan kepada rasul Paulus. Taurat diberikan bukan supaya seseorang bisa melakukannya lalu berkenan kepada Tuhan. Taurat diberikan supaya manusia menyadari bahwa dia tidak bisa melakukan Taurat. Dengan adanya hukum Taurat maka pelanggaran malah makin bertambah banyak.

Roma 3:19
Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

Roma 5:20
Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Hal ini tidak berarti bahwa Taurat itu sesuatu yang jelek. Akan tetapi karena manusia sudah bersifat daging dan dikuasai dosa maka hukum Taurat malah mendatangkan kematian bagi mereka yang mau melakukan Taurat.

Roma 7:7-16
(7) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!”
(8) Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.
(9) Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,
(10) sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.
(11) Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.
(12) Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.
(13) Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.
(14) Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.
(15) Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
(16) Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.

Bangsa Israel terbukti oleh tindakan mereka dalam sejarah tidak menuruti hukum Taurat. Inilah tuduhan yang dilontarkan Stefanus kepada mereka yang menyebabkan kematiannya:

Kisah 7:51-53
(51) Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
(52) Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.
(53) Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya.”

Kristus mati untuk membatalkan hukum Taurat

Roma 7:1-4
(1) Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, –sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum–bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?
(2) Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.
(3) Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.
(4) Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

Efesus 2:11-19
(11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —
(12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
(13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.
(14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
(15) sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
(16) dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
(17) Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”,
(18) karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
(19) Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Pada saat seseorang mati maka semua tuntutan hukum atas dirinya batal. Hukum hanya berlaku pada orang hidup. Pada saat Kristus mati maka hukum Taurat tidak lagi berkuasa atas dirinya. Kata batal dalam Efesus bisa juga diterjemahkan menjadi tidak berlaku. Hukum Taurat masih ada tapi tidak bisa berlaku lagi karena Kristus sudah mati.

Setiap orang yang mempercayai kematian Kristus adalah untuk menebus dirinya maka Allah memperhitungkan kematian Kristus sebagai kematian orang tersebut. Dimata Allah kematian Kristus menggantikan kematian orang tersebut. Jadi orang tersebut ikut mati bersama Kristus dan karena itu Taurat juga tidak berlaku atas dirinya. Karena Taurat tidak berlaku lagi itulah maka orang Yahudi dan orang bukan Yahudi menjadi suatu manusia baru didalam Kristus. Manusia baru ini tidak lagi hidup berdasarkan perintah dan ketentuan Taurat melainkan hidup oleh Roh dan dipimpin Roh.

Hidup oleh Roh dan dipimpin Roh

Manusia baru didalam Kristus ini menerima janji Bapa yaitu Roh Kudus.

Kisah 1:4-5
(4) Pada suatu ha
ri ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang–demikian kata-Nya–“telah kamu dengar dari pada-Ku.
(5) Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Roma 8:1-2
(1) Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
(2) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Galatia 3:1-6
(1) Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
(2) Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
(3) Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
(4) Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!
(5) Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?
(6) Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Sesudah seseorang diselamatkan dan mengakui bahwa pengorbanan Kristus adalah untuk menebus dirinya maka dia harus hidup oleh Roh supaya dia tidak lagi menuruti keinginan daging.

Galatia 5:16-18
(16) Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
(17) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
(18) Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Roma 8:3-6
(3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
(4) supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
(5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
(6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Inilah fokus hidup orang percaya. Setiap orang percaya berjuang dalam hidupnya supaya dia tidak menuruti keinginan daging melainkan keinginan Roh. Ini adalah suatu perjuangan yang berat dan panjang. Tapi jika orang percaya tersebut terus bertekun maka hidupnya akan menghasilkan buah-buah Roh. Buah-buah Roh ini dihasilkan oleh Roh Kudus yang membimbing orang percaya tersebut. Yang perlu dilakukan oleh orang percaya adalah menuruti pimpinan Roh Kudus.

Galatia 5:19-26
(19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
(20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
(21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
(22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
(23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
(24) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
(25) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
(26) dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Kristus telah mati untuk membebaskan kita dari hukum Taurat dan memberikan janji Bapa pada kita yaitu Roh Kudus. Jika kita hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh maka kita akan menghasilkan buah Roh dan memuliakan Allah pada hari kedatangan Yesus Kristus.

Filipi 1:9-11
(9) Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,
(10) sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,
(11) penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Tindakan-tindakan apa yang dapat kita lakukan supaya kita hidup oleh Roh?

Filipi 4:4-9
(4) Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
(5) Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
(6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
(7) Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
(8) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Galatia 5:13-15
(13) Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
(14) Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”
(15) Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Selamat Hari Kematian dan Kebangkitan Kristus.

Kematiannya membebaskan kita dari Taurat dan kematian yang kekal.

KebangkitanNya memberikan kita Roh Kudus dan hidup yang kekal.

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kiranya menyertai kita senantiasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s