Christ. Tourniquet. My Suicide

Salah satu lagu yang menggambarkan pertanyaan utama yang timbul dalam hati seseorang yang bunuh diri adalah Tourniquet. Dalam lagu ini walaupun orang tersebut sudah terlanjur memulai proses bunuh diri dia masih berteriak “Christ. Tourniquet. My Suicide”. (Kristus. Pembalut. Bunuh diriku). Dalam saat-saat terakhir orang tersebut masih berharap pada Kristus. Apakah orang tersebut masuk neraka atau diselamatkan? Saya akan berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan Firman.

Tourniquet

by Evanescence

I tried to kill the pain (kill the pain)
But only brought more (so much more)
I lay dying
And I’m pouring crimson regret and betrayal
I’m dying, praying, bleeding and screaming
Am I too lost
To be saved?
Am I too lost?

My God, my tourniquet
Return to me salvation
My God, my tourniquet
Return to me salvation

Do you remember me?
Lost for so long
Will you be on the other side?
Or will you forget me?
I’m dying, praying, bleeding, and screaming
Am I too lost
To be saved?
Am I too lost?

My God, my tourniquet
Return to me salvation
My God, my tourniquet
Return to me salvation

(Return to me salvation)

(Ohhhhhh)

(I want to die)

My God, my tourniquet
Return to me salvation
My God, my tourniquet
Return to me salvation

My wounds cry for the grave
My soul cries for deliverance
Will I be denied?
Christ? (Christ)
Tourniquet
My suicide

(Return to me salvation)

(Return to me salvation)

Dalam Firman dicatat ada 5 orang yang bunuh diri:

  1. Simson:
    Hakim-hakim 16:30
    Berkatalah Simson: “Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.” Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.

    Motivasi Simson adalah pembalasan dendam kepada orang Filistin.

  2. Saul:
    1 Samuel 31:4
    Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: “Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan.” Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.

    Motivasi Saul adalah tidak mau jatuh ke tangan musuh.

  3. Ahitofel:
    2 Samuel 17:23
    Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri. Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.

    Motivasi Ahitofel adalah kecewa karena nasihatnya tidak dipedulikan.

  4. Zimri:
    1 Raja-raja 16:18
    Segera sesudah Zimri melihat, bahwa kota itu telah direbut, masuklah ia ke dalam puri istana raja, lalu membakar istana raja itu sedang ia sendiri ada di dalamnya, dan ia mati,

    Motivasi Zimri adalah tidak mau jatuh ke tangan musuh.

  5. Yudas:
    Matius 27:5
    Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

    Motivasi Yudas adalah menyesal karena telah mengkhianati Kristus.

Banyak orang mengajarkan bunuh diri sama dengan membunuh. Karena sama dengan membunuh maka orang yang bunuh diri mati dalam keadaan berdosa sehingga mereka tidak diselamatkan dan masuk neraka. Walaupun pengajaran ini masuk akal akan tetapi sayangnya ada satu kasus dalam Firman yang menentang pengajaran ini. Kasus apa? Kasus Simson. Mari kita selidiki Firman:

Hakim-hakim 16:27-31
(27) Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
(28) Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin.”
(29) Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya.
(30) Berkatalah Simson: “Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.” Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
(31) Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana, lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.

Seperti yang bisa kita baca diatas Simson berdoa kepada Tuhan meminta kekuatan sebelum dia bunuh diri. Kenapa? Karena cara bunuh diri yang dilakukan Simson jelas membutuhkan kekuatan ilahi. Simson bunuh diri dengan cara meruntuhkan tiang penyangga rumah. Rumah ini lotengnya sanggup menampung tiga ribu orang karena rumah ini adalah rumah penyembahan berhala orang Filistin. Rumah ini jelas besar sekali dan tiang penyangganya sangat kuat. Cuma dengan kekuatan ilahi saja Simson mampu merubuhkan rumah ini. Tuhan mengabulkan doa Simson sehingga Simson dengan kekuatan ilahi pemberian Tuhan sanggup merubuhkan tiang rumah dan membunuh banyak orang Filistin dan juga dirinya. Jadi Tuhan mengabulkan doa Simson untuk membalas dendam dan membantu Simson bunuh diri dan sekaligus juga membunuh banyak sekali orang Filistin.

Apakah Simson masuk neraka karena bunuh diri? Kalau Simson masuk neraka maka itu berarti Tuhan ikut membantu Simson masuk neraka karena Tuhan membantu Simson bunuh diri. Jadi jelas terbukti lewat Firman bahwa tidak semua orang yang bunuh diri masuk neraka. Walaupun bunuh diri belum tentu menyebabkan seseorang masuk neraka akan tetapi bunuh diri jelas bukan sesuatu yang dianjurkan oleh Firman.

Seseorang bunuh diri karena mengalami sesuatu yang menyakitkan dalam kehidupan sehingga dia beranggapan lebih baik mati. Tapi pada saat seseorang bunuh diri dia akan menyadari bahwa mendekati kematian maka rasa sakit yang dialaminya bukannya hilang tapi bertambah. Orang yang selamat dari usaha bunuh diri umumnya menyesal melakukan usaha bunuh diri. Penyesalan ini menunjukkan bahwa bunuh diri bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

Pengkhotbah 9:4-6
(4) Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
(5) Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
(6) Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.

Seseorang yang hidup masih mempunyai harapan. Masih ada kemungkinan bagi orang tersebut untuk mengalami pertolongan Tuhan. Dan sesungguhnya itulah inti penyebab seseorang bunuh diri: kehilangan harapan. Bagi mereka yang berniat untuk bunuh diri maka saya katakan jangan kehilangan harapan. Separah apapun kondisimu jangan kehilangan harapan sebab selama kamu masih hidup masih ada harapan bagi kamu.

Buat mereka yang kehilangan seseorang yang mereka kasihi karena bunuh diri saya mau mengatakan walaupun seseorang bunuh diri akan tetapi belum tentu orang tersebut masuk neraka. Kalau disaat terakhir orang yang bunuh diri tersebut masih berseru dan berharap pada Kristus maka kasih Kristus sanggup menyelamatkan orang tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s