Didalam Kristus dan Kristus dalam kamu

Didalam Kristus dan Kristus dalam kamu adalah dua istilah yang sering digunakan Rasul Paulus. Supaya Kristus berada didalam anda maka anda harus makan dan minum Dia. Supaya anda berada didalam Kristus maka anda harus dimakan dan diminum Dia. Dengan memakan dan meminum Kristus maka Kristus menjadi bagian dari diri anda. Dengan dimakan dan diminum Kristus anda menjadi bagian dari Kristus. Yesus Kristus adalah Kepala dan anda adalah bagian tubuhNya. Kepala ada di surga tapi tubuh sebagian ada di surga dan sebagian ada di muka bumi tapi mereka adalah satu Pribadi.

Ciptaan yang menilai si pencipta

Tiap hari saya mencipta. Apa maksudnya mencipta? Membuat sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Tiap hari saya mencipta program. Sialnya bangsat ciptaan saya itu selalu menilai saya. Kalau saya salah ketik maka dia akan protes “Nama variable tidak ditemukan”, “Operand tidak sesuai dengan operator”, “Argumen terhadap parameter tidak sesuai dengan definisi” dan seribu satu macam protes lainnya. Sesudah saya bertobat dan memperbaiki si ciptaan kunyuk yang kutu kupret itu barulah dia mau berjalan: memproses input dan menghasilkan output. Sialnya si ciptaan itu masih bisa protes: Output yang dia hasilkan tidak sesuai dengan yang saya maui karena proses yang saya tuliskan masih salah. Sesudah merenung, berpikir, bertobat bahkan bertapa sampai berkeringat barulah saya bisa menyadari kesalahan saya dan memperbaiki ciptaan saya. Eh bangsat kunyuk sialan ciptaan lu jangan menilai pencipta lu dong. Cape tahu.

Aku penyesat

Aku penyesat

Aku penyesat. Yesus penyesat. Kamu juga penyesat.

Aku tersesat. Yesus tersesat. Kita semua tersesat.

Aku masih tersesat. Yesus sudah pulang. Kita masih tersesat.

Aku berdoa, “Ya Allah, jangan sampai  aku mati dengan cara yang sama  dengan cara matinya Yesus  si penyesat.”

Aku dan Kau

Aku dan Kau

Suatu hari aku berdoa dan
Tuhan datang menemui ku.

Dia bertanya, “Menurutmu
apa nama Ku?”

Aku menjawab, “Kau adalah Kau”

Lalu Dia kembali bertanya,
“Apa namamu?”

Aku menjawab, “Aku adalah aku”

Tuhan tertawa senang dan
berkata, “Aku adalah kau dan
kau adalah Aku”

Tuhan pun menghilang dan
tidak bisa kulihat lagi.
Tapi aku tahu Dia bersama ku.

Aku berhenti berdoa dan
mulai bekerja.

Jalan Sunyi

Jalan Sunyi

Jalan sunyi itu dimulai ketika Dia  berkata kepada Bapa,   “Ya Bapa-Ku,  jikalau sekiranya mungkin,  biarlah cawan ini lalu   dari pada-Ku,  tetapi janganlah seperti yang  Kukehendaki, melainkan seperti  yang Engkau kehendaki.”

Bapa berdiam diri.

Dia pun tahu mustahil bagi Bapa  untuk melalukan cawan itu.

Dia pun tahu mustahil bagi Dia  untuk tidak meminum cawan itu.

Dia tidak ingin minum cawan itu  tapi cawan yang diberikan Bapa  harus Dia minum.

Di atas salib di Bukit Tengkorak.  Dia minum cawan itu sampai   tetes terakhir.

Bapa pun meninggalkan Dia.  Kesunyian itu amat menyiksa  sehingga Dia berteriak,   “Eli, Eli, lama sabakhtani?”

Bapa berdiam diri.

Dia pun paham apa itu kesunyian.  Maka ditinggalkannya warisan Nya  “Ya Bapa, ampunilah mereka,  sebab mereka tidak tahu   apa yang mereka perbuat.”

Dia pun berteriak, “Ya Bapa,  ke dalam tangan-Mu  Kuserahkan nyawa-Ku.”   Dia pun mengembalikan Nafas Nya  kepada Bapa Nya.

Jalan sunyi itu berakhir.

Jalan bersama dimulai.