Sarah 5012 5

Sarah 5012 5

Abraham: Sebaiknya kita gunakan cara lain untuk membuktikan identitas mu.

Sarah: Jadi kau tidak ingin aku mati?

Abraham: Tentu saja.

Sarah: Kenapa?

Abraham: Karena aku ingin mendengar lebih banyak ceritamu mengenai Bumi dan Thomas Babel. Memori komputer “Bahtera Nuh” sebagian besar diisi oleh informasi genetik binatang-binatang di bumi, matematika, fisika, biologi, kimia dan medis. Informasi sejarah, budaya dan seni hanya sedikit saja.

Sarah: Apa lagi yang dicatat mengenai diriku?

Abraham: Ayahmu adalah seorang petarung jalanan. Pembunuhan ibumu membuat ayahmu murka. Menurut legenda dia menyerbu markas sekte Maria Si Pelacur dan membantai ribuan orang.

Sarah: Menurut legenda? Kau pikir itu cuma dongeng?

Abraham: Sarah itu tidak masuk akal. Tak mungkin satu orang bisa membunuh ribuan orang.

Sarah: Kalau kau bisa mengendalikan mesin nano dalam tubuhmu itu bisa dilakukan. Aku sendiri pernah membunuh ribuan orang.

Abraham: Apa? Tidak mungkin. Untuk mengendalikan mesin nano dibutuhkan bantuan Inteligensia Buatan.

Bersambung …

Sarah 5012 4

Sarah 5012 4

Sarah: Apa tidak ada data biometrik aku di komputer “Bahtera Nuh”?

Abraham: Pertempuran karena pemberontakan menyebabkan komputer rusak. Data biometrik salah satu data yang lenyap.

Sarah: Kalau begitu bagaimana aku bisa membuktikan identitasku?

Abraham: Menurut legenda Sarah Cain adalah seorang yang luar biasa. Dia memiliki beberapa kemampuan unik. Ibu Sarah Cain adalah pelacur dan juga anggota sekte rahasia Maria Si Pelacur. Ilmu-ilmu rahasia sekte ini diturunkan ke Sarah Cain tanpa persetujuan sekte ini. Akibatnya Ibu Sarah di hukum mati. Salah satu ilmu ini adalah pengendalian fungsi biokimia tubuh secara sadar. Sarah Cain mampu mendeteksi dan menawarkan racun apapun. Karena itu dia menjadi pengawal pribadi Thomas Babel.

Sarah: Baiklah. Sediakan aku racun untuk dimakan atau diminum. Aku akan buktikan aku adalah Sarah Cain.

Abraham: Apa kau gila. Kau bisa mati.

Sarah: Tentu saja aku bisa mati. Kematian membuat hidup ini berharga. Kau tahu salah satu cara berlatih ilmu yang kumiliki? Aku diracuni oleh ibuku dan harus menawarkan racun tersebut. Waktu mulai belajar aku sering hampir mati. Kalau sudah hampir mati baru ibuku membantu.

Bersambung …

Sarah 5012 3

Sarah 5012 3

Sarah: Alkitab adalah kitab agama Kristen.

Abraham: Oh kitab agama. Sebelum melakukan kolonisasi planet Jesa Thomas Babel menyatakan agama adalah konsep terkutuk yang membawa penderitaan bagi umat manusia. Agama hanya membawa peperangan dan perpecahan. Karena itu dia mau menghapus semua kitab agama dari dalam memori komputer “Bahtera Nuh”. Pernyataan Thomas ditentang oleh sebagian awak pesawat. Pemberontakan terjadi. Separuh awak pesawat mati. Thomas sukses menumpas semua pemberontak. Pernyataan Thomas terbukti benar. Aku tidak bisa bayangkan penderitaan manusia kalau Thomas Babel gagal.

Sarah: Oh bangsat pengkhianat itu sukses juga akhirnya. Memusnahkan agama memang salah satu target utama bangsat itu.

Abraham: Sarah kau jangan menghina Thomas Babel. Tanpa dia membangun “Bahtera Nuh” umat manusia sudah musnah dari alam semesta.

Sarah: Kau jangan membantahku. Tanpa pertolongan aku Thomas Babel sudah mati puluhan kali.

Abraham: Memang kau siapa sih?

Sarah: Aku adalah Sarah Cain. Tangan kanan Thomas Babel. Kekasih, teman dan juga musuh terbesar Thomas Babel.

Abraham: Apa? Tapi Thomas Babel mencatat dalam log pesawat bahwa Sarah Cain meninggal dalam kecelakaan selagi memperbaiki pesawat “Bahtera Nuh”.

Sarah: Oh begitu. Itu dusta. Yang terjadi adalah dia berusaha membunuhku.

Abraham: Apa kau bisa membuktikan bahwa kau adalah Sarah Cain?

Bersambung …

Sarah 5012 2

Sarah 5012 2

Abraham: Kau berasal dari planet mana?

Sarah: Planet Bumi.

Abraham: Tapi planet Bumi sudah musnah di tahun 2998.

Sarah: Betul. Aku menyaksikan sendiri kehancuran planet Bumi.

Abraham: Wah luar biasa. Ini berarti kau satu satunya manusia kelahiran Bumi yang masih hidup. Kalau begitu kau juga adalah salah satu penumpang pesawat “Bahtera Nuh”.

Sarah: Abraham kita di planet mana?

Abraham: Ini adalah planet Jesa. Planet ini salah satu planet terdekat dengan planet Bumi. Ini adalah planet pertama yang di kolonisasi umat manusia sesudah kehancuran Bumi. Kau ditemukan di ruang angkasa di sekitar planet ini.

Abraham: Apa kau kenal dengan Thomas Babel?

Sarah: Tentu saja. Dia adalah kekasihku bahkan temanku sejak masa kanak-kanak. Dia juga yang mencoba membunuh aku. Dia membius aku dan membuang aku keluar dari “Bahtera Nuh”. Sebenarnya aku sudah sadar waktu dia akan membuangku dan bisa melawan. Tapi aku pikir tidak ada gunanya lagi aku hidup kalau tidak ada lagi yang mencintaiku. Di saat terakhir Roh mengingatkan aku betapa berharganya hidup. Aku memakai semua ilmu bela diri yang ku miliki untuk mempertahankan hidupku.

Abraham: Siapa itu Roh?

Sarah: Namamu Abraham bagaimana mungkin kau tidak tahu siapa Roh? Apa kau tidak pernah baca Alkitab?

Abraham: Buku apa itu Alkitab?

Bersambung …

Sarah 5012 1

Sarah 5012 1

Asisten: (Dengan nafas terengah karena habis berlari) Prof. Gadis angkasa terbangun.

Profesor: Apa?

Mereka lalu berlari ke ruangan gadis itu. Gadis itu telanjang bulat dan duduk dengan santai di sebuah bangku.

Gadis: Kalian kelihatan terburu-buru. Ada apa sih?

Prof: Kau akhirnya bangun juga.

Gadis: Ya. Terus?

Prof: Ada banyak yang ingin kutanyakan padamu.

Gadis: Sama dong. Tapi kau pria yang beradab atau tidak sih. Sediakan aku pakaian dulu. Lalu buatkan aku makanan yang enak. Kita bisa ngobrol sambil makan. Anggap saja ini kencan pertama kita.

Prof: (Muka merah padam dan tersipu malu) Maafkan aku.

Prof segera keluar dari ruangan lalu meminta asisten nya memenuhi permintaan gadis tersebut. Sesudah memakai pakaian maka gadis itu langsung makan dan minum hidangan yang disajikan. Gadis itu meminta Prof menemani dia makan.

Gadis: Apa yang ingin kau tanyakan?

Prof: Apa kau manusia?

Gadis: Tentu saja.

Prof: Tapi beberapa karakteristik fisik mu melampaui parameter manusia normal. Kenapa?

Gadis: Entahlah.

Prof: Kami menemukan mu di luar angkasa dalam keadaan telanjang bulat. Bagaimana hal itu terjadi?

Gadis: Ada yang mau membunuh ku.

Prof: Kenapa?

Gadis: Eh tunggu dulu. Apa kau sedang menginterogasi aku? Aku kira kita sedang berkencan.

Prof: (Tersipu malu) Maafkan aku.

Gadis: Aku maafkan. Kau sudah bertanya 2 kali. Aku juga akan bertanya 2 kali.

Gadis: Siapa namamu ganteng?

Prof: Abraham.

Gadis: Aku suka namamu. Namaku Sarah.

Sarah: Abraham tahun berapa sekarang?

Abraham: Tahun 5012.

Sarah: (Dengan suara lirih) 2000 tahun, Abraham dan Sarah, apakah sejarah harus diulang lagi?

Abraham: Eh. Apa maksudmu?

Sarah: (Tersenyum manis) Lupakan saja. Lebih baik kita teruskan kencan kita.

Sejarah memang terus berulang tapi variasinya tak terbatas.

Bersambung …

Sarah 5012 0

Sarah 5012 0

Waktu: Tahun 5000. Lokasi: Ruang angkasa.

Ini adalah tahun dimana umat manusia kembali menemukan hal yang misterius dan tidak bisa dijelaskan secara logis.

Kapal penjelajah “Penolong” menemukan seorang gadis cantik telanjang bulat berumur sekitar dua puluh tahun di luar angkasa. Gadis cantik ini seharusnya mati akan tetapi gadis ini masih hidup. Gadis itu hidup tapi dalam kondisi tidak sadar.

Gadis ini dibawa ke planet tempat tinggal manusia terdekat: planet Jesa. Setelah diselidiki oleh para ilmuwan akhirnya diketahui penyebab kenapa gadis ini masih hidup. Ada suatu medan pelindung yang terpancar dari tubuh gadis itu. Medan ini melindungi gadis tersebut dari kondisi mematikan ruang hampa udara.

Metabolisme gadis tersebut amat lambat dan aneh. Selain menghirup oksigen dan melepaskan karbon dioksida gadis tersebut bisa menghirup karbondioksida dan melepaskan oksigen. Karena hal ini komposisi udara dalam medan pelindung senantiasa tetap.

Sesudah berada di planet Jesa medan pelindung di sekitar tubuh gadis tersebut perlahan memudar. Metabolisme gadis tersebut juga menjadi normal. Gadis itu tetap dalam kondisi tidak sadar. Semua usaha untuk membangunkan gadis tersebut tidak berhasil.

Selama beberapa tahun gadis tersebut menjadi obyek penelitian. Metabolisme aneh gadis tersebut ditemukan penyebabnya. Tubuh gadis tersebut ternyata memiliki mesin nano kuno. Mesin nano gadis tersebut berumur sekitar 2000 tahun. Para ilmuwan dan dokter melakukan pembaharuan mesin nano gadis tersebut. Mereka lalu mencoba membangunkan gadis itu lewat koneksi jarak jauh. Usaha mereka tidak berhasil. Hal ini sebenarnya hal yang mustahil terjadi.

Sesudah tidak ada lagi yang bisa diteliti gadis itu ditaruh di museum. Gadis itu menjadi salah satu artifak kuno misterius yang ditemukan di ruang angkasa.

Waktu: Tahun 5012. Lokasi: Museum Misteri Jesa.

Roh: Sarah bangunlah. Sarah: Aku tidak mau. Roh: Kenapa kau tidak mau? Sarah: Kau tahu kenapa. Tidak ada lagi yang mencintaiku. Aku ingin tidur selamanya. Roh: Itu tidak benar. Kau tahu Aku mencintaimu. Sarah: Itu benar. Tapi aku sudah tidak tahu untuk apa aku hidup. Lagipula aku tidak bisa bercinta denganmu. Roh: Sarah aku butuh bantuanmu. Kalau kau tidak membantu maka umat manusia akan musnah. Sarah: Kau jangan berdusta. Roh: Apakah aku pernah berdusta? Sarah: Baiklah. Aku akan membantu. Apa yang harus kulakukan? Roh: Jadilah ibu bangsa-bangsa. Sarah: Oh menjadi ibu bangsa-bangsa? Itu berarti aku harus sering bercinta. Roh: Tentu saja. Sarah: Baik. Aku mau membantu.

Sarah pun bangun dari tidur panjangnya.

Bersambung …

Jalan Bersama 9

Jalan Bersama 9

Pengharapan, warisan dan kuasa.

Dia berkata, “Iblis sudah saatnya  kita bertarung”. Iblis menjawab  “Aku tidak mau. Pertarungan kali  ini pasti kau menang”. Dia  tertawa lalu berkata, “Kalau  belum dicoba mana kita tahu”.

Iblis menjawab, “Tuan aku memang  lawanmu tapi aku kan tidak  goblok. Pasukan kami sudah kalah  oleh pasukan Abraham dan Daud.  Maut sudah kalah oleh Simson.  Jelas semangat ku sudah  berkurang. Bertarung kurang  semangat jelas perbuatan yang  bodoh.”

Dia tertawa lalu berkata,   “Kau memang lawan yang  cerdik dan tahu diri. Tidak   seperti banyak kutu kupret yang  mengakui dirinya Kristen.  Lalu bagaimana sekarang?”.  Iblis menjawab, “Terserah padamu  saja”.

Dia lalu memberi perintah pada  Daud, “Kumpulkan semua orang  di Hades yang mau keluar.  Aku mengajak mereka pulang”.

Dalam perjalanan meninggalkan  Hades Daud bertanya, “Tuan  mengapa Tuan tidak membinasakan  Iblis dan Maut?” Dia menjawab  “Karena waktunya belum tiba.  Lagipula itu adalah tugas  generasi yang akan datang.  Generasi itu akan memiliki  orang-orang yang lebih  perkasa dari Abraham, Simson,   bahkan engkau. Generasi itu  adalah pemberianku bagi dunia”.

Daud bertanya, “Bagaimana itu  bisa terjadi sedangkan Engkau  akan tinggal bersama kami?”

Dia menjawab, “Sebelum Aku mati  Aku memang hanya bisa berada  di satu tempat. Tapi sesudah  Aku bangkit dan naik ke langit  maka Aku akan ada dalam hati  mereka lewat iman mereka  padaKu. Mereka juga akan  disertai Roh Kudus yang  mengajar mereka. Kekuatan  mereka tak akan bisa kau  bayangkan. Aku berharap  mereka akan sama perkasa  denganKu. Merekalah warisanKu  bagi dunia. Kuasa yang sama  yang membangkitkan Aku  bekerja dalam diri mereka.”

Daud terdiam lalu menangis,  “Tuan kasih Mu sungguh besar”

Dia lalu berkata, “Daud engkaulah  kekasihku. Di masa depan Aku  akan menyatakan diriku sebagai  akar dan tunas Daud. Awal dari  semua ini adalah Cinta. Akhir  dari segalanya juga Cinta.”

Mereka semua berjalan pulang  ke Langit.

Mereka sudah kembali ke Langit.  Kita masih di Bumi.  Kita adalah harapan Dia.  Kita adalah warisan Dia.  KuasaNya ada di dalam kita.

Tamat.

Jalan Bersama 8

Jalan Bersama 8

Cinta kuat seperti maut.

Pertempuran antara Simson dan Maut  berjalan sesuai dengan  ramalan Iblis. Babak-babak awal  dimenangkan Simson dengan  mudah. Tapi semakin lama  pertempuran berlangsung  Simson makin capai dan lukanya  makin banyak. Maut tetap kuat  seperti diawal pertempuran.

Pada babak tiga ratus ke atas  Simson kalah terus. Pada babak  ke enam ratus enam puluh enam   Simson bersujud di depan Dia  dan berkata, “Tuan maafkan  hamba. Hamba tidak mampu lagi  meneruskan pertempuran.”  Mendengar ini Iblis tertawa  terbahak bahak dan berkata  “Yang paling cerdik dari langit?  Omong kosong. Bwa ha ha ha.”

Dia mengangkat Simson berdiri dan  memeluknya. Airmatanya jatuh.  Lalu Dia berkata,  “Asalkan bisa bertahan  sampai akhir  maka kau bukan pecundang.”

Mendengar ini hati Simson membara.  Semangatnya pulih dan menyala  nyala. Pertempuran dilanjutkan  terus sampai seribu satu babak.

Begitu babak seribu satu berakhir.  Iblis berkata dengan sombong,  “Maut menang atas Simson.   Sejak babak tiga ratus ke atas  Simson tidak pernah menang.”

Dia tertawa lalu berkata,  “Kau jangan licik. Goblok.  Aturannya adalah yang tidak  mampu melanjutkan pertempuran  yang kalah. Simson bertempur  sampai akhir maka dia adalah  pemenang.”

Iblis terdiam dan tersipu malu.

Dia lalu berkata,”Nah bagaimana?  Iblis sepertinya tiba saatnya  buat kita untuk bertempur.”

Bersambung …

Jalan Bersama 7

Jalan Bersama 7

Dia yang paling cerdik di bumi.

Maut berkata, “Simson sebaiknya  kau menyerah saja. Kau kan  tidak pernah menang terhadap  aku.”

Simson menjawab dengan tenang,  “Itu benar. Tapi kita belum  tahu pasti siapa pemenangnya  kalau belum bertempur bukan?”

Iblis tiba-tiba berkata,  “Tunggu dulu. Sebelum kalian  bertempur sebaiknya kita  tetapkan dulu aturan  pertandingan.”

Iblis melanjutkan, “Aturan pertama  adalah pertempuran satu lawan  satu tidak boleh keroyokan.  Aturan kedua adalah pertempuran  berlangsung seribu satu babak.  Satu babak dimenangkan  kalau lawan terkapar dan  tidak mampu bangkit lagi.  Istirahat antar babak adalah  satu jam. Aturan ketiga adalah  pihak yang tidak mampu  melanjutkan pertempuran dianggap  kalah. Aturan ini adil kan?”

Dia menjawab, “Wah Iblis kau  memang yang paling cerdik  di bumi.”

Dia melanjutkan, “Kau takut Aku  membantu Simson jadi kau ajukan  aturan pertama. Kau tahu  pasti kehebatan Maut adalah  dia selalu pulih sempurna yang  sangat bermanfaat dalam  pertempuran yang lama maka  kau ajukan aturan kedua dan  ketiga. Baik. Aku setuju aturan  yang kau ajukan.”

Iblis kaget tapi juga gembira  mendengar hal itu. Simson  sebaliknya menjadi kaget dan  penasaran.

Simson bertanya, “Tuan sudah  tahu akal bulus Iblis.  Kenapa Tuan menerima begitu  saja aturan pertempuran Iblis?”

Dia menjawab, “Simson tenangkan  hati mu. Iblis paling cerdik  di bumi tapi aku lebih cerdik  karena Aku dari langit.”

Pertempuran antara Simson dan  Maut dimulai.

Bersambung …

Jalan Bersama 6

Jalan Bersama 6

Abraham dan Daud. Bapa dan anak.

Pertempuran antara Abraham dan  pasukannya melawan pasukan Iblis  dan maut berlangsung dengan  tidak seimbang. Keluarga  Abraham jumlahnya jauh lebih  sedikit. Walaupun kekuatan  satu orang prajurit Abraham  jauh lebih kuat dibandingkan  musuh tapi jumlah musuh  berlipat ganda.

Abraham bertempur dengan  cerdas dan bijaksana.  Formasi yang digunakan  mengutamakan pertahanan.  Abraham juga menjaga  jangan sampai dia dan  pasukan terkepung. Pasukannya  digerakkan kesana kemari.  menghindar posisi musuh yang kuat  dan menghantam posisi yang  lemah.

Pertempuran berlangsung lama.  Pimpinan musuh yang gemas  melihat cara bertempur   Abraham mencaci maki dia  sebagai pengecut. Abraham  tidak memperdulikan cacian  musuh. Dia tetap menggunakan  formasi bertahan dan strategi  pukul dan lari.

Karena musuh terlalu banyak  pasukan Abraham mulai berkurang  jumlahnya. Kekalahan sudah  di depan mata. Abraham dan  pasukan tetap bertempur  sekuatnya. Semangat tempur  mereka tetap membara.

Tiba-tiba terdengar suara shofar  membahana. Daud dan pasukan  muncul dan membantu Abraham.  Jumlah pasukan Daud sama banyak  dengan pasukan musuh.  Prajurit Daud lebih perkasa  dari prajurit musuh. Pasukan Daud  segar bugar sedangkan pasukan  musuh sudah capai. Keadaan  menjadi berbalik.  Pertempuran dimenangkan Abraham,  Daud dan pasukan. Pasukan  musuh dibantai habis tanpa  ampun.

Daud segera menghampiri Abraham  dan memeluknya. Daud berkata,  “Bapak Abraham maafkan aku.  Aku mengulur waktu untuk  membantu karena aku menanti  pasukan musuh kecapaian dahulu.”

Abraham berkata, “Tidak ada  yang perlu dimaafkan. Aku  senang kalau anak-anak ku  bertempur dengan cerdas dan  tidak asal nyeruduk kayak  kambing bandot. Bwa ha ha ha.”

Abraham berkata, “Bagaimana  kau tahu aku sedang bertempur?”

Daud menjawab, “Aku kan punya  mata-mata di pihak musuh.  He he he.”

Abraham berkata, “Wah kau memang  salah satu anakku yang  paling cerdas.”

Daud berkata, “Semua itu kan  berkat teladan yang bapak  berikan.”

Abraham berkata, “Tidak heran  Tuan kita sangat mencintaimu.  Kau pandai mengambil hati.”

Bersambung …