Taman Firdaus adalah taman kanak-kanak

Taman Firdaus adalah taman kanak-kanak

Kejadian 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:
"Beranakcuculah dan bertambah banyak;
penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,
berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan
atas segala binatang yang merayap di bumi."

Perintah Elohim kepada manusia adalah untuk beranakcucu dan memenuhi bumi.
Tapi apa yang dilakukan oleh Yehova?

Kejadian 2:15-17
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden
untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia:
"Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya,
pastilah engkau mati."

Manusia yang diperintahkan Elohim untuk beranakcucu dan memenuhi bumi
malah disuruh jadi pemelihara taman dan dilarang makan buah pohon pengetahuan
baik dan jahat. Kok bisa jadi beda begini ya? Itu karena manusia
belum siap beranakcucu dan memenuhi bumi.

Banyak orang membayangkan bahwa Adam diciptakan sebagai manusia dewasa.
Hal ini tidak benar. Adam dan Hawa diciptakan sebagai bayi dan mengalami
pertumbuhan menjadi kanak-kanak lalu dewasa.
Adam dan Hawa diciptakan oleh Yehova sebagai bayi dan
diasuh oleh orang tuanya yaitu Yehova.

Kejadian 2:25
2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu,
tetapi mereka tidak merasa malu.

Telanjang tetapi tidak merasa malu itulah kondisi alamiah bayi dan anak-anak.
Adam dan Hawa adalah kanak-kanak di Taman Firdaus.
Taman Firdaus adalah taman kanak-kanak.

Banyak orang menganggap peristiwa ular menggoda Hawa adalah
peristiwa Iblis menggoda manusia sehingga jatuh dalam dosa.
Sesungguhnya bukan itu yang terjadi. Kalau kita memperhatikan perkataan ular
maka perkataan ular bukanlah dusta. Pada saat manusia memakan buah pohon
pengetahuan baik dan jahat matanya memang terbuka dan manusia tidaklah mati.
Ular bukan menggoda melainkan mengajak Hawa untuk
mempertanyakan perintah Yehova sebagai orang tua kepada manusia.
Pada saat seorang manusia akil balik (bertumbuh dari kanak-kanak menjadi dewasa)
maka salah satu kondisi alamiah yang terjadi adalah mempertanyakan
apa yang sudah diajarkan dan diperintahkan orang tuanya kepada dia.
Manusia mulai bisa berpikir mandiri terlepas dari
apa yang diajarkan oleh orang tuanya Yehova.

Kejadian 3:7
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang;
lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Tahu bahwa mereka telanjang inilah kondisi manusia dewasa.
Sesudah itu matilah manusia, merekapun beranakcucu dan memenuhi bumi.

Kejadian 3:23-24
3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden
supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden
ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala
dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Ayub 7:9-10
7:9 Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang,
demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati
tidak akan muncul kembali.
7:10 Ia tidak lagi kembali ke rumahnya,
dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.

Manusia turun ke dunia dan tidak bisa kembali lagi ke Taman Firdaus.
Manusia tidak mati dalam pengertian berhenti bernafas.
Manusia mati dalam pengertian dia tidak bisa kembali lagi
ke rumahnya di Taman Firdaus.
Taman Firdaus adalah taman kanak-kanak.
Manusia yang sudah dewasa tidak bisa lagi kembali ke taman kanak-kanak.

Kejadian 4:1
4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya,
dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain;
maka kata perempuan itu:
"Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."

Sesudah menjadi dewasa barulah manusia beranakcucu dan memenuhi bumi.
Peristiwa di Taman Firdaus bukanlah peristiwa Iblis menggoda manusia
sehingga jatuh dalam dosa.
Peristiwa di Taman Firdaus adalah peristiwa
bertumbuhnya manusia dari kanak-kanak menjadi dewasa sehingga
manusia bisa memenuhi perintah Elohim kepada mereka.

Advertisements