Ajaran Sesat 1

Ajaran Sesat 1

Suatu hari seorang sahabat menelepon saya. Karena kesulitan yang dia alami akhirnya saya mengajarkan ajaran sesat yang bisa menyelesaikan masalah dengan masalah. Untunglah iman sahabat saya cukup teguh sehingga dia tidak menerima ajaran sesat saya.Berikut ini dialog kami:

Saya: Bagaimana gaji kamu sekarang? Cukup tidak buat kebutuhan kamu? Andaikan gaji kamu 5 juta berapa persen habisnya untuk kebutuhan kamu?
Sahabat: Kalau gajiku 5 juta maka 90% maka akan habis untuk kebutuhanku. Tapi gajiku tidak sampai segitu.
Saya: Apa? Gajimu tidak sampai 5 juta? Kamu kan manajer hotel?
Sahabat: Kalau kamu tahu gajiku kamu bakal kaget sampai kamu bisa langsung jalan.
Saya: Apa kamu tidak bisa cari sampingan yang halal sebagai manager hotel?
Sahabat: Kalau ini hotel biasa bisa. Masalahnya ini hotel esek-esek yang dipakai terutama buat “short time”. Dan hotel ini sudah terkenal sebagai hotel esek-esek. Kamu tahu suatu hari aku rapat dengan kepala dinas agama Kristen. Masak dia senggol aku terus tanya, “Apa betul kamu manajer hotel X”. Begitu aku jawab,”Iya”. Dia minta cewek. Aku tolak dia secara halus “Pak kita jangan bicara itu kita kan lagi rapat.”
Saya: Apa? Yang benar saja.
Sahabat: Ternyata dia sungguh-sungguh. Beberapa hari kemudian dia berkunjung ke hotelku dan minta dicarikan cewek.Aku bilang saja aku tidak urusan begituan tanya saja sama office boy hotelku. Tak kusangka. Dia benar-benar pesan cewek dan langsung pesan kamar “short time” malam itu.
Saya: Kacau benar.
Sahabat: Bukan itu saja. Singer yang sering naik pangggung di gereja besar di kotaku juga sering pesan kamar “short time” di hotelku.
Saya: Ah. Aku ada ide pekerjaan sampingan buat kamu. Pekerjaan ini ilegal tapi etis dan Alkitabiah
Sahabat: Apa tuh?
Saya: Begini. Sebagai manajer hotel kamu pasti bisa pasang kamera tersembunyi di hotel kamu. Kalau selebriti rohani macam kepala dinas agama, pendeta terkenal, singer terkenal, dll kamu foto mereka. Cukup kamu ambil 3 foto. Foto waktu mereka datang, foto mereka bertemu dengan cewek dan foto mereka bersama cewek di kamar. Terus kamu undang mereka dan kasih lihat foto-foto itu. Kamu katakan kamu bilang foto itu tidak akan beredar asalkan ditukar uang seharga 2 kali lipat harga cewek yang dia pesan. Penghasilan kamu akan bertambah drastis.
Sahabat: Ah. Ngaco kamu.
Saya: Kita cuma melakukan perintah Firman sahabatku. Bukankah ada tertulis, “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.”
Sahabat: Sesat.

Berhati-hatilah. Saat ini iman sahabat saya masih teguh. Tapi jalan hidup orang tidak ada yang tahu. Siapa tahu suatu saat dia akan mengalami kesulitan dan menjalankan ajaran sesat saya

Advertisements