Jalan Bersama 4

Jalan Bersama 4

Delila bertobat.

Pernikahan Delila dan Simson   disambut sorak sorai yang   meriah. Tapi tiba-tiba Dia   terlihat murka, menuding Delila   dan berkata,   “Bertobatlah kau Delila.”

Semua yang hadir jadi terkejut   mereka semua terdiam. Delila   tampak sedih dan berkata,   “Tuan, apa kesalahanku?”

Lalu Dia berkata, “Bagi Simson   kau satu-satunya wanita   yang dicintainya tapi   bagimu dia hanya salah satu   lelaki yang bisa kau gunakan   untuk mendapatkan   apa yang kau inginkan.”

Mendengar ini Delila lalu   menangis dengan amat sedihnya.  Air matanya mengalir   dengan deras.

Melihat ini Simson menjadi   marah dan berkata,   “Tuan. Perkataan Tuan memang   benar. Tapi jangan kejam  begini dong sama Delila.”

Dia membentak dan berkata,   “Aku sedang berurusan   dengan Delila. Kau jangan  ikut campur.”

Simson murka dan menyerang Dia.  Terjadilah pertarungan yang   amat seru. Pukulan dan tendangan   kedua petarung sangat dahsyat.  Semua perabotan di ruangan   tersebut porak poranda.  Hadirin pun menyingkir jauh   jauh supaya tidak kena pukul.

Sesudah pertarungan yang cukup   lama Dia berhasil mengalahkan  Simson. Simson terkapar dan   tak mampu bertarung lagi.

Delila langsung merawat luka-luka   Simson. Dia duduk di lantai   untuk beristirahat. Abraham   segera menyuruh pelayan dan   keluarganya untuk melayani Dia   dan juga membantu Delila   merawat Simson.

Delila lalu datang menghampiri   Dia lalu bersujud. “Tuan aku   memang bersalah. Di Hades ini   aku menjadi kekasih Simson pun  untuk memanfaatkan dia.   Melihat tingkah laku Abraham  aku jadi yakin bahwa Kau  pasti menjemput dan membawa   keluar dari Hades semua   umatMu. Aku tahu sebagai  orang   kafir aku tidak akan diajak keluar   dari sini. Aku pikir kalau   aku jadi kekasih Simson.  Mungkin dia akan mohon   belas kasihan Mu untukku dan   membawa aku keluar.”

Delila menghampiri Simson  dan berkata, “Maaf kan aku  kalau kau bisa. Aku memang   wanita hina. Tinggalkan dan   lupakan saja aku.”

Delila menangis. Simson menangis.  Hadirin pun menangis.

Dia tertawa terbahak bahak.  “Sudah jangan menangis lagi.  Delila sudah diampuni.  Aku akan mengajak nya   untuk keluar dari Hades.  Mari kita jenguk Daud saudaramu.”

Bersambung …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s