Firman Tuhan, Iman dan Keselamatan

Firman Tuhan, Iman dan Keselamatan

Ada orang-orang bodoh dan goblok yang menghubungkan agama dengan keselamatan. Buat saya ini hal yang amat sangat menggelikan dan tolol sekali. Keselamatan tidak terkait dengan agama. Keselamatan itu terkait dengan iman dan iman terkait dengan Firman Tuhan. Bagaimanakah manusia bisa percaya kepada Tuhan? Manusia bisa percaya kepada Tuhan kalau dia mendengar Firman Tuhan. Apakah yang anda anggap sebagai Firman Tuhan? Itulah inti permasalahannya. Banyak kitab suci di dunia ini akan tetapi kitab yang menyatakan bahwa dirinya adalah Firman Tuhan tidak banyak. Pada dasarnya hanya ada dua kitab yang menyatakan dirinya sebagai Firman Tuhan: Alkitab dan Al-Quran. Saya tidak akan membahas Al-Quran karena saya tidak berminat mempelajarinya dan juga tidak pernah mempelajarinya. Saya pribadi berpendapat bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Jika seseorang sungguh-sungguh membaca dan mempelajari Alkitab maka pada akhirnya imannya akan tumbuh dan iman itulah anugrah Allah yang menyelamatkan manusia.

Saya dibesarkan dalam keluarga yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan dari sisi ibu. Ayah saya dibesarkan dalam keluarga yang mempercayai kepercayaan tradisional bangsa Cina. Tetapi ibu saya seorang Kristen dan tidak mau menikah dengan ayah saya kalau ayah saya bukan orang Kristen juga. Karena hal itu maka ayah saya ikut katekisasi di gereja, dibaptis dan pergi ke gereja. Sesudah menikah dengan ibu saya maka selama beberapa tahun dia masih pergi ke gereja bersama ibu saya. Akan tetapi sesudah dua anak pertama lahir yaitu saya dan adik saya maka ayah saya cuma mengantarkan ibu saya ke gereja.

Saya mulai menyadari bahwa Tuhan ada setelah memperhatikan kehidupan doa ibu saya. Ibu saya sering mengajak saya dan adik-adik saya berdoa. Ibu saya berdoa dan sering sekali mendapat jawaban atas doa-doanya. Memang tidak semua doa ibu saya dijawab dengan segera oleh Tuhan. Beberapa doa ibu saya baru dijawab setelah bertahun-tahun. Akan tetapi seringnya doa ibu saya dijawab menyingkirkan semua keraguan dalam hati saya bahwa jawaban doa tersebut hanyalah kebetulan belaka saja. Saya tahu dan melihat bahwa Tuhan itu ada dan menjawab doa-doa kami.

Setelah saya mulai mahir membaca maka ibu saya meminta saya membaca Alkitab. Pada awalnya saya hanya membaca Alkitab sebagai suatu kewajiban saja dan juga karena saya ingin memenangkan lomba-lomba Alkitab di sekolah minggu. Akan tetapi sejak SMP hal tersebut mulai berubah. Tiap kali saya membaca Alkitab maka saya merasakan suatu tuntutan hati nurani yang saya anggap sebagai dorongan Roh Kudus untuk sungguh-sungguh mengakui Yesus sebagai Tuhan. Hati nurani saya menuntut saya untuk menyerahkan seluruh hidup saya dibawah pengaturan dan kendali Tuhan Yesus Kristus. Padahal saat itu saya sudah punya beberapa rencana mengenai apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya.

Hari demi hari, tahun demi tahun saya tetap membaca Alkitab dan tuntutan Roh Kudus makin kuat. Akhirnya saya memenuhi tuntutan itu pada saat saya di SMA. Saya mengakui Yesus sebagai Tuhan dalam hidup saya dan menyerahkan masa depan hidup saya sepenuhnya dalam pengaturan Tuhan. Saya lalu menyerahkan diri untuk dibaptis air. Sejak saat itu saya senantiasa berusaha mentaati pengaturan Tuhan dalam hidup saya. Selama saya mentaati Dia maka hati saya dalam damai sejahtera. Saya yakin saya diselamatkan bukan karena apa yang saya perbuat melainkan karena apa yang Dia perbuat.

Efesus 2:8-10
(8)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
(9)  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
(10)  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Roma 10:6-17
(6)  Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,
(7)  atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
(8)  Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.
(9)  Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
(10)  Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
(11)  Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”
(12)  Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
(13)  Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
(14)  Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
(15)  Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
(16)  Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”
(17)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s