Bilangan Seorang Manusia

Bilangan Seorang Manusia

Wahyu 13:18
(18)  Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Dalam tulisan Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM Hai-hai menyatakan bahwa ular adalah Iblis dan Iblis adalah Adam. Saya melakukan analisa Firman lebih mendalam dan menemukan hal tersebut juga dalam Kitab Wahyu. Dalam kitab Wahyu 12 dan 13 kita menemukan kisah mengenai 3 oknum penentang Allah di akhir zaman. Mereka adalah naga besar alias Iblis atau Satan, binatang yang keluar dari dalam laut dan binatang yang keluar dari dalam bumi. Mereka disebut juga sebagai triumvirat kejahatan: Iblis, anti-kristus dan nabi palsu.

Salah satu asumsi dasar dari tulisan Hai-hai adalah Adam yang adalah manusia disebut ular didalam kitab Kejadian pada saat dia melakukan kejahatan. Dalam kitab Wahyu 12-13 kita juga menemukan hal yang sama. Umumnya para teolog menafsirkan bahwa binatang dari dalam laut dan binatang dari dalam bumi adalah gambaran dari anti kristus dan nabi palsu. Mereka ini adalah manusia yang menentang Allah dan berusaha membelokkan penyembahan manusia ke Iblis. Penafsiran bahwa binatang dari dalam laut dan binatang dari dalam bumi adalah manusia berdasarkan pada Wahyu 13:8. Karena kejahatan mereka maka Allah menyebut dan menggambarkan mereka sebagai binatang. Nah kalau binatang dari dalam laut dan binatang dari dalam bumi boleh di tafsirkan sebagai manusia tapi disebut binatang karena melakukan kejahatan maka kita juga boleh mentafsirkan bahwa naga besar yang disebut Iblis atau Satan adalah manusia juga.

Pada peristiwa manusia berdosa dalam Taman Eden maka saat itu cuma ada Adam dan Hawa. Hawa bukanlah yang pertama berbuat dosa maka jelas bahwa Adam adalah manusia yang disebut dan digambarkan sebagai ular dalam Kejadian 3. Adam disebut ular karena melakukan kejahatan. Penafsiran ini adalah penafsiran yang sejalan dengan penafsiran yang digunakan untuk Wahyu 12 dan 13.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s