Memberi dan bukan Perpuluhan

Banyak gereja mengajarkan perpuluhan. Apa yang dimaksud dengan perpuluhan yang diajarkan oleh banyak gereja? Perpuluhan yang dimaksud adalah mempersembahkan 1 per 10 dari penghasilan yang diterima ke gereja untuk dipakai buat pekerjaan Tuhan. Persepuluhan biasanya diajarkan dengan menggunakan ayat dari Maleakhi 3:8-12.

Maleakhi 3:8-12
(8)  Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
(9)  Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
(10)  Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
(11)  Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
(12)  Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Selama bertahun-tahun saya juga mempercayai ajaran ini. Sampai suatu saat saya iseng dan mempergunakan search engine Google untuk belajar lebih lanjut akan masalah perpuluhan ini. Saya menemukan sebuah situs yang mengejutkan saya:

http://www.tithing-russkelly.com/

Situs ini didasarkan pada buku yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari disertasi seorang doktor teologi. Doktor teologia tersebut adalah Russel Earl Kelly. Buku hasil karya Russel di beri judul “Should the Church Teach Tithing?”. Jika anda ingin membaca buku tersebut maka bisa di download dari sini:

http://www.4thedisciple.com/tithes.pdf

Setelah membaca situs tersebut dan bukunya maka saya setuju dengan isinya. Perpuluhan bukanlah ajaran dan perintah untuk gereja. Perpuluhan adalah perintah Tuhan untuk umat Israel di Perjanjian Lama. Yang diajarkan Tuhan untuk Gereja dibawah Perjanjian Baru bukanlah perpuluhan akan tetapi memberi. Dan memberi ini tidak ada batasannya dan sepenuhnya tergantung akan pengaturan Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Tuhan mengasihi bukan orang memberi perpuluhan akan tetapi orang yang memberi dengan sukacita:

2Co 9:7
(7)  Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Sesudah meyakini akan hal diatas maka saya melakukannya dalam hidup saya. Saya mendapati bahwa saat ini saya mampu memberi lebih dari perpuluhan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Saya tidak lagi memberi perpuluhan ke gereja tapi saya masih memberikan persembahan pada tiap kebaktian. Tapi tiap bulannya Tuhan memberkati saya bahkan melebihi pada waktu saya memberikan perpuluhan. Pada bulan Agustus saya mempertimbangkan untuk memberikan THR satu bulan gaji untuk pembantu saya tapi saya tahu pendapatan saya tidak cukup. Tuhan memberkati dengan memberikan pekerjaan sampingan sebagai konsultan tiap hari Sabtu. Hasil dari pekerjaan sampingan tiap hari Sabtu itu bukan saja cukup untuk memberikan THR bagi pembantu saya tapi juga cukup untuk menolong keperluan mendesak dua orang lainnya. Puji Tuhan. Sekarang saya mengalami kebebasan dalam memberi. Tuhan memang memerintahkan kita untuk memberi dan bukan perpuluhan.

Luk 6:38
(38)  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s