Laporan Kopdarnas 15-17 Agustus

Laporan Kopdarnas 15-17 Agustus

Persiapan keberangkatan

Pada tanggal 15 sampai 17 Agustus para blogger SabdaSpace.org mengadakan Kopdarnas (Kopi darat nasional). Karena mau mengikutinya maka akupun mengambil cuti pada tanggal 14 dan 18 Agustus. Aku juga menabung untuk mempersiapkan dana yang diperlukan. Ternyata Tuhan memberikan berkat tak terduga bagiku. Satu bulan sebelum kopdarnas berlangsung atasanku memberiku bonus yang hampir mencapai satu bulan gaji. Bonus ini diberikan karena ada pekerjaanku yang dibeli oleh pembeli dari luar negeri. Jadi dana yang kuperlukan tersedia dengan melimpah. Sayangnya aku membuat kesalahan. Aku baru memesan tiket pesawat 2 minggu sebelum kopdarnas sehingga harus membayar sedikit lebih mahal dari harga normal. Memesan tiket 1 bulan sebelumnya sebenarnya sudah diingatkan oleh Joli. Thanks Joli. Lain kali aku akan lebih memperhatikan nasihatmu.

Sesudah memesan tiket pesawat aku segera memberitahukan pada Joli mengenai jadwal keberangkatan dan tiba pesawatku. Joli segera menyatakan bahwa dia akan menjemputku. Ini sesuatu yang sangat kusyukuri karena aku sangat jarang bepergian sehingga tanpa panduan aku mungkin saja tersasar. Belum lagi jemputan dari Joli juga menghemat biaya perjalananku.

Keberangkatan

Pada tanggal 15 Agustus aku berangkat dengan taksi Blue Bird yang sudah aku pesan sehari sebelumnya ke bandara. Perjalanan berlangsung dengan lancar. Pesawat yang aku pakai berasal dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air. Ternyata pesawat ini mengalami keterlambatan sekitar satu jam. Aku segera memberitahukan hal ini ke Joli lewat SMS. Sejak aku bergabung dengan perusahaanku saat ini yaitu Galileo Indonesia aku jadi sering bepergian dengan pesawat terbang. Sebelumnya aku jarang sekali bepergian dengan pesawat terbang bahkan pasporku sudah hilang. Tapi sejak masuk perusahaan ini aku sudah 3 kali bepergian dengan pesawat:

  1. Pergi ke Singapore untuk perbaikan programku di kantor Galileo Singapore.
  2. Pergi ke Kuala Lumpur untuk liburan bersama-sama rekan-rekan perusahaan.
  3. Pergi ke Solo untuk Kopdarnas SabdaSpace.org

Sesudah beberapa kali bepergian dengan pesawat maka aku menarik kesimpulan bahwa aku tidak menyenangi mode transportasi ini. Walaupun menggunakan pesawat menghemat sangat banyak waktu dan tidak bisa dihindari untuk tujuan tertentu tapi ada hal-hal tertentu yang tidak kusenangi:

  1. Tinggal landas dan mendarat selalu membuat kepalaku pusing dan aku merasa ingin muntah.
  2. Bangku pesawat sangat sempit dan tidak nyaman buatku.
  3. Biaya perjalanan menggunakan pesawat cukup tinggi.

Untuk kopdarnas berikutnya mungkin aku berangkat dengan kereta api saja.

Perjalanan berlangsung sekitar 1 jam dan aku sampai di bandara Adi Sumarmo Solo sekitar pukul 12 kurang sedikit. Aku segera SMS Joli memberitahukan kedatanganku. Karena aku tidak melihat Joli aku ke toilet dahulu. Di toilet Joli menelponku karena dia tidak melihatku. Sesudah keluar dari toilet aku segera menelusuri parkir mobil dan aku melihat ada yang melambai kepadaku dari dalam mobil. Ternyata itu Joli.

Kami meninggalkan bandara dan menuju kantor YLSA. Jalanan di Solo terasa sangat lengang dan sepi buatku tapi Joli bilang jalanan cukup ramai karena itu hari libur. Udara di Solo sangat bersih dan segar dibandingkan dengan udara di Jakarta. Sesudah waktu perjalanan sekitar 30-40 menit kami sampai di kantor YLSA. Kantor YLSA adalah sebuah rumah yang asri. Suasananya teduh karena ada banyak pohon di sekitar rumah.

Acara di YLSA

Saya dan Joli ternyata menjadi peserta yang datang paling akhir. Semua peserta Kopdarnas sudah berkumpul dan sedang memperkenalkan diri dengan cara yang unik. Peserta bukan memperkenalkan dirinya tapi memperkenalkan blogger lain yang dikenalnya. Acara di pimpin oleh MC Ari Thok. Ternyata penunjukan sepihak oleh penonton jadi kenyataan.

Sesudah pujian maka ada renungan Firman yang dibawakan oleh Risdo. Lalu dilanjutkan dengan atraksi menurunkan sebuah gagang sapu secara bersama-sama oleh beberapa orang. Atraksi ini tidak berhasil karena ternyata susah sekali menurunkan sebuah gagang sapu dengan cuma di pegang oleh dua jari telunjuk.

Jesicca

Salah satu hal yang menarik perhatianku adalah beberapa whiteboard yang dilukis spidol dengan gaya manga. Manga adalah komik Jepang. Whiteboard ini ternyata dilukis oleh Jessica anak dari Bu Yulia. Menurut saya Jessica berbakat dalam menggambar.

Akhirnya tibalah acara yang dinanti-nantikan yaitu makan siang. Makan siang kali ini adalah tumpeng yang dipotong oleh Admin lalu diserahkan ke duta besar SabdaSpace alias Joli. Joli di beri gelar duta besar karena Joli adalah blogger yang paling banyak melakukan kopdar di seluruh pelosok Indonesia. Karena pekerjaannya Joli sering berkunjung ke berbagai kota di Indonesia. Joli sering kali mengadakan kopdar dengan para blogger SabdaSpace di kota yang dikunjunginya. Saya sendiri pertama kali berjumpa dengan Joli waktu dia berkunjung ke Jakarta. Waktu itu kami bertemu di Plaza Semanggi.

Satu hal yang membuat aku agak sedih adalah aku tidak bisa bertemu anakpatirsa. Ayah dari anakpatirsa meninggal sehingga dia pulang kampung ke Kalimantan. Aku berdoa tahun depan anakpatirsa bisa ikut kopdarnas. Dia adalah salah satu blogger yang paling aku kagumi. Tehnik menulisnya sungguh bagus dan sangat unik.

Selain tumpeng dengan lauk perkedel, daging empal dan telur ada juga lumpia goreng dan bakmi dengan jamur dan daging ayam. Makanan yang tersedia cukup melimpah. Sekalipun ada beberapa blogger yang masih dalam masa pertumbuhan dan tambah nasi beberapa kali akan tetapi nasi tumpeng dan lauknya masih tersisa.Sesudah berbincang-bincang sejenak maka kamipun berangkat ke Tawangmangu.

Perjalanan ke Tawangmangu adalah perjalanan mendaki bukit yang berliku. Mirip dengan perjalanan ke Puncak Bogor dari Jakarta. Jalan ke Tawangmangu dari Solo lebih berliku dan lebih mengerikan dibandingkan dengan jalan dari Jakarta ke Puncak Bogor. Butuh waktu sekitar 30-40 menit dari kantor YLSA untuk sampai villa di Tawangmangu.

Hari pertama di Tawangmangu

Bika Ambon MedanVila di Tawangmangu terletak di tengah lembah. Pemandangan dari vila indah: hamparan hijau sawah membentang di seling-seling pohon-pohonan. Sayangnya ada satu vila besar yang sedang dibangun yang merusak pemandangan. Joli mengajakku ke gazebo di vila sebelah. Vila sebelah dimiliki oleh orang yang sama yang memiliki vila Kopdarnas. Pemandangan dari gazebo vila sebelah lebih indah lagi. Kita bisa memandang jauh sekali ke sekitar lembah. Kami berbincang-bincang di gazebo sambil makan bika ambon medan. Bika ambon medan ini adalah oleh-oleh Hai-hai. Hai-hai bercerita mengenai pengalamannya berurusan dengan ecstasy dan heroin. Anda bisa membaca kisahnya di Bubuk Kristal Dewa, Jalan Pintas Ke Neraka

Acara sore dimulai dengan Bu Yulia membawakan materi mengenai visi dan misi YLSA. YLSA adalah lembaga yang membangun situs SabdaSpace. Mungkin banyak yang tidak tahu akan hal ini. Hal ini disebabkan link ke YLSA terletak dibagian paling bawah dari situs SabdaSpace.org. Coba kalian scroll browser kalian sampai ke paling bawah pasti akan terlihat:

© 2009 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabdaspace.org | Laporan Masalah/Saran
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo – No. Rekening: 0790266579 – a.n. Yulia Oeniyati

Nah sekarang kalian sudah tahu yayasan yang membangun situs ini sehingga kita bisa berinteraksi. Saya mengajak kita semua yang sudah merasakan berkat Tuhan lewat interaksi dengan sesama blogger dan tulisan-tulisan menarik di SabdaSpace ini untuk membantu YLSA dalam melaksanakan misinya. Silahkan transfer ke nomor rekening diatas kalau anda berminat membantu. Saya sudah melaksanakan hal ini. YLSA mengelola keuangannya secara terbuka. Ada laporan keuangan yang diterbitkan tiap bulan. Selain bantuan keuangan kita juga bisa membantu dengan tenaga. Dalam Kopdarnas saya bertemu dengan seorang tenaga sukarela YLSA yang membantu YLSA dalam melakukan penterjemahan.

Selagi mendengarkan penjelasan Bu Yulia makan malam pun dibagikan. Makan malam kali ini adalah sate kelinci pakai lontong. Kalau menurutku daging kelinci lebih keras dari daging ayam. Tapi rasanya lumayan juga. Sesudah sate kelinci maka dibagikan wedang ronde.

Acara berikutnya adalah tips untuk menulis yang dibawakan oleh blogger nomor satu di SabdaSpace.org yaitu Purnawan Kristanto.Mas Wawan sebutan akrab dari blogger ini membawakan materi yang sangat menarik. Ternyata kesulitan utama dari menulis adalah memulainya. Pertanyaan utama yang mengganjal seseorang pada saat mau menulis adalah apa yang harus saya tulis? Untuk menjawab pertanyaan ini Mas Wawan membagikan beberapa tips yang sangat baik dan menarik macam brainstorming, menulis bebas, rentetan kata, outline, dll.

Selagi acara berlangsung Joli meminjam HP untuk memandu rombongan IIk dari Semarang. Tidak berapa lama sesudah itu HP ku berbunyi dari nomornya itu nomor HP Clara Anita. Tapi pada saat kuangkat ternyata yang bicara adalah Iik dan minta bicara dengan Joli. Tak lama sesudah itu mobil rombongan Semarang pun tiba.

Sesudah itu aku membagikan sedikit saja tips untuk menulis dokumen HTML dengan mudah. Sebenarnya dengan menguasai cara menulis dokumen HTML dengan benar seseorang bukan saja bisa menulis blog dengan format yang menarik tapi bisa mencari nafkah. Karena dengan menguasai HTML seseorang bisa menjadi web desainer. Salah satu profesi yang senantiasa ada kerjanya di jaman Internet ini. Tapi berhubung para blogger menginginkan cara yang mudah untuk menulis HTML maka akupun membagikan cara paling mudah menulis dokumen HTML. Apakah cara paling mudah untuk menulis dokumen HTML? Sederhana saja: Gunakan kompozer. Dengan menggunakan kompozer maka seorang awam pun bisa menulis dokumen HTML dengan amat mudah. Sesudah dokumen HTML dituliskan maka tinggal dipilih seluruhnya baik lewat mouse ataupun lewat kunci keyboard Ctrl-A dan di paste ke editor blog di SabdaSpace.org.

Acara resmi berakhir kira-kira jam 11 malam. Karena sudah capai aku cuma mengobrol sebentar saja dan langsung masuk kamar untuk tidur. Kamar yang aku pilih adalah kamar yang lampunya mati. Aku bisa tidur baik lampu mati ataupun menyala akan tetapi tidurku lebih nyenyak kalau lampunya mati. Tidak berapa lama aku membaringkan diri untuk tidur ada yang mengikuti jejakku dan tidur di ranjang sebelah. Ternyata orang itu adalah Risdo yang akhirnya terganggu oleh dengkuranku.

Hari kedua di Tawangmangu

Aku bangun cukup pagi sekitar jam 5 pagi. Begitu keluar kamar aku lihat Hai-hai masih seru mengobrol. Hai-hai memang punya stamina luar biasa dalam hal ini. Akupun mandi. Airnya ternyata luar biasa dingin. Aku pikir aku nggak mau mandi lagi besok. Toh pada hari ketiga aku akan pulang. Melewatkan mandi satu hari saja rasanya tidak apa-apa toh.

Sesudah mandi akupun mendengarkan obrolan Hai-hai. Tidak berapa lama para wanita budiman dan cantik SS menawari kami kelompok pria untuk makan mie rebus instan. Para wanita baik hati ini dengan senang hati membuatkan mie rebus untuk kami pria-pria kelaparan. Sudah lama aku tidak makan mie rebus instan soalnya sarapan pagiku biasanya adalah Indomie Goreng.

Tidak lama sesudah itu Hai-hai pun mandi. Sesudah mandi Hai-hai memakai baju partai Kaypang (Pengemis) alias baju yang lengannya robek-robek. Rupanya baju ini membawa perubahan mental buat Hai-hai soalnya sesudah memakai baju ini dia membawakan komentar Alkitab gaya Hai-hai (Hai-hai style Bible Commentary). Wah apalagi ini? Biasanya saya membaca komentar Alkitab serius macam komentar Alkitab dari John Gill maupun Mathew Henry. Tapi komentar Alkitab gaya Hai-hai berbeda total. Komentar Alkitab gaya Hai-hai berisi pertanyaan berdasarkan Alkitab dan jawabannya yang juga harus berdasarkan Alkitab. Tapi ada syaratnya. Jawabannya harus lucu. Kalau orang tidak ketawa mendengar jawabannya berarti komentarnya masih salah. Bwa ha ha ha.

Karena gereja terdekat jaraknya cukup jauh maka peserta Kopdarnas memutuskan mengadakan ibadah minggu sederhana di vila saja. Yang membawakan pujian adalah Noni sedangkan yang membawakan Firman adalah saya. Saya membawakan Firman yang membahas bahwa membuang undi adalah bukan judi. Juga saya jelaskan tujuan dan praktek dari membuang undi. Walaupun tidak ada yang memainkan alat musik tapi peserta cukup bersemangat memuji Tuhan. Sesudah membawakan Firman maka saya ajak peserta ibadah bertanya jawab. Sebagaimana yang biasa terjadi di SS maka tanya jawab pun jadi seru. Lalu sesudahnya Noni membuka ruang kesaksian. Bu Yulia pun bersaksi mengenai kesembuhannya dari sakit pusing (vertigo) yang sempat dialaminya selama beberapa bulan. Suami Bu Yulia juga bersaksi mengenai pengaturan Tuhan sehingga ada orang yang mengantar Jessica mengikuti lomba cerdas cermat sekolah minggu sehingga dia bisa hadir di vila.

Acarapun dilanjutkan dengan atraksi bambu gila yang akan dipandu Hai-hai. Acara ini diselenggarakan di lapangan di bagian bawah vila. Jalan kesana cukup susah buatku karena curam. Nah di lapangan itu kami foto-foto lalu atraksi pun dimulai. Atraksi ini adalah beberapa pria diharuskan memegang sebatang bambu. Atraksi ini disebut berhasil apabila para pemegang bambu tidak lagi mampu mengendalikan gerakan bambu yang mereka pegang. Aku sebenarnya menawarkan diri untuk memegang batang bambu ini tapi Hai-hai menganjurkan jangan. Ya sudah aku mengikuti anjurannya. Tujuh pria SS pun memegang bambu. Bambu ini lalu di dorong di sisi kanan dan sisi kiri oleh Hai-hai. Tapi ternyata mereka tetap mampu mengendalikan gerakan bambu ini. Akhirnya atraksi ini dinyatakan gagal. Akupun bertanya kenapa gagal ke Hai-hai. Hai-hai memberikan penjelasan bahwa hal itu terjadi karena bambu yang digunakan terlalu kecil dan panjangnya tidak pas. Jika bambu nya cukup besar maka tidak bisa digenggam oleh tangan. Hal ini mengurangi kemampuan orang mengendalikan bambu. Bambu yang pas panjangnya maka pemegang di sisi kanan dan kiri akan sulit mengendalikan bambu. Dengan kondisi ini maka pada saat bambu di dorong di sisi kiri dan kanan maka akan ada peserta yang tidak sinkron gerakannya. Pada akhirnya gerakan pemegang bambu akan tidak seragam. Pada saat inilah peserta akan merasa bambu yang mereka pegang tidak bisa lagi dikendalikan gerakannya seakan-akan bambu dikendalikan roh jahat. Padahal yang terjadi adalah para pemegang bambu sudah tidak bisa sinkron lagi gerakannya.

Kamipun meninggalkan vila untuk makan siang. Tadinya acara makan siang ini akan di adakan di rumah makan Bu Ugi. Tapi ketika kami sampai disana ternyata tempat itu sudah penuh sesak. Selain itu terlihat begitu banyak mobil yang terparkir di sekitar rumah makan dan terlihat ada kumpulan orang yang menunggu di depan rumah makan tersebut. Akhirnya tempat makan siangpun diubah. Kami makan siang di rumah makan Bangun Trisno. Aku memesan nasi opor ayam, ada yang memesan pecel lele, Mas Wawan memesan gado-gado, Suami Bu Yulia memesan rawon. Suami Bu Yulia duduk di sebelah kananku sedang Bu Yulia di sebelah kiriku. Ternyata porsi nasi opor ayam terlalu sedikit. Bu Yulia yang empatik pun menyadari akan hal ini. Bu Yulia menawarkan aku memesan makanan tambahan. Akhirnya akupun memesan gado-gado.

Selagi makan Suami Bu Yulia bercakap-cakap dengan ku. Dia membagikan visi pelayanannya yaitu menggunakan IT untuk merubah cara pelayanan. Apa maksudnya? Sebagai contoh kalau kita menggunakan IT untuk mengelola keuangan gereja maka itu berarti bisnis seperti biasanya (Business as usual). Hal ini tidak mengubah pelayanan. Akan tetapi kalau kita menggunakan IT untuk melakukan pelatihan teologia kaum awam lewat Internet, menggunakan IT untuk mempermudah dan mempercepat seseorang mempelajari Alkitab atau menyebarkan bahan-bahan belajar Firman lewat sarana Internet atau media digital maka berarti IT telah merubah cara gereja dalam melayani.Suatu pemikiran yang visioner dan jauh ke depan.

Habis makan siang kamipun kembali ke vila. Sebagian peserta memutuskan mau mengunjungi air terjun Grojogan Sewu. Sedangkan sebagian peserta lainnya memutuskan untuk beristirahat di vila. Akupun memutuskan untuk beristirahat di vila. Pada saat peserta yang pergi ke Grojogan Sewu pulang ternyata mereka tidak berhasil pergi kesitu karena tempat tersebut sudah ditutup karena sudah terlalu sore.

Rombongan peserta yang melakukan perjalanan paling lama pun akhirnya tiba di vila. Rombongan peserta ini adalah No Stress in Depress dan kawan-kawannya. Mereka melakukan perjalanan selama 20 jam menggunakan bus. Sungguh tekad yang luar biasa. Mereka ternyata masih muda-muda. Saya perkirakan Nosid dan kawan-kawan masih berusia 20-an tahun. Semangat muda yang membara.

Waktu makan malampun tiba. Kami pergi untuk makan malam di rumah makan Pondok Indah. Menunya kali ini yang mengatur adalah Joli dan Hai-hai. Menu makan malam kali ini cukup mewah: Sup asparagus kepiting, gurame goreng, ayam belado, kangkung cah dan berbagai macam sambal.

Joli menawarkan saya untuk menginap di Rumah Turi supaya dia lebih mudah mengantar saya ke bandara. Soalnya jadwal keberangkatan saya adalah jam 10:35. Rumah Turi adalah hotel milik Joli yang bernuansa hijau (Green). Hotel ini dirancang ramah lingkungan dengan menggunakan pemakaian ulang air dan bahan bangunan. Saya, Joli dan Daniel pun berangkat ke Solo. Perjalanan pulang ke Solo dari Tawangmangu cukup menyeramkan juga karena dilakukan malam hari dan jalanan yang berliku-liku dan curam.

Sesampainya di Solo Joli mengantarkan Daniel terlebih dahulu ke rumahnya lalu barulah kami menuju ke rumah Turi. Rumah Turi terletak ditengah-tengah kota Solo. Rumah Turi terlihat sangat asri karena banyaknya pohon-pohonan di sekitarnya. Lagi-lagi Joli berbaik hati dan saya tidak usah membayar untuk menginap di hotel yang indah ini.

Sesampainya di kamar ternyata air hangat tersedia sehingga akupun bisa mandi dengan nyaman. Tidak berapa lama kemudian petugas hotel menelpon dan menanyakan aku mau makan pagi apa. Aku memilih nasi goreng. Akupun tidur dengan nyenyak.

Hari ketiga di Solo dan pulang

Aku bangun sekitar jam 5. Karena masih terlalu pagi akupun menghabiskan waktu dengan menonton televisi. Sekitar jam 7 akupun keluar kamar dan check out dengan mengembalikan kunci kamar. Akupun menunggu di restoran Rumah Turi. Tidak berapa lama maka makan pagi ku yaitu nasi goreng disediakan. Selagi aku makan pagi ternyata Joli menelpon dia mengajakku makan pagi Timlo Solo bersama dengan suaminya Mas Paul.

Joli tiba bersama seorang pria yang gagah dan berwibawa. Pria ini adalah Paul suami Joli. Kami pun berbincang-bincang di perjalanan menuju ke Timlo. Paul ternyata tertarik mengenai WiMax. Timlo ternyata adalah makanan yang terdiri dari semacam risol daging, daging dan jeroan ayam dengan kuah bening yang gurih.

Sehabis dari Timlo Solo maka Joli dan Paul mengantarku ke bandara. Perjalanan berjalan lancar tapi sesampainya di bandara ternyata mobil tidak bisa merapat ke lobby bandara karena lapangan didepan lobby di pakai untuk upacara bendera HUT kemerdekaan RI 17 Agustus. Tapi tidak masalah karena koperku tidak terlalu berat dan jarak ke lobby tidak terlalu jauh.

Kali ini pesawat Sriwijaya Air berangkat sesuai jadwal dan akupun tiba dengan selamat di Jakarta. Nah sekian laporan perjalanan saya ke Kopdarnas 15-17 Agustus.

Terima kasih Joli, YLSA, rekan SS dan Tuhan Yesus

Saya mengucapkan banyak terima kasih buat Joli yang telah mengantar saya ke bandara, menyediakan kamar di Rumah Turi dan mentraktir Timlo Solo. Kiranya Tuhan Yesus membalas segala kebaikannya. Terima kasih buat rekan-rekan YLSA (Bu Yulia dan Suami dan staf YLSA) yang telah menyediakan SabdaSpace.org sebagai sarana interaksi diantara para blogger. Terima kasih buat rekan-rekan SS yang hadir: Hai-hai, Mas Wawan, Tante Paku, Daniel, Vicksion, Risdo, Clara, Iik, Nosid, Priska, Love, Riyanti dan rekan-rekan lain yang tidak saya sebutkan. Terima kasih buat Tuhan Yesus yang telah memberkati kami dengan ikatan kasih, sukacita dan damai sejahtera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s