Kambing dan Domba

Yesus memberikan perumpamaan bahwa penghakiman terakhir adalah seperti memisahkan kambing dari domba. Ini adalah salah satu perumpamaan yang paling sulit dalam Injil. Perumpamaan ini sulit dimengerti karena Yesus menyembunyikan inti dari perumpamaan ini. Bertahun-tahun yang lalu Tuhan pernah mendorong saya untuk mempelajari Matius 24-25.

Empat perumpamaan dalam Matius 24-25 : Hamba yang setia dan jahat, Gadis bijaksana dan bodoh, Talenta diberikan pada hamba yang setia dan yang jahat serta penghakiman kambing dan domba adalah inti ajaran Kristus mengenai penghakiman Tuhan. Tapi dalam tulisan ini saya hanya akan membahas mengenai penghakiman kambing dan domba.

Mat 25:31-46
(31) “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya
dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia,
maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
(32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya
dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang,
sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
(33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya
dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
(34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya:
Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku,
terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
(35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan;
ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum;
ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
(36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;
ketika Aku sakit, kamu melawat Aku;
ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
(37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya:
Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan,
atau haus dan kami memberi Engkau minum?
(38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan,
atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
(39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
(40) Dan Raja itu akan menjawab mereka:
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini,
kamu telah melakukannya untuk Aku.
(41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya:
Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk,
enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
(42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan;
ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
(43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian;
ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
(44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya:
Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing,
atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
(45) Maka Ia akan menjawab mereka:
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini,
kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
(46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal,
tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Hai-hai mengatakan demikian mengenai perumpamaan: “Kita membuat perumpamaan untuk menjelaskan, Dia membuat perumpamaan untuk menyesatkan.” Saya mengerti apa maksud Hai-hai tapi saya sendiri tidak akan menggunakan ungkapan demikian soalnya Tuhan tidak suka kesesatan jadi Dia tidak mungkin menyesatkan. Saya akan menggunakan ungkapan: “Manusia menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan sesuatu. Tuhan menggunakan perumpamaan untuk menyembunyikan sesuatu.”

Perumpamaan kambing dan domba diatas mengandung suatu makna tersembunyi. Pada saat-saat awal saya merenungkan perumpamaan ini saya juga terjebak dengan berpikir maknanya adalah kita harus melihat Yesus dalam orang-orang yang mengalami kesusahan dan membantu mereka. Kalau kita membantu orang-orang yang kesusahan maka Yesus akan memperlakukan bantuan tersebut sebagai bantuan terhadap dirinya. Lalu nanti di penghakiman terakhir maka Yesus memperhitungkan hal tersebut dan kita luput dari hukuman. Pemikiran seperti ini walaupun mulia tapi bertentangan dengan ajaran Firman. Seseorang tidak bisa luput dari hukuman cuma karena dia berbuat kebaikan atau jasa. Saya membahas mengenai prinsip ini dalam blog saya yang berjudul “Jalan Ke Surga“. Satu-satunya jalan ke surga hanyalah pengorbanan Yesus Kristus. Hanya anugrah Allah yang bisa menyelamatkan kita.

Setelah cukup lama merenungkan perumpamaan ini maka akhirnya saya mengerti beberapa kunci pemahaman untuk mengerti perumpamaan Yesus ini.

  1. Manusia dihakimi sebagai kambing atau domba. Coba perhatikan awal perumpamaan Yesus. Yesus langsung memilih sekelompok orang sebagai domba dan sekelompok orang sebagai kambing. Coba kita pikirkan baik-baik. Bagaimana caranya domba bisa menjadi domba? Ini kelihatannya pertanyaan konyol. Tapi inilah kuncinya. Suatu mahluk cuma bisa jadi domba kalau dia dilahirkan oleh domba lagi. Domba melahirkan domba. Kambing melahirkan kambing. Sekalipun domba mencoba berperilaku seperti kambing tetapi domba tidak bisa merubah dirinya menjadi kambing. Domba tetap domba dan kambing tetap kambing. Dengan kata lain perbedaan diantara mereka disebabkan oleh kelahiran. Ini sesuai dengan ajaran Yesus Kristus:

    Yohanes 3:3-6
    (3) Yesus menjawab, kata-Nya:
    “Aku berkata kepadamu,
    sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali,
    ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
    (4) Kata Nikodemus kepada-Nya:
    “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?
    Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
    (5) Jawab Yesus:
    “Aku berkata kepadamu,
    sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,
    ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
    (6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging,
    dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

    Apa yang dilahirkan domba adalah domba. Apa yang dilahirkan Roh adalah roh.

  2. Domba akan berperilaku sebagai domba dan kambing akan berperilaku sebagai kambing. Seseorang yang dilahirkan oleh Roh akan melakukan kebaikan. Tapi dia tidak menyadari bahwa dia melakukan kebaikan. Dalam pandangan seseorang yang sudah mengalami kelahiran baru maka melakukan kebaikan adalah hal yang alamiah. Jadi ketika Tuhan memberikan upah pada perbuatan baik tersebut maka orang yang lahir baru akan bersikap seperti hamba tak berguna:

    Lukas 17:10
    (10) Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

  3. Kejahatan bukan hanya berarti melakukan sesuatu yang jahat. Kambing dihukum bukan karena melakukan sesuatu yang jahat tapi karena tidak melakukan hal yang baik. Sesungguhnya sebagian besar umat manusia adalah kambing. Mereka bukan berbuat jahat hanya saja mereka tidak melakukan hal yang baik. Mereka hanya mengurus urusannya sendiri dan keluarga. Tentu saja sebab utama mereka dihukum bukanlah karena hal ini. Tidak melakukan hal yang baik hanyalah tanda bahwa mereka kambing. Mereka dihukum bukan karena perbuatan. Mereka dihukum karena mereka adalah kambing. Kambing adalah manusia yang dilahirkan dari daging tapi tidak pernah mengalami kelahiran dari Roh. Lalu bagaimana seseorang bisa mengalami kelahiran dari Roh? Seseorang bisa mengalami kelahiran dari Roh kalau terang kasih Tuhan bersinar atas dirinya:

    Yohanes 3:16-21
    (16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
    (17) Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, mel
    ainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
    (18) Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
    (19) Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
    (20) Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
    (21) tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

    Kisah Para Rasul 9:1-6
    (1) Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
    (2) dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
    (3) Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
    (4) Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”
    (5) Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
    (6) Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s