Minta tanda

Bolehkah orang percaya meminta tanda dari Tuhan? Banyak orang tertipu dan menganggap bahwa meminta tanda adalah suatu tindakan yang disetujui oleh Tuhan Yesus. Benarkah demikian? Mari kita lihat sikap Yesus terhadap mereka yang meminta tanda. 

Mat 12:38-39
(38)  Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.”
(39)  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Tuhan Yesus berkata bahwa mereka yang menuntut tanda adalah angkatan yang jahat dan tidak setia. Kata tidak setia adalah istilah yang diperhalus dari istilah aslinya. Istilah asli yang dipakai adalah penzinah atau orang yang berselingkuh.

 Mat 16:1-6
(1)  Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.
(2)  Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,
(3)  dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.
(4)  Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.
(5)  Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti.
(6)  Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

Tuhan Yesus jelas berkata bahwa meminta tanda itu adalah ragi orang Farisi dan Saduki. Kalau kita membaca dalam Firman maka ragi umumnya diartikan sebagai dosa. 

1Co 5:1-8
(1)  Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.
(2)  Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?
(3)  Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku–sama seperti aku hadir–telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.
(4)  Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,
(5)  orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
(6)  Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
(7)  Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
(8)  Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. 

Ragi adalah simbolisme keburukan dan kejahatan.

Satu-satunya ayat yang memakai ragi bukan sebagai simbol dosa dan kejahatan adalah:

Luk 13:20-21
(20)  Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
(21)  Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Dalam konteks ini ragi digambarkan sebagai sesuatu sedikit saja tapi bisa mempengaruhi semuanya. Jadi ragi dimaksudkan sebagai sesuatu hal yang kelihatan kecil tapi ternyata mempunyai pengaruh besar. Dalam ayat diatas maka ragi yang dimaksudkan adalah Kerajaan Allah. Baik dosa maupun Kerajaan Allah bisa terlihat sebagai hal yang kecil tapi dengan pengaruh yang amat besar. Tapi konteks ragi dalam hal meminta tanda jelas bukan Kerajaan Allah melainkan dosa atau kejahatan.

Mar 8:11-12
(11)  Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga.
(12)  Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.”

Kalau dalam ayat diatas Yesus masih mau memberikan tanda maka pada perjumpaan kali ini Yesus mengeluh dan tidak mau memberikan tanda. Kenapa seseorang mengeluh? Seseorang mengeluh karena kecewa atau kesal akan sesuatu. Jelas sekali Yesus kecewa dan kesal terhadap mereka yang minta tanda.

Luk 11:29-30
(29)  Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
(30)  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.

Satu-satunya tanda yang masih mau Tuhan Yesus berikan hanyalah tanda nabi Yunus yaitu kematian dan kebangkitanNya sendiri. Itulah sebabnya Tuhan Yesus masih mau mengabulkan permintaan Thomas.

Joh 20:25-29
(25)  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
(26)  Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
(27)  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
(28)  Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
(29)  Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Pada waktu orang Farisi meminta tanda Yesus mengeluh tanda dia kecewa dan kesal. Apakah sikap Yesus akan berbeda terhadap Tomas? Kalau sikap Yesus berbeda maka itu berarti Yesus memandang muka. Jelas Yesus tidak memandang muka.

Eph 6:9
(9)  Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Meminta tanda adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh generasi jahat dan penzinah. Jangan kita mengikuti teladan busuk para orang Farisi dan Saduki. Jangan kita mengikut iman Tomas. Marilah kita menjadi orang-orang yang berbahagia yaitu mereka yang tidak melihat namun percaya. 

Saya tidak melihat namun saya percaya akan semua yang sudah Tuhan Yesus lakukan bagi saya. Roh Kudus bersaksi akan hal ini dalam hati saya dan ini sudah lebih dari cukup.

Rom 8:15-17
(15)  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
(16)  Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
(17)  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. 

Gal 4:6
(6)  Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s