Cara saya membaca Firman

Ada anggota di Sabdaspace ini yang salah paham dan menganggap saya sombong karena saya bilang saya sudah baca Firman dari Kejadian sampai Wahyu lebih dari 50 kali. Saya mengungkapkan fakta akan hal ini bukan karena ingin menonjolkan diri tapi cuma semata-mata kesal saja karena hai hai suka seenaknya menganggap orang lain nggak paham Firman.

Kalau hai hai membaca Firman seperti membaca novel maka saya membaca Firman seperti makan. Tiap kitab dalam Firman sesungguhnya memiliki cita rasa masing-masing. Ada Firman yang rasanya enak buat saya seperti daging. Ada Firman yang rasanya netral buat saya seperti sayuran. Ada juga Firman yang saya tidak suka seperti makanan pahit macam pare. Tapi kita harus makan berimbang baru bisa sehat. Saya menyadari semua Firman itu sudah di rancang Tuhan dan semuanya berguna bagi kesehatan rohani kita. Karena kesadaran ini maka saya membagi dua pembacaan Firman saya. Pembacaan Firman berurut dari Kejadian sampai Wahyu dan pembacaan Firman untuk topik yang ingin saya pelajari. 

Karena membaca Firman seperti makan inilah maka saya bisa baca Firman berulang-ulang begitu banyak. Sama sekali bukan karena saya orang rajin atau tekun atau hebat tapi karena menyadari dan menikmati manfaat Firman.  Tidak dibutuhkan orang rajin atau tekun atau hebat untuk makan setiap hari kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s