Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah

Mat 5:3
(3) “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Walaupun saya membaca Firman normalnya dari awal sampai akhir tapi tetap ada beberapa bagian dalam Firman Tuhan yang merupakan bagian favorit saya. Bagian favorit ini biasanya saya baca dan renungkan lebih banyak. Salah satu bagian favorit saya adalah Khotbah di Bukit yaitu Matius 5-7. Buat saya ini adalah bagian Firman yang paling penting. Bukan berarti Firman yang lain tidak penting. Bagi saya Khotbah di Bukit adalah inti sari dari ajaran Yesus Kristus. Dan Yesus adalah orang terpenting dalam hidup saya. Karena itu inti sari dari ajaranNya adalah ajaran yang terpenting bagi saya.

Pengajaran Tuhan Yesus dibukit adalah pengajaran yang benar-benar menentang pemahaman sebagian besar umat manusia mengenai kebahagiaan. Kata pertama yang diucapkan Yesus adalah :

Mat 5:3
(3) “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Ini benar-benar menentang pemahaman manusia umumnya mengenai kebahagiaan. Manusia umumnya berpikiran kalau mereka kaya barulah mereka bahagia. Tapi disini Yesus berfirman bahwa yang bahagia adalah orang yang miskin. Kalau miskin cuma dipahami sebagai kondisi kekayaan materi seseorang maka orang-orang beriman yang kaya macam Abraham, Yakub dan Ishak bukanlah orang yang berbahagia. Apa benar demikian? Ternyata tidak. Sebab Yesus memberikan tambahan “di hadapan Allah”.

Jadi yang berbahagia adalah orang yang miskin dihadapan Allah. Miskin adalah kondisi dimana orang tersebut mengalami kekurangan dan membutuhkan sesuatu. Miskin di hadapan Allah berarti orang tersebut kekurangan dan membutuhkan sesuatu dari Allah. Abraham adalah orang yang miskin di hadapan Allah. Abraham membutuhkan anak dari Sara istri yang dia cintai. Ishak membutuhkan anak dari Ribka istrinya yang mandul. Yakub membutuhkan perlindungan dari murka Esau kakaknya. Mereka semua datang kepada Allah karena mereka miskin dihadapan Allah. Mereka adalah orang-orang yang berbahagia.

Abraham, Ishak dan Yakub memperoleh apa yang mereka butuhkan sesudah mereka datang sebagai orang miskin ke hadapan Allah. Tapi Tuhan Yesus menyatakan berkat yang lebih luar biasa. Tuhan Yesus berfirman orang yang miskin di hadapan Allah adalah empunya Kerajaan Sorga. Kata empunya lebih gampang diartikan sebagai pemilik. Para pemilik Kerajaan Sorga adalah mereka yang miskin dihadapan Allah. Mereka yang datang kepada Allah untuk minta berkat adalah pemilik Kerajaan Sorga.

Seringkali ada pandangan yang salah dan agamawi dari orang-orang yang bilang “Kalau berdoa jangan minta-minta berkat saja”. Setiap kali mendengar ini saya bingung. Kalau saja mereka paham akan kalimat pertama dari Kotbah di Bukit Yesus mereka tidak akan omong seperti itu. Sesungguhnya Tuhan sangat senang kalau kita minta berkat sama Dia. Minta berkat artinya anda mengakui anda itu miskin dan tergantung sama Allah. Kepada mereka yang bergantung pada belas kasihanNya Tuhan bukan cuma sekedar mau memberkati tapi ingin mereka memiliki KerajaanNya.

Mari minta berkat sama Tuhan. Jangan minta berkat dari dukun. Jangan minta berkat dari manusia. Minta berkat dari Tuhan. Mari kita jadi orang miskin di hadapan Allah. Mari memiliki Kerajaan Sorga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s