TUT TUT BAU KENTUT

TUT TUT BAU KENTUT DI SABDASPACE
BAUNYA BUSUK TIDAK TERKIRA
COBALAH TENGOK KEBO DAN KODOK

BABI DAN ANJING BUSUK SEMUA

Advertisements

Kopdar yang Menyenangkan 27 Nov 2010

Kopdar yang Menyenangkan 27 Nov 2010

Kopdar Joli dan Erick 26 Nov 2010

Hari Jumat sekitar jam 2 siang aku dapat SMS dari Joli menanyakan apakah mau kopdar dengan dia dan Hai-hai. Aku kirim SMS balik mengiyakan dan menanyakan lokasi kopdar. Joli menjawab di Merlynn Park Hotel. Lokasi hotel ini ternyata sangat dekat dengan lokasi kantorku. Aku kirim SMS ke Joli supaya dia kasih tahu aku kalau dia sudah balik ke hotel baru nanti aku berangkat dari kantor soalnya perkiraanku paling sekitar 5-10 menit dari kantor.

Walaupun Joli belum SMS akan tetapi aku pulang kantor juga sekitar jam 7 soalnya aku pikir aku tunggu di hotel saja. Selagi aku berjalan mencari taksi Joli telepon ternyata dia sudah dekat hotel. Aku beritahu bahwa aku sudah menuju kesana. Ternyata jalanan macet karena siang tadi Jakarta di landa hujan. Akhirnya aku baru sampai di hotel setelah 15 menit perjalanan.

Setelah bertemu Joli. Maka kami berbincang-bincang. Joli mengutarakan kekhawatirannya terhadap ajaran Hai-hai. Bahkan dia bilang dia sudah menelepon Hai-hai dan bilang dia mendoakan Hai-hai supaya jangan sesat. Bwa ha ha ha. Lucu banget. Ternyata Hai-hai tidak jadi datang ke hotel.

Aku lalu diajak makan Joli di restoran hotel. Aku memesan nasi goreng spesial sedangkan Joli memesan sup tom yam. Sesudah berbincang-bincang maka Erick datang. Lalu kamipun berbincang-bincang mengenai beberapa blogger SS. Dari bincang-bincang itu aku menarik kesimpulan orang yang paling banyak tahu blogger SS secara offline adalah Joli. Erick bercerita mengenai pengalamannya menjadi relawan Festival Penulis dan Pembaca Kristen. Erick menunjukkan foto-foto menarik dari kunjungannya ke Gereja Sion.

Kopdar SabdaSpace 27 Nov 2010

Joli SMS dan bilang bahwa dia dan Erick akan datang ke rumahku. Dennis juga akan menjemputku di rumahku. Untuk menjamu mereka aku beli kwetiaw goreng seafood dari restoran Kwetiaw Sapi 78 Mangga Besar yang ada cabangnya dekat rumahku. Sekitar jam 12.30 Dennis datang lalu kami pun makan kwetiaw. Tidak berapa lama ada telepon dari Erick. Ternyata rombongan Joli, Erick dan Nobietea sedikit tersasar dan sudah sampai di jalan Mangga 4 padahal rumahku ada di jalan Mangga 1 Grenvil. Tidak berapa lama sesudah itu merekapun sampai di rumahku.

Ternyata Joli, Erick dan Nobietea masih kenyang karena di traktir makan Joli di hotel. Jadi akhirnya kamipun segera berangkat ke Museum Mandiri. Kopdar SabdaSpace kali ini memanfaatkan adanya event Festival Penulis dan Pembaca Kristen dimana Mas Wawan menjadi salah satu penyelenggaranya. Di tengah jalan aku melakukan sedikit wawancara dengan Nobietea soalnya aku agak prihatin sama dia soalnya lewat FaceBook aku tahu dia baru saja mengalami kecelakaan. Ternyata Nobietea sedang mengidap penyakit vertigo. Kecelakaan yang dialaminya disebabkan karena dia mengalami vertigo selagi mengendarai sepeda motor dan bukan karena menubruk atau ditubruk kendaraan lain. Aku berdoa supaya Nobietea bisa segera sembuh dan kalaupun tidak sembuh bisa hidup dengan cukup normal sekalipun memiliki penyakit vertigo.

Kami sampai di Museum Mandiri akan tetapi tidak mendapat tempat parkir. Akhirnya kami masuk dan parkir di gedung di sebelah Museum Mandiri. Tapi penjaga gedung itu tidak memperbolehkan pengunjung gedung lain parkir disitu. Akhirnya diputuskan Joli, Erick dan Nobietea masuk dulu sedangkan aku menemani Dennis mencari tempat parkir. Berhubung aku dan Dennis tidak menguasai jalan di daerah kota maka kami sedikit tersesat dan akhirnya berputar-putar 3 kali melewati Museum Mandiri dan tetap tidak dapat tempat parkir. Selagi bingung dan capai Erick telepon dan bilang acaranya tidak menarik dan minta dijemput. Maka kami pun menjemput mereka. Akhirnya diputuskan nongkrong dulu di Emporium Pluit untuk menunggu waktu kopdar tiba.

Kamipun nongkrong di Honeymoon Dessert di Emporium Pluit. Joli menghubungi Hai-hai yang ternyata sudah nongkrong di Museum Mandiri. Hai-hai pun ikut nongkrong bersama kami di sana. Kami makan yang manis-manis sambil ngobrol dengan seru. Sekitar jam 5.30 kamipun kembali ke Museum Mandiri. Berkat bimbingan Hai-hai kali ini kami bisa mendapat tempat parkir.

Sekitar jam 6 kami berjumpa dengan Mas Wawan. Mas Wawan memperkenalkan rekan-rekan penulisnya. Setelah menunggu sekitar 1 jam barulah Daniel muncul. Daniel muncul dengan pakaian rapi ternyata dia harus menghadiri resepsi pernikahan bersama dengan istrinya. Dari Daniel barulah diketahui ternyata Ferrywar yang sudah bilang akan datang malah pm (private message) ke Daniel bahwa dia tidak akan datang karena mau memisahkan kehidupan dunia nyata dan dunia maya. Bwa ha ha ha. Alasan yang sangat lucu dan dibuat-buat. Daniel memberi informasi Ferrywar tidak bisa datang karena ada acara lain. Ya sudah akhirnya kamipun memutuskan pergi makan malam. Usulanku makan malam di Hanamasa mendapat sedikit keberatan dari Joli akhirnya aku meminta nasihat Hai-hai. Akhirnya diputuskan makan di Damai (Hopeng).

Delapan orang yang makan di Damai adalah saya, Dennis, Hai-hai, Joli, Erick, Nobietea, Martha (rekan penulis Mas Wawan) dan Billyjoe. Makanan yang dipesan adalah  kwetiaw goreng, bubur ayam, bihun kari ayam, mie hokkian, bihun goreng, ayam rebus, bebek panggang, babi panggang dan babi merah. Yang makan paling banyak adalah saya dan Dennis karena kami memesan bihun kari ayam dan mie hokkian alias 2 menu. Yang makan paling sedikit adalah Joli. Sepertinya Joli masih kenyang soalnya di Honeymoon Dessert dia makan 2 jenis dessert. Erick langsung pulang soalnya dia harus bangun pagi untuk pelayanan di gerejanya.

Seusai makan kami mengantarkan Martha ke Museum Mandiri dan menjemput Mas Wawan disana. Kopdar dilanjutkan di Bagus Cafe di AryaDuta Suites Hotel. Seorang rekan Mas Wawan yaitu John Sum ikut bersama dengan kami ke Bagus Cafe. Kamipun berbincang-bincang dengan seru disana. Minuman yang dipesan adalah watermelon juice, bir heineken, bir bintang, black coffee, coffee latte dan coffee capucinno. Makanan ringan yang dipesan adalah risol dan kentang goreng. Kami berbincang-bincang seru sampai sekitar jam 12 malam. Hai-hai menyebarkan ajaran sesat 1000% nya. Ha ha ha. Aku pulang bersama Dennis,Billyjoel dan Nobietea. Sedangkan yang lainnya pulang diantar oleh Hai-hai. Kopdar yang menyenangkan.

Firman Tuhan, Iman dan Keselamatan

Firman Tuhan, Iman dan Keselamatan

Ada orang-orang bodoh dan goblok yang menghubungkan agama dengan keselamatan. Buat saya ini hal yang amat sangat menggelikan dan tolol sekali. Keselamatan tidak terkait dengan agama. Keselamatan itu terkait dengan iman dan iman terkait dengan Firman Tuhan. Bagaimanakah manusia bisa percaya kepada Tuhan? Manusia bisa percaya kepada Tuhan kalau dia mendengar Firman Tuhan. Apakah yang anda anggap sebagai Firman Tuhan? Itulah inti permasalahannya. Banyak kitab suci di dunia ini akan tetapi kitab yang menyatakan bahwa dirinya adalah Firman Tuhan tidak banyak. Pada dasarnya hanya ada dua kitab yang menyatakan dirinya sebagai Firman Tuhan: Alkitab dan Al-Quran. Saya tidak akan membahas Al-Quran karena saya tidak berminat mempelajarinya dan juga tidak pernah mempelajarinya. Saya pribadi berpendapat bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Jika seseorang sungguh-sungguh membaca dan mempelajari Alkitab maka pada akhirnya imannya akan tumbuh dan iman itulah anugrah Allah yang menyelamatkan manusia.

Saya dibesarkan dalam keluarga yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan dari sisi ibu. Ayah saya dibesarkan dalam keluarga yang mempercayai kepercayaan tradisional bangsa Cina. Tetapi ibu saya seorang Kristen dan tidak mau menikah dengan ayah saya kalau ayah saya bukan orang Kristen juga. Karena hal itu maka ayah saya ikut katekisasi di gereja, dibaptis dan pergi ke gereja. Sesudah menikah dengan ibu saya maka selama beberapa tahun dia masih pergi ke gereja bersama ibu saya. Akan tetapi sesudah dua anak pertama lahir yaitu saya dan adik saya maka ayah saya cuma mengantarkan ibu saya ke gereja.

Saya mulai menyadari bahwa Tuhan ada setelah memperhatikan kehidupan doa ibu saya. Ibu saya sering mengajak saya dan adik-adik saya berdoa. Ibu saya berdoa dan sering sekali mendapat jawaban atas doa-doanya. Memang tidak semua doa ibu saya dijawab dengan segera oleh Tuhan. Beberapa doa ibu saya baru dijawab setelah bertahun-tahun. Akan tetapi seringnya doa ibu saya dijawab menyingkirkan semua keraguan dalam hati saya bahwa jawaban doa tersebut hanyalah kebetulan belaka saja. Saya tahu dan melihat bahwa Tuhan itu ada dan menjawab doa-doa kami.

Setelah saya mulai mahir membaca maka ibu saya meminta saya membaca Alkitab. Pada awalnya saya hanya membaca Alkitab sebagai suatu kewajiban saja dan juga karena saya ingin memenangkan lomba-lomba Alkitab di sekolah minggu. Akan tetapi sejak SMP hal tersebut mulai berubah. Tiap kali saya membaca Alkitab maka saya merasakan suatu tuntutan hati nurani yang saya anggap sebagai dorongan Roh Kudus untuk sungguh-sungguh mengakui Yesus sebagai Tuhan. Hati nurani saya menuntut saya untuk menyerahkan seluruh hidup saya dibawah pengaturan dan kendali Tuhan Yesus Kristus. Padahal saat itu saya sudah punya beberapa rencana mengenai apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya.

Hari demi hari, tahun demi tahun saya tetap membaca Alkitab dan tuntutan Roh Kudus makin kuat. Akhirnya saya memenuhi tuntutan itu pada saat saya di SMA. Saya mengakui Yesus sebagai Tuhan dalam hidup saya dan menyerahkan masa depan hidup saya sepenuhnya dalam pengaturan Tuhan. Saya lalu menyerahkan diri untuk dibaptis air. Sejak saat itu saya senantiasa berusaha mentaati pengaturan Tuhan dalam hidup saya. Selama saya mentaati Dia maka hati saya dalam damai sejahtera. Saya yakin saya diselamatkan bukan karena apa yang saya perbuat melainkan karena apa yang Dia perbuat.

Efesus 2:8-10
(8)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
(9)  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
(10)  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Roma 10:6-17
(6)  Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,
(7)  atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
(8)  Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.
(9)  Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
(10)  Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
(11)  Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”
(12)  Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
(13)  Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
(14)  Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
(15)  Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
(16)  Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”
(17)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Saran Paulus untuk Penghasut

Galatia 5:12
(12)  Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

Galatia 5:12 (Terjemahan Samuel Franklyn)
(12)  Baiklah mereka yang menghasut kamu itu memotong kemaluannya sendiri!

Galatia 5:12 (Terjemahan NET)
(12)  I wish those agitators would go so far as to castrate themselves!

Gal 5:12 (Terjemahan King James)
(12)  I would they were even cut off which trouble you.

Ini adalah salah satu ayat paling kasar di Perjanjian Baru. Kalau ada orang beranggapan orang yang berkata kasar itu bukan orang Kristen maka orang itu harus menganggap Paulus bukan orang Kristen juga. Ayat ini memang begitu kasarnya sehingga banyak terjemahan yang memperhalus dan membelokkan makna kata yang dipakai Paulus. Bukan hanya terjemahan bahkan komentar Alkitab pun banyak yang membelokan makna perkataan Paulus.

Sebagai referensi mari kita pakai Alkitab Sabda: http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=48&chapter=5&verse=12&mode=print

Galatia 5:12

TB ©

Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

BIS © Lebih baik orang-orang yang mengacaukan pikiranmu itu langsung saja keluar sekaligus dari jemaat!
TL © Biarlah segala orang yang menggoncang hatimu itu kudung.
MILT Namun, biarlah mereka yang mengacaukan kamu, mengebiri dirinya sendiri!
WBTC Draft © Biarlah orang yang mengacaukan kamu dengan sunat lebih mengebirikan diri lagi.
KSI © Memang aku menghendaki agar mereka yang telah mengacaukan kamu, mengebirikan dirinya.
FAYH © Saya hanya mengharapkan agar pengajar-pengajar yang menghendaki Saudara dikhitan menyingkir dan tidak mengusik Saudara lagi!
ENDE © Mereka jang mengguntjangkan hatimu itu, semestinja mereka mengudungkan diri seluruhnja sadja.
Shellabear Draft © Adapun kehendakku biarlah segala orang yang membalikkan hatimu itu menendas dirinya pula.
Melayu BABA © Sahya suka kalau itu orang smoa yang kachaukan kamu kratkan dia-orang punya diri.
Klinkert 1870 © Hai, biarlah kiranja orang, jang mengharoekan kamoe, itoe dipangkas.
Klinkert 1863 © {Yos 7:25} Adoeh! biar ditjereken djoega itoe orang jang meroesoehken kamoe!
Leydekker Draft © Hej kiranja ‘ada terpotong putus segala ‘awrang jang balisahkan kamu.

TB ITL ©
Baiklah <3785> mereka yang menghasut <387> kamu <5209> itu mengebirikan <609> saja dirinya! [<2532>]
TL ITL ©
Biarlah <2532> segala orang yang menggoncang <387> hatimu <5209> itu kudung <609>.
GREEK
ofelon <3785> INJ <3785> V-2AAI-1S kai <2532> CONJ apokoqontai <609> (5698) V-FMI-3P oi <3588> T-NPM anastatountev <387> (5723)  V-PAP-NPM umav <5209> P-2AP

TB+TSK (1974) © Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya

Dalam terjemahan King James maka kata kerja yang dipakai adalah “cut off” atau memotong akan tetapi tidak dijelaskan apa yang dipotong. Karena itulah ada yang menterjemahkan ayat tersebut bukan sebagai mengebiri/memotong kemaluan melainkan dipotong dari jemaat. Jadi Paulus menyarankan para penghasut dipotong atau dikeluarkan atau disingkirkan dari jemaat. Tentu saja dikucilkan dari jemaat adalah suatu tindakan yang lebih sopan dari pengebirian/pemotongan kemaluan. Hanya saja terjemahan ini jelas-jelas menyimpangkan makna kata “cut off”. Kenapa? Karena kata potong dalam Galatia 5:12 berasal dari kata apokoqontai yang artinya memotong bagian tubuh. Jadi kalau diterjemahkan dipotong dari jemaat maka jelas itu adalah penyimpangan makna kata aslinya.

Sebenarnya walaupun terjemahan King James tidak menjelaskan apa yang dipotong akan tetapi sudah jelas apa yang dipotong berdasarkan ayat-ayat diatasnya. Karena Paulus sedang membahas sunat dalam Galatia 5:1-12. Sunat adalah pemotongan kulit penutup kemaluan. Ada sekelompok orang datang ke Galatia dan menghasut jemaat Galatia supaya mereka disunat. Padahal kalau jemaat Galatia disunat maka itu sama artinya jemaat Galatia berharap pada hukum Taurat dan bukan kasih karunia Tuhan Yesus. Karena marahnya akhirnya Paulus memberikan saran yang menyakitkan buat para penghasut tersebut: daripada cuma disunat sekalian saja di kebiri alias di potong kemaluannya. Bwa ha ha ha. (Istilah saran yang menyakitkan ini adalah istilah yang diberikan oleh pelawak SS jempolan yaitu Tante Paku).

Dari studi ayat ini maka kita bisa melihat bahwa cuma karena alasan kesopanan maka banyak orang dengan seenak jidatnya menyimpangkan makna Firman. Firman itu memang menyakitkan karena itu diumpamakan sebagai pedang. Kalau tidak siap dengan rasa sakit sebaiknya jangan belajar Firman. Kalau kamu beranggapan orang Kristen tidak boleh berkata kasar maka kamu harus menganggap rasul Paulus bukanlah orang Kristen. Jangan hidup dalam dunia imajinasi indah hasil khayalan sendiri. Hiduplah dalam kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan itu kadang-kadang kasar, seringkali menyakitkan hati akan tetapi Firman Tuhan adalah kebenaran dan hidup. Firman Tuhan kebenaran karena menunjukkan dusta dalam hidup kita. Firman Tuhan itu hidup karena memotong dosa yang membawa kematian.

Ibrani 4:12-13
(12)  Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun;
ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh,
sendi-sendi dan sumsum;
ia sanggup membed
akan pertimbangan dan pikiran hati kita.
(13)  Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya,
sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia,
yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Semoga kasih karunia Yesus Kristus menyertai kita semua.

Gereja yang Sempurna

Gereja yang Sempurna

Belum lama ini saya membaca seorang pendeta di FaceBook berkata begini: “Tidak ada gereja yang sempurna. Kalau ada gereja yang sempurna lalu kita bergabung dengan gereja tersebut bukankah gereja tersebut menjadi tidak sempurna?” Ungkapan begini sebenarnya sudah lama sering saya dengar tapi pada kali itu saat saya membaca ungkapan ini hati saya menolak ungkapan ini. Akhirnya saya merenungkan ungkapan tersebut.

Setelah membandingkan ajaran Firman dengan ungkapan tersebut saya akhirnya menyadari bahwa ungkapan tersebut adalah ungkapan hasil pemikiran manusia semata-mata dan bertentangan total dengan Firman Tuhan.

Dalam hukum Taurat orang yang sakit kusta adalah najis (Imamat 13:3). Orang yang bersentuhan dengan sesuatu yang najis maka dia menjadi najis juga. (Imamat 5:2) Cara berpikir macam inilah yang dipakai dalam ungkapan diatas. Kalau orang tidak sempurna bersentuhan dengan sesuatu yang sempurna maka yang sempurna itu akan menjadi tidak sempurna. Nah bukankah cara berpikir ini sesuai dengan Firman? Betul. Sesuai dengan Firman kalau kamu hidup sebagai orang Yahudi dibawah kuk Hukum Taurat. Tapi tidak sesuai dengan Firman kalau kamu mengenal dan percaya pada Yesus Kristus serta hidup dibawah kasih karunia Perjanjian Baru.

Mat 8:2-3
(2)  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
(3)  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Pada saat Yesus menjamah seorang yang sakit kusta maka yang terjadi bukanlah Yesus menjadi najis karena orang kusta tersebut najis melainkan orang kusta tersebut sembuh sehingga menjadi tahir. Paulus berulang-ulang dalam surat-suratnya menyatakan bahwa Gereja adalah Tubuh Kristus (Efesus 1:23, 1 Korintus 12:27, Kolose 1:18). Jika Tubuh Kristus bersentuhan dengan orang berdosa yang tidak sempurna maka yang terjadi bukanlah Tubuh Kristus menjadi tidak sempurna. Yang terjadi adalah orang berdosa yang tidak sempurna mengalami anugrah Kristus sehingga mengalami penyucian dan penyempurnaan.

Kalau Gereja yang Sempurna yaitu Tubuh Kristus dimasuki saya yang tidak sempurna maka yang terjadi adalah saya yang mengalami penyempurnaan. Memang saya tidak langsung menjadi sempurna akan tetapi Tubuh Kristus tidak akan menjadi tidak sempurna karena masuknya saya. Saya yang dipengaruhi oleh Tubuh Kristus dan bukan saya yang mempengaruhi Tubuh Kristus. Itulah yang diajarkan oleh Firman. Karena itulah Tubuh Kristus diumpamakan oleh Tuhan Yesus sebagai terang dan garam. Saya lebih percaya pada perkataan Tuhan Yesus dan rasul Paulus dibandingkan ungkapan hasil pemikiran manusia. Lain kali sebelum anda menggunakan ungkapan yang populer ada baiknya anda merenung dulu. Apakah ungkapan anda itu sejalan dengan Firman atau sekedar ungkapan hasil pemikiran manusia.

Daud, Mefiboset dan Ziba

Daud, Mefiboset dan Ziba

Dalam tulisan ini saya akan membahas mengenai 3 pribadi dan hubungan diantara mereka. Tiga pribadi ini tercatat dalam kitab Perjanjian Lama: Daud, Mefiboset dan Ziba. Dari bahasan ini kita akan mencoba mengenal orang macam apakah tiga orang ini dan bagaimana hubungan diantara mereka.

Mefiboset

2 Samuel 4:4
(4) Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset.

Ini adalah pertama kalinya Mefiboset dicatat dalam Firman. Mefiboset masih kecil ketika ayahnya Yonatan dan kakeknya Saul meninggal di Yizreel. Ketika mendengar kabar kematian ayah dan kakek Mefiboset pengasuhnya menjadi panik. Kenapa panik? Karena biasanya kematian seorang raja akan menjadi kesempatan bagi musuh-musuh raja tersebut untuk membunuh keturunan raja. Ketika membawa lari Mefiboset pengasuh ini menjatuhkan dia sehingga kaki Mefiboset menjadi cacat.

Daud

2 Samuel 8:15
(15) Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.

Daud adalah raja Israel yang kedua. Daud menjadi raja Israel sesudah perjuangan yang sangat panjang dan berat. Sebelum Daud menjadi raja maka Yonatan anak Saul adalah temannya yang sejati. (1 Samuel 18:1-4)

Karena Saul dan Yonatan sudah meninggal maka Daud ingin menunjukkan kebaikan kepada keturunan Saul. Karena itu Daud memanggil Ziba yang diketahuinya sebagai hamba Saul untuk mencari tahu keluarga Saul yang masih hidup.

2 Samuel 9:2-3
(2) Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: “Engkaukah Ziba?” Jawabnya: “Hamba tuanku.”
(3) Kemudian berkatalah raja: “Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.” Lalu berkatalah Ziba kepada raja: “Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya.”

Ziba

Ziba sebagai hamba Saul adalah seorang hamba yang kurang ajar. Perhatikanlah jawaban Ziba kepada Daud. Ziba menyatakan cacat Mefiboset. Sebenarnya Ziba cukup menyatakan bahwa Mefiboset adalah anak laki-laki Yonatan tapi Ziba ikut menyatakan bahwa Mefiboset kakinya cacat. Apa yang dikatakan Ziba adalah kebenaran dan fakta tapi tidaklah sopan untuk memberitahu suatu cacat atau keburukan orang lain tanpa hal itu ditanyakan secara langsung. Daud hanya menanyakan siapa yang masih hidup dari keluarga Saul. Ziba selain menyatakan nama Mefiboset dan orang tuanya juga memberitahu cacat Mefiboset. Padahal Mefiboset adalah cucu Saul sedangkan Saul adalah majikan Ziba sewaktu dia masih hidup. Hal ini berarti Ziba kurang ajar dan tidak menaruh rasa hormat kepada Saul dan Mefiboset.

Daud bermurah hati pada Mefiboset

2 Samuel 9:4-13
(4) Tanya raja kepadanya: “Di manakah ia?” Jawab Ziba kepada raja: “Dia ada di rumah Makhir bin Amiel, di Lodebar.”
(5) Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar.
(6) Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: “Mefiboset!” Jawabnya: “Inilah hamba tuanku.”
(7) Kemudian berkatalah Daud kepadanya: “Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.”
(8) Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: “Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?”
(9) Lalu raja memanggil Ziba, hamba Saul itu, dan berkata kepadanya: “Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu.
(10) Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku.” Ziba mempunyai lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba.
(11) Berkatalah Ziba kepada raja: “Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya.” Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.
(12) Mefiboset mempunyai seorang anak laki-laki yang kecil, yang bernama Mikha. Semua orang yang diam di rumah Ziba adalah hamba-hamba Mefiboset.
(13) Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.

Walaupun Daud mengetahui bahwa Mefiboset adalah seorang yang cacat akan tetapi Daud tetap menunjukkan kemurahan hatinya. Daud memberikan segala sesuatu yang menjadi milik Saul kepada Mefiboset. Dari Firman diatas kita mengetahui bahwa Ziba memiliki lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba. Ini adalah bukti bahwa Ziba adalah seorang yang kaya. Bagaimana Ziba bisa menjadi kaya? Ternyata sesudah Saul mati Ziba lah yang mengelola harta kekayaan Saul. Lalu bagaimana Mefiboset? Mefiboset hidup menumpang pada seorang kaya baik hati yang bernama Makhir bin Amiel. Ada waktu yang cukup lama dari waktu Saul meninggal sampai Daud berkuasa atas seluruh Israel yang ditulis dalam 2 Samuel 8:15 diatas. William Gross menyusun rentang waktu sejarah hidup Daud dalam artikel ini: http://livingstonesclass.org/Archive/DavidChronologyGross.pdf. Berdasarkan artikel William Gross maka Saul meninggal tahun 1000 BC sedangkan Daud menguasai seluruh Israel pada tahun 982 BC berarti selama 18 tahun lamanya segala harta kekayaan Saul dikelola oleh Ziba. Besar kemungkinan karena ingin tetap menguasai harta kekayaan Saul inilah maka Ziba menyatakan bahwa Mefiboset adalah seorang yang cacat kakinya. Tapi ternyata Daud tetap bermurah hati pada Mefiboset. Daud menyatakan semua harta Saul menjadi milik Mefiboset sedangkan Ziba kembali menjadi hamba yang harus mengerjakan tanah bagi Mefiboset bahkan anak-anak dan hamba-hamba Ziba sekalipun harus melayani kepentingan Mefiboset.

Kita bisa melihat Mefiboset adalah seorang yang rendah hati. Pada saat menjumpai Daud maka Mefiboset langsung sujud dan menyembah. Daud memahami penghormatan yang berlebihan ini mungkin disebabkan oleh Mefiboset takut akan menerima hukuman. Karena itulah Daud menghibur Mefiboset dan meminta Mefiboset supaya tidak takut. Daud lalu mengembalikan ladang Saul kepada Mefiboset. Karena Daud mengatakan mengembalikan ladang berarti pada saat itu ladang Saul tidak berada pada Mefiboset. Ladang Saul berada dalam kendali Ziba pada saat itu. Selain mengembalikan ladang Saul kepada Mefiboset Daud menunjukkan kasih kepada Mefiboset dengan menyatakan bahwa Mefiboset makan sehidangan dengannya. Apa maksudnya makan sehidangan? Artinya Daud menganggap Mefiboset sebagai salah seorang anaknya sendiri. (2 Samuel 9:11) Sebagai seorang anak raja maka semua kebutuhan Mefiboset baik itu makanan, pakaian maupun tempat tinggal dipenuhi oleh Daud disamping itu kekayaan yang dihasilkan oleh ladang Saul yang dikelola oleh Ziba juga menjadi milik Mefiboset. Semua kebutuhan hidup terpenuhi dan tabungan kekayaan bertambah terus tanpa perlu bekerja apapun: itulah kasih yang ditunjukkan Daud kepada Mefiboset. Saat mengalami perubahan nasib yang sedemikian bagusnya Mefiboset tetap merendahkan diri dan berkata,”Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?”

Pemberontakan Absalom

Untuk bisa memahami interaksi berikutnya antara Daud, Ziba dan Mefiboset maka kita harus memahami situasi pada saat interaksi tersebut berlangsung.Latar belakang interaksi mereka adalah pemberontakan Absalom. Absalom adalah anak Daud. Absalom memiliki adik perempuan cantik bernama Tamar. Adiknya ini diperkosa oleh saudaranya Amnon. Amnon d
an Absalom memilik satu ayah yaitu Daud akan tetapi ibu mereka berlainan. Karena Amnon memperkosa Tamar maka Absalom membunuh Amnon. Sesudah membunuh Amnon maka Absalom melarikan diri ke Gesur dan tinggal disana selama 3 tahun. (1 Samuel 13).

Daud merindukan Absalom karena hal itu diketahui Yoab maka Yoab menyuruh seorang perempuan dari Tekoa. Perempuan Tekoa ini membujuk Daud sehingga Daud menyuruh menjemput Absalom dari Gesur. Walaupun Daud menyuruh menjemput Absalom ke Yerusalem akan tetapi Daud tidak mau menemui Absalom dan melarang Absalom datang menghadap. Sesudah 2 tahun lamanya Absalom meminta Yoab untuk diutus kepada Daud. Yoab tidak mau menghadap Absalom sehingga Absalom membakar ladang Yoab supaya Yoab datang menemuinya. Sesudah Yoab menghadap Daud akhirnya menyuruh Absalom datang menghadap dan mengampuni Absalom. (1 Samuel 14).

Walaupun sudah diampuni Daud akan tetapi perilaku Daud yang membiarkan Absalom tinggal di Gesur selama 3 tahun dan tidak mau menemuinya selama 2 tahun rupanya menjadikan Absalom sakit hati. Lalu Absalom mengambil hati orang-orang yang menemui Daud untuk berperkara. Pada saat itu raja adalah hakim tertinggi dari bangsa Israel. Karena itu selalu ada orang-orang dari segala suku bangsa Israel yang datang ke Yerusalem untuk diadili perkaranya oleh Daud. Sebelum orang ini menjumpai Daud Absalom menemui mereka terlebih dahulu dan mengatakan bahwa kalau dia menjadi hakim negeri Israel maka dia akan mengadili perkara mereka dengan adil. Secara tidak langsung Absalom menyatakan bahwa dirinya adalah hakim yang lebih baik dibandingkan dengan ayahnya Daud. Dengan cara ini Absalom mendapat simpati dari banyak orang Israel. Mereka yang kalah perkara bisa saja beranggapan bahwa mereka yang akan menang kalau yang mengadili mereka adalah hakim yang lebih adil yaitu Absalom. Sesudah empat tahun melakukan hal ini maka Absalom mengumumkan bahwa dirinya sudah menjadi raja di Hebron. Begitu mendengar hal ini Daud segera melarikan diri. Jadi Daud pada saat itu berada dalam kondisi stress, takut dan marah. (1 Samuel 15). Inilah latar belakang kondisi kejiwaan Daud dalam interaksinya dengan Mefiboset dan Ziba. Hal inilah yang membuatnya mempercayai kebohongan Ziba dan berlaku tidak adil pada Mefiboset.

Ziba memberikan makanan dan berbohong pada Daud

2 Samuel 16:1-4
(1) Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur.
(2) Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: “Apakah maksudmu dengan semuanya ini?” Jawab Ziba: “Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah.”
(3) Kemudian bertanyalah raja: “Di manakah anak tuanmu?” Jawab Ziba kepada raja: “Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.”
(4) Lalu berkatalah raja kepada Ziba: “Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset.” Kata Ziba: “Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja.”

Lokasi peristiwa ini adalah jalan menurun dari puncak Bukit Zaitun. Lokasi ini dekat dengan Gibeah yang merupakan tempat kediaman Saul. Seperti yang sudah kita lihat diatas Daud memberikan ladang Saul kepada Mefiboset. Ladang ini harus dikelola oleh Ziba yang berarti Ziba tinggal di Gibeah dan mengelola ladang Saul. Sedangkan Mefiboset tinggal di Yerusalem dan makan sehidangan dengan Daud. Jarak Bukit Zaitun dari Yerusalem adalah sekitar 1 km. Jarak Gibea dari Yerusalem adalah sekitar 3-4 km. Jarak Gibea ke Bukit Zaitun bisa kita anggap sekitar 2-3 km.

Mari kita analisa perkataan Ziba kepada Daud.

  1. Perkataan Ziba yang pertama, “Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah.” Perkataan ini adalah fakta akan tetapi dibalik fakta ini ada fakta-fakta menarik lainnya.

    Ziba membawa 2 ekor keledai dengan muatan 200 potong roti, 100 potong kue kismis, 100 butir buah musim panas dan 1 buyung anggur. Ini adalah muatan yang cukup banyak sehingga harus diangkut oleh 2 ekor keledai. Daud melarikan diri dengan terburu-buru (2 Samuel 15:14). Lalu bagaimana caranya Ziba bisa mengejar rombongan Daud? Jika pada saat Ziba mengetahui pelarian Daud dia ada di Gibea maka itu berarti ada orang dari Yerusalem yang memberitahu dia. Berita pemberontakan pastilah sampai ke Yerusalem dahulu karena yang berkepentingan dengan pemberontakan Absalom adalah Daud. Orang yang memberitahu Ziba harus menempuh jarak 3-4 km. Ziba harus mempersiapkan 2 ekor keledai dan memuati mereka dengan makanan lalu berangkat menyongsong Daud di Bukit Zaitun. Hal ini tidak mungkin. Kenapa? Rombongan Daud baru berjalan 1 km akan tetapi ada orang yang sudah pergi berjalan selama 3-4 km. Lalu Ziba harus memuati 2 ekor keledai dan melakukan perjalanan selama 2-3 km untuk mencegat Daud. Jelas waktu yang dimiliki Ziba tidak akan cukup dan Ziba tidak akan bisa mencegat Daud kalau dia berangkat dari Gibea. Ziba juga tidak mungkin bisa tahu lokasi yang tepat untuk mencegat rombongan Daud kalau dia berangkat dari Gibea.

    Kemungkinan yang lebih besar adalah Ziba ada di Yerusalem pada saat dia mengetahui pemberontakan Absalom dan pelarian Daud. Besar kemungkinan Ziba membawa makanan tersebut untuk diberikan kepada Mefiboset. Hal ini sesuai dengan perintah Daud kepadanya bahwa hasil ladang Saul adalah untuk Mefiboset. Jadi Ziba berada di Yerusalem untuk membawa hasil ladang Saul kepada Mefiboset. Lalu dia mendengar pemberontakan Absalom. Ziba melihat kesempatan untuk mengambil hati Daud maka dia langsung membawa keledai berisi makanan tersebut ke Daud. Karena Ziba berada di Yerusalem maka dia bisa mencari tahu rute pelarian Daud.

  2. Perkataan Ziba yang kedua, “Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.” Ini adalah sebuah kebohongan yang sangat jelas. Yang memberontak adalah Absalom anak Daud. Jika pemberontakan Absalom berhasil maka kerajaan Israel akan tetap berada pada keturunan Daud. Tidak mungkin Absalom lalu mengembalikan kerajaan Israel kepada keturunan Saul. Ini jelas-jelas adalah suatu kebohongan besar.

    Pernyataan ini juga sangat bertentangan dengan kepribadian Mefiboset. Mefiboset adalah seorang pribadi yang rendah diri dan penakut. Mefiboset mengalami cacat sejak umur 5 tahun. Lalu dia melarikan diri meninggalkan tempat kediaman Saul dan berdiam diri di rumah Makhir selama bertahun-tahun. Jadi jelas Mefiboset bukanlah pribadi ambisius yang gila harta dan kekuasaan. Dari sikapnya waktu bertemu dengan Daud Mefiboset merendahkan diri amat sangat. Jelas Mefiboset bukanlah pribadi yang punya niat memberontak. Pribadi Mefiboset yang tidak gila harta dan kekuasaan juga nampak jelas dalam interaksi berikut antara Daud dan Mefiboset.

Daud memberikan keputusan yang tidak adil

Setelah Daud mendengarkan perkataan Ziba maka Daud memberikan kepunyaan Mefiboset kepada Ziba. Ini adalah suatu keputusan yang tidak adil. Kenapa? Karena Daud memberikan keputusan semata-mata berdasarkan pendapat dari 1 pihak saja. Dalam memutuskan perkara yang melibatkan dua pihak atau lebih maka suatu keputusan barulah bisa dianggap adil jika semua pihak didengar suaranya. Lagipula selain pihak-pihak yang bersengketa harus didengar juga saksi yang netral sehingga pengambilan keputusan bisa seadil mungkin.

Walaupun keputusan Daud tidak adil akan tetapi saya bisa memahami kenapa Daud memberikan keputusan tersebut. Pada saat Daud melarikan diri dan berada dalam kondisi stress dan takut muncul seseorang yang memberikan sesuatu hal yang sangat bermanfaat (makanan). Ini adalah suatu penghiburan yang besar bagi Daud. Di saat Daud mengalami kesusahan masih ada orang yang mendukung dia. Jel
as Daud berusaha membalas kebaikan orang tersebut. Walau bisa dimaklumi akan tetapi ketidak adilan Daud tidak boleh ditoleransi. Apa yang diputuskan Daud tetaplah sesuatu yang tidak adil.

Daud membenarkan Mefiboset

2 Samuel 19:24-30
(24) Juga Mefiboset bin Saul menyongsong raja. Ia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan selamat.
(25) Ketika ia dari Yerusalem menyongsong raja, bertanyalah raja kepadanya: “Mengapa engkau tidak pergi bersama-sama dengan aku, Mefiboset?”
(26) Jawabnya: “Ya tuanku raja, aku ditipu hambaku. Sebab hambamu ini berkata kepadanya: Pelanailah keledai bagiku, supaya aku menungganginya dan pergi bersama-sama dengan raja! –sebab hambamu ini timpang.
(27) Ia telah memfitnahkan hambamu ini kepada tuanku raja. Tetapi tuanku raja adalah seperti malaikat Allah; sebab itu perbuatlah apa yang tuanku pandang baik.
(28) Walaupun seluruh kaum keluargaku tidak lain dari orang-orang yang patut dihukum mati oleh tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini di antara orang-orang yang menerima rezeki dari istanamu. Apakah hakku lagi dan untuk apa aku mengadakan tuntutan lagi kepada raja?”
(29) Tetapi raja berkata kepadanya: “Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu.”
(30) Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: “Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat.”

Latar belakang ayat diatas adalah Daud kembali sesudah menang dalam pertempuran melawan Absalom. Dalam pertempuran tersebut Absalom mati dibunuh oleh Yoab panglima Daud (2 Samuel 17-19). Mefiboset sengaja tidak merawat dirinya sampai ia menemui Daud dengan selamat. Perilaku Mefiboset adalah pertanda duka cita yang mendalam. Inilah bukti bahwa Mefiboset berdukacita karena Daud harus melarikan diri dari Absalom. Jelas terbukti bahwa Mefiboset difitnah oleh Ziba.

Dari jawaban Mefiboset jelaslah apa yang terjadi. Ziba pada saat itu menghadap Mefiboset di Yerusalem dengan membawa keledai berisi makanan. Pada saat itu Mefiboset memerintahkan supaya makanan tersebut diturunkan dan keledai tersebut di pakaikan pelana supaya Mefiboset bisa pergi mengiringi Daud. Ziba menipu Mefiboset dengan meminta Mefiboset menunggu akan tetapi bukannya menurunkan makanan dan memakaikan pelana pada keledai Ziba malah membawa keledai berisi makanan tersebut menghadap Daud dan memfitnah Mefiboset di hadapan Daud. Pada saat Mefiboset menyadari penipuan yang dilakukan Ziba maka rombongan Daud sudah terlalu jauh dan tidak diketahui lokasinya lagi sehingga Mefiboset tidak bisa mengejar rombongan Daud. Sejak saat itu Mefiboset berduka dan tidak merawat dirinya.

Mari kita telaah lagi perkataan Daud, “Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu.” Dengan perkataan ini Daud merubah keputusannya yang terdahulu. Sebelumnya Daud memberikan seluruh milik Mefiboset ke Ziba. Sekarang Daud menyatakan bahwa Mefiboset dan Ziba harus berbagi ladang milik Saul. Daud membenarkan Mefiboset dengan keputusan ini. Kalau Daud menganggap bahwa perkataan Mefiboset adalah dusta maka dia tidak akan merubah keputusannya yang terdahulu. Lalu kenapa Daud memberikan sebagian ladang Saul kepada Ziba? Karena Ziba walaupun dia berbohong pada Daud dan memfitnah Mefiboset akan tetapi Ziba memberikan sesuatu kebaikan besar pada Daud pada waktu Daud dalam kesusahan. Daud dapat menduga bahwa Ziba melakukan hal ini karena menginginkan ladang Saul seperti yang dimilikinya sebelum Daud memberikan ladang tersebut kepada Mefiboset. Mengingat jasa Ziba maka Daud memberikan sebagian ladang Saul kepada Ziba.

Jawaban Mefiboset, “Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat” menunjukkan apa yang terpenting bagi Mefiboset: keselamatan pribadi Daud. Daud memahami hati Mefiboset dengan jawabannya ini. Bagi Mefiboset bukanlah berkat dari Daud yang terpenting akan tetapi keselamatan pribadi Daud yang terpenting. Karena hal ini maka pada waktu Daud harus menyerahkan keturunan Saul dibunuh untuk menebus hutang darah Saul maka Daud menyelamatkan Mefiboset. Daud memilih keturunan Saul yang lain dan bukan Mefiboset. (2 Samuel 21:1-9).

Fish and Chips

Fish and Chips

Bulan Februari ini ada satu makanan yang saya makan di banyak restoran yaitu Fish and Chips. Fish and Chips adalah makanan populer yang berasal dari Inggris. Makanan ini sebenarnya sangat sederhana dan biasanya cuma terdiri dari 3 komponen utama: Ikan, kentang dan saus pelengkap. Ikan yang dipakai biasanya adalah ikan yang berdaging putih. Ikan ini dibalur dengan cairan tepung lalu di gulingkan dalam tepung roti dan digoreng. Kentang dipotong memanjang dan di goreng. Sedangkan saus pelengkapnya bisa saus mayonais atau saus tartar yang sebenarnya saus mayonais juga plus acar

Fish and Chips yang paling murah harganya saya makan di restoran Waroenk Kito. Boleh dibilang ini adalah versi murah Fish and Chips. Ikan yang digunakan tidak berbentuk potongan besar melainkan berbentuk potongan-potongan kecil. Rasanya cukup enak mengingat harganya yang paling murah. Saus pelengkap yang digunakan adalah saus mayonais. Hal yang kurang adalah porsinya yang pas-pasan. Kalau sedang lapar tidak dianjurkan makan ini di Waroenk Kito. Kekurangan lain adalah kentang gorengnya tidak ada rasanya alias tawar.

Fish and Chips yang sedikit lebih mahal saya makan di Fiesta Steak Mal Taman Anggrek. Bisa dibilang ini adalah versi standard Fish and Chips. Ikan yang digunakan berbentuk potongan besar. Digoreng dengan menggunakan mentega. Saus yang digunakan juga adalah saus tartar. Rasanya enak dan porsinya memadai. Kentang goreng yang digunakan juga ada rasa asin dan gurih yang cukup.

Fish and Chips yang harganya lebih mahal saya makan di Bistro Delifrance yang letaknya berdekatan dengan Fiesta Steak. Harganya sekitar 2 kali lipat harga Fiesta Steak. Nah ini bisa dibilang versi agak mewah dari Fish and Chips. Ikan yang digunakan adalah ikan yang potongannya besar dan diberikan 2 potong. Porsi ikannya lebih banyak dari porsi Fiesta Steak.  Cairan tepung dan tepung roti yang digunakan sebagai pembalut ikan juga berkualitas tinggi. Ikan juga digoreng menggunakan mentega. Kelemahannya ada di kentang gorengnya. Kentang gorengnya porsinya lebih sedikit dari Fiesta Steak. Saus tartar yang digunakan lebih berkualitas dari saus tartar di Fiesta Steak.

New York Fish and Chips

Fish and Chips yang paling mahal yang saya makan adalah di Fish n Co yang juga terletak di Mal Taman Anggrek. Harganya sekitar 3 kali lipat harga Fiesta Steak. Ini adalah versi mewah dari Fish and Chips yaitu New York Fish and Chips. Embel-embel New York digunakan untuk membedakan dengan Fish and Chips biasa yang juga dijual oleh Fish n Co. Makna embel-embel ini adalah tambahan keju didalam potongan ikan. Ada keju parut yang banyak ditengah-tengah tumpukan dua potong ikan. Diatas potongan ikan ini juga disiram saus keju. Sesuai dengan harganya potongan ikannya benar-benar besar dan kentang gorengnya juga banyak. Kentang gorengnya berkualitas baik dengan rasa asin dan gurih yang cukup. Saus yang diberikan juga terdiri dari 3 macam saus: saus cabai, saus tomat dan saus tartar.

Bilangan Seorang Manusia

Bilangan Seorang Manusia

Wahyu 13:18
(18)  Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Dalam tulisan Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM Hai-hai menyatakan bahwa ular adalah Iblis dan Iblis adalah Adam. Saya melakukan analisa Firman lebih mendalam dan menemukan hal tersebut juga dalam Kitab Wahyu. Dalam kitab Wahyu 12 dan 13 kita menemukan kisah mengenai 3 oknum penentang Allah di akhir zaman. Mereka adalah naga besar alias Iblis atau Satan, binatang yang keluar dari dalam laut dan binatang yang keluar dari dalam bumi. Mereka disebut juga sebagai triumvirat kejahatan: Iblis, anti-kristus dan nabi palsu.

Salah satu asumsi dasar dari tulisan Hai-hai adalah Adam yang adalah manusia disebut ular didalam kitab Kejadian pada saat dia melakukan kejahatan. Dalam kitab Wahyu 12-13 kita juga menemukan hal yang sama. Umumnya para teolog menafsirkan bahwa binatang dari dalam laut dan binatang dari dalam bumi adalah gambaran dari anti kristus dan nabi palsu. Mereka ini adalah manusia yang menentang Allah dan berusaha membelokkan penyembahan manusia ke Iblis. Penafsiran bahwa binatang dari dalam laut dan binatang dari dalam bumi adalah manusia berdasarkan pada Wahyu 13:8. Karena kejahatan mereka maka Allah menyebut dan menggambarkan mereka sebagai binatang. Nah kalau binatang dari dalam laut dan binatang dari dalam bumi boleh di tafsirkan sebagai manusia tapi disebut binatang karena melakukan kejahatan maka kita juga boleh mentafsirkan bahwa naga besar yang disebut Iblis atau Satan adalah manusia juga.

Pada peristiwa manusia berdosa dalam Taman Eden maka saat itu cuma ada Adam dan Hawa. Hawa bukanlah yang pertama berbuat dosa maka jelas bahwa Adam adalah manusia yang disebut dan digambarkan sebagai ular dalam Kejadian 3. Adam disebut ular karena melakukan kejahatan. Penafsiran ini adalah penafsiran yang sejalan dengan penafsiran yang digunakan untuk Wahyu 12 dan 13.

Kopdar Jakarta 26 Nopember 2009

Kopdar Jakarta 26 Nopember 2009

Pada tanggal 22 Nopember 2009 Pak Wawan menghubungi teman-teman dan saya lewat FaceBook: “Tanggal 26 Nopember saya ada di Jakarta. Bisakah kita Kopdar?”. Lalu pada tanggal 24 Nopember 2009 Admin SabdaSpace memasang pengumuman mengenai acara kopdar ini. Kebetulan saya berulang tahun pada tanggal 25 Nopember 2009. Jadi saya berniat menghadiri kopdar ini dan sekalian mentraktir rekan-rekan blogger.

Maka pada hari Kamis tersebut saya pulang lebih cepat dari biasanya. Pada pukul 18:10 saya sudah sampai Mal Taman Anggrek. Saya pergi lebih dahulu ke toko roti BreadTalk dan membeli 4 Euro Cheese Cake, 4 Euro Blueberry Cheese Cake dan 4 Tiramisu. Pada saat saya meninggalkan toko saya melihat rombongan Hai-hai. Saya segera memanggil dan bergabung dengan mereka. Hai-hai bersama dengan anaknya, Daniel dan Pak Wawan. Kamipun naik lift barang menuju lantai 4 MTA yaitu Food Court.

Kamipun makan kue yang saya beli dan bercakap-cakap. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun pada saya. Pak Wawan memberikan hadiah buku kepada saya. Pak Wawan menawarkan saya untuk memilih satu dari 3 buku. Maka sayapun memilih buku “Melewati Lembah Airmata” hasil karya Mundhi Sabda Hardiningtyas.

Sayapun asik berbincang-bincang dengan Hai-hai. Tanpa disangka-sangka datang seorang blogger yang dahulu pernah mengajak debat muka dengan muka dengan Hai-hai. Waktu itu karena Hai-hai enggan bertemu muka dengan dia maka saya yang menerima ajakan dia bertemu.Pada pertemuan sebelumnya Hai-hai datang juga dan mereka berdebat seru. Debat terdahulu tersebut berakhir tanpa ada kata sepakat antar keduanya.Rupanya blogger ini merasa terusik oleh tulisan-tulisan Hai-hai yang terakhir karena itu dia ingin kembali berdebat muka dengan muka dengan Hai-hai. Karena blogger ini malu-malu kucing dan tidak ingin nama aslinya diketahui oleh orang yang tidak berjumpa muka dengan dia maka untuk selanjutnya saya sebut dia dengan alias Si Kucing.

Sebenarnya saya datang ke kopdar cuma ingin berbincang-bincang santai dengan rekan-rekan blogger. Apalagi boleh dibilang ini perayaan ulang tahun saya. Soalnya di kantor saja saya tidak merayakan hari ulang tahun saya walaupun banyak yang mengucapkan selamat. Tapi apa boleh buat Si Kucing harus dilayani. Terlihat sekali Si Kucing ini cuma menang ngotot saja dan beberapa kali dia membuat pernyataan yang bikin saya ketawa saking lucunya. Eh Si Kucing tersinggung rupanya. Dia berani ngomong, “Ngapain kamu ketawa?” dengan nada sengit dan menantang. Langsung saya tanggapi dengan perkataan, “Memangnya kamu siapa? Berani melarang saya ketawa.” Sambil saya terus tertawa dan dia diam saja dan akhirnya meneruskan debat dengan Hai-hai. Karena agak sebal sayapun minta diri untuk membeli makanan. Saya pun membeli Nasi Jamblang dan lauknya.

Setelah saya kembali Hai-hai tidak terlihat dan rekan blogger Nobitea datang. Nobitea datang menghampiri saya dan bertanya siapa Si Kucing. “Kenapa?”, tanya saya. “Habis mukanya seram dan tidak bersahabat”, kata Nobitea. Ha ha ha. Saya pun kembali tertawa. Lalu sayapun duduk dan makan. Tidak berapa lama Hai-hai datang dan membawa Soto Betawi yang terlihat nikmat dan penuh dengan jeroan. Sayapun teringat bahwa beberapa kopdar sebelumnya di MTA Hai-hai makan Soto Betawi juga. Lalu sayapun bertanya, “Hai kamu suka makan soto dengan jeroan ya?”. Hai-hai menjelaskan ternyata dia jarang makan soto dengan jeroan. Tapi kalau dia makan di Food Court MTA maka biasanya dia memang makan Soto Betawi dengan jeroan karena menurutnya makanan tersebut yang paling enak dibandinkan makanan yang dijajakan oleh kedai makanan lainnya. Rupanya Hai-hai sudah mencoba hampir semua kedai makanan di Food Court MTA. He he he.

Setelah selesai makan ternyata Si Kucing masih tetap penasaran dan akhirnya debat dia dengan Hai-hai dilanjutkan. Beberapa waktu kemudian saya mendapat kejutan menyenangkan. Iis istri Hai-hai ternyata membuat kue ulang tahun buat saya. Kami akhirnya melakukan ritual ulang tahun yaitu bernyanyi, tiup lilin dan makan kue. Kue buatan Iis levelnya sudah bukan level amatir. Menurut saya level kue ini sudah level kue profesional. Ternyata dugaan saya benar. Iis istri Hai-hai sering menjual kue buatannya. Pada saat ritual ulang tahun Si Kucing minta foto dan video dia tidak disebar luaskan. Pak Wawan dan Daniel meyakinkan dia bahwa mereka tidak akan posting foto dan video dia. Wah benar-benar sikap yang malu-malu kucing. He he he.

Habis kami makan kue Si Kucing masih tetap penasaran dan masih terus mengajak debat Hai-hai. Pada saat jam menunjukkan 9:30-an saya sebenarnya sudah ingin pulang tapi karena melihat Si Kucing dan Hai-hai masih seru maka akhirnya saya diam saja. Akhirnya kami pulang sekitar jam 10:30-an. Fiuh. Ini benar-benar kopdar yang menyenangkan tapi juga menyebalkan.

Dalam kopdar ini ada 2 blogger yang pulang bawa kue. Saya pulang bawa kue ulang tahun buatan Iis. Terima kasih Iis dan Hai-hai. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan kalian. Kue ulang tahun ini saya bagi dengan keponakan saya di rumah dan jadi pelengkap sarapan pagi saya keesokan harinya. Nobitea membawa pulang 2 potong terakhir kue yang saya beli.

Yesus adalah keturunan Daud

Wahyu 22:16
(16)  “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian
tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat.
Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”

Yesus mengakui dirinya sebagai keturunan Daud. Entah mengapa saya teringat akan ayat ini ketika membaca kisah hidup Sandi Patty. Pengakuan Yesus bahwa Dia adalah keturunan Daud bagi saya adalah suatu pernyataan yang sungguh luar biasa. Kenapa? Karena Daud adalah salah satu orang percaya yang mengalami kejatuhan dalam dosa yang paling dalam di Perjanjian Lama. Daud bukan hanya berzinah dengan istri orang lain tapi juga membunuh suami dari perempuan tersebut. Sebagai hukuman dosa yang sangat berat ini Tuhan mematikan anak yang lahir dari perzinahan tersebut. 2 Samuel 11:1-12:25.

Kalau kita membandingkan dosa Daud dengan dosa Saul maka kita bisa menjadi bingung. Kenapa? Kalau kita mempelajari kisah hidup Saul maka kita akan mendapati empat dosa Saul:

  1. Mempersembahkan korban bakaran sebelum nabi Samuel datang. 1 Samuel 10:8. 1 Samuel 13:8-14.
  2. Tidak membunuh semua bangsa Amalek. 1 Samuel 15:1-11.
  3. Berusaha membunuh Daud. Dosa ini berulang-ulang kali dilakukan Saul. 1 Samuel 19:9-11.
  4. Mencoba memanggil arwah Samuel. 1 Samuel 28:8-12.

Sebagai akibat dari dosa yang ke 1 dan 2 maka Tuhan menghukum Saul dengan mengalihkan kedudukan raja dari Saul ke Daud. Kalau kita hanya mengikuti cara pikir manusiawi maka kita akan merasa Tuhan bertindak tidak adil. Masakan cuma karena mempersembahkan korban sebelum seorang nabi datang dan tidak membunuh semua bangsa Amalek Saul kehilangan kedudukan seorang raja?

Apa yang dianggap adil oleh manusia sering kali berbeda dengan apa yang dianggap adil oleh Tuhan. Kenapa hukuman makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat adalah kematian? Masak makan buah saja dimatikan? Coba pikirkan kalau misalkan anda memiliki anak kecil dan anda melarang dia makan buah pohon di taman anda sendiri. Apakah anda akan membunuh anak tersebut kalau dia makan buah yang anda larang? Dari hal ini kita bisa melihat bahwa tuntutan Allah adalah ketaatan yang sempurna kepadaNya. Penyimpangan dari perintah Allah akan membawa konsekuensi yang tak terbayangkan. Lalu apakah kita harus hidup dalam ketakutan akan hukuman Allah terus menerus? Tidak. Menurut saya sikap yang benar adalah menyadari dan menerima konsekuensi dari setiap ketidak taatan kita akan tetapi tetap berharap pada pengampunanNya.

Sikap inilah yang diambil Sandi Patty. Sandi Patty adalah salah seorang penyanyi rohani wanita paling terkenal didunia. Akan tetapi dia melakukan kesalahan fatal. Sandi menyeleweng dengan pria lain lalu bercerai. Sampai saat ini Sandi Patty masih mengalami penolakan banyak gereja sekalipun dia telah bertobat dan meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan. Tapi Sandi memaklumi sikap dari semua pihak yang menolaknya. Dia mengatakan semua penolakan itu adalah akibat kesalahannya sendiri. Kalau Daud adalah seorang penyanyi rohani pria yang sukses pada masa kini besar kemungkinan dia akan mengalami nasib yang sama.

Sesudah Daud mengetahui anaknya sakit dia berpuasa mohon anugrah dan pengampunan Allah. Tapi ketika menyadari anaknya mati dia malah berhenti berpuasa. Daud berhenti berpuasa karena dia tahu Tuhan tidak mengabulkan permohonannya dan tetap menghukum dia. Daud memohon anugrah dan pengampunan Allah tapi dia juga menerima dengan ikhlas semua konsekuensi perbuatannya. Dia menerima bahwa dosa yang diperbuatnya memiliki konsekuensi. Menurut saya sikap inilah sikap yang benar. Menyadari konsekuensi dosa, memohon pengampunan dan menerima dengan ikhlas semua konsekuensi dari dosa kita. Inilah perbedaan utama sikap Daud dan Adam. Adam sesudah menyadari akan kesalahannya bukannya memohon pengampunan Tuhan malah menyalahkan Hawa. Mungkin karena ini Yesus menyebut dirinya keturunan Daud dan bukan keturunan Adam.