Sarah 5012 10

Sarah 5012 10

Beberapa hari kemudian para wartawan berdatangan ke Museum Misteri Jesa. Mereka semua ingin wawancara degan Sarah Cain. Sarah menolak wawancara pribadi tapi dia bersedia melakukan konferensi pers beberapa hari kemudian dengan syarat-syarat tertentu:

1. Sarah berhak mengusir wartawan manapun yang dia inginkan.
2. Sarah berhak mengajukan pertanyaan balik kepada wartawan.

Pada hari yang ditentukan para wartawan berkumpul di ruang rapat Museum.

Wartawan 1: Apa benar kau Sarah Cain?
Sarah: Membosankan. Usir dia.
Wartawan 2: Apa benar kau kenal Thomas Babel?
Sarah: Membosankan. Usir dia.

Puluhan wartawan diusir Sarah dengan alasan yang sama: membosankan. Wartawan terakhir berpikir keras dan akhirnya berhasil mengajukan pertanyaan yang mau dijawab Sarah.

Wartawan terakhir: Kenapa kau melarang Alkitab diterjemahkan?
Sarah: Untuk mengurangi perdebatan yang tidak perlu. Alkitab tidak bisa dipahami hanya oleh satu individu. Dibutuhkan suatu komunitas pelajar yang berdebat dan berdiskusi untuk memahami Alkitab. Perdebatan yang tidak perlu bisa dikurangi jika seseorang memahami Alkitab dalam bahasa aslinya. Kalau sudah terbentuk komunitas pelajar Alkitab dalam jumlah yang cukup aku mungkin akan mencabut larangan ku. Siapa namamu?
Wartawan terakhir: Theofilus.
Sarah: Kalau kau mau kau boleh minta wawancara pribadi denganku. Konferensi pers ini aku tutup.

Beberapa hari sesudah konferensi pers Sarah pindah dari Museum Misteri Jesa ke rumah yang dia beli. Rumah itu tidak terlalu jauh dari Museum. Hampir setiap hari di waktu sore Abraham datang ke rumah Sarah untuk ngobrol dan makan malam bersama.

Theofilus juga sering datang ke rumah Sarah untuk melakukan wawancara pribadi. Sarah menceritakan pengalaman pribadinya bersama Thomas Babel.

Bersambung …

Rumah Bapa

Rumah Bapa

Yesus sebagai Anak Allah menyatakan dengan tegas bahwa kepergiannya dari dunia ini ialah untuk menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa Nya.

Yohanes 14:1-4
(1) “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
(2) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
(3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
(4) Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

Semua orang yang meninggal dalam Yesus maka orang tersebut akan berkumpul bersama dengan Yesus.

1 Tesalonika 4:13-14
(13) Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
(14) Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Yesus saat ini duduk di sebelah kanan Allah.

Kolose 3:1
(1) Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Karena semua orang yang meninggal dalam Yesus berkumpul bersama dengan Dia maka itu berarti orang tersebut juga berkumpul bersama dengan Allah. Inilah ajaran yang sesuai dengan Alkitab. Karena itu berita duka cita yang memuat istilah telah berpulang ke rumah Bapa adalah istilah yang Alkitabiah.

Allah adalah Bapa segala roh. Roh artinya nafas. Nafas adalah kehidupan.

Ibrani 12:9
(9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

Pada saat kematian debu kembali menjadi debu dan roh kembali kepada Allah Bapa.

Kejadian 3:19
(19) dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Ayub 34:14-15
(14) Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya,
(15) maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.

Pengkhotbah 12:7
(7) dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Sarah 5012 9

Sarah 5012 9

Abraham: Inteligensia Buatan Hagar aku sebagai anggota dewan planet Jesa mengotorisasi Gadis Angkasa menjadi penduduk planet Jesa dengan nama Sarah Cain.

IB Hagar: Otorisasi diterima. Status hukum dirubah dari artifak museum menjadi penduduk planet.

Sarah: Artifak museum. Ha ha ha. Perkataan Thomas Babel jadi kenyataan. Dia sering sekali bertengkar dengan aku dan berkata, “Sarah pikiranmu terlalu kuno di masa depan kau akan masuk museum.”

Abraham: Aneh. Kenapa dia berkata begitu?

Sarah: Mungkin karena beberapa prinsip dan nilaiku berasal dari ajaran Alkitab.

Abraham: Aku jadi ingin membaca buku itu.

Sarah: Itu sebabnya aku minta komputer pribadi.

Setelah mendapatkan komputer pribadi maka Sarah menuliskan Alkitab dalam bahasa asli Alkitab yaitu Ibrani dan Yunani. Karena di jaman itu tidak ada lagi yang menguasai bahasa-bahasa tersebut maka Sarah juga menulis panduan menguasai bahasa Ibrani dan Yunani.

Sarah menyatakan status hak cipta Alkitab dan panduan menguasai bahasa Ibrani dan Yunani sebagai milik Sarah Cain. Sarah Cain memperbolehkan Alkitab di distribusi secara bebas dalam format apapun tapi melarang Alkitab diterjemahkan.

Sarah menaruh semua tulisannya di jaringan Athena sehingga bisa diakses semua orang. Alkitab bisa diakses dengan gratis. Panduan menguasai bahasa Ibrani dan Yunani bisa diakses dengan biaya murah.

Bersambung …

Puisi Tahu

Puisi Tahu

Aku tahu.

Aku tahu bahwa aku tahu.

Aku tahu bahwa aku tidak tahu.

Aku tidak tahu.

Aku tidak tahu bahwa aku tahu.

Aku tidak tahu bahwa aku tidak tahu.

Kamu tahu bahwa kamu tahu.

Kamu tahu bahwa kamu tidak tahu.

Kamu tidak tahu bahwa kamu tidak tahu.

Tahu itu enak.

Tidak tahu juga enak.

Hikmat si Kejam

Hikmat si Kejam.

Banyak orang berpikir Hikmat adalah seorang wanita muda yang mengajar dengan sopan santun padahal dia adalah nenek peot yang suka menghina sebelum menegur, menertawakan kemalangan orang dan sangat kejam.

Amsal 1:20-28  Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,
di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.
“Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?
Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.
Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.

Terjemahan Indonesia Baru.

Kalau misalkan anda berada di jalanan dan ada orang berteriak-teriak memperingatkan sesuatu bahaya maka walaupun anda orang yang tidak peduli dan sukar percaya anda pasti akan memperhatikan peringatan itu dan berjaga-jaga. Anehnya peringatan dari Hikmat ditolak dan diabaikan. Kenapa demikian? Itu karena peringatan Hikmat didahului dengan hinaan.

Ada seorang pemuda menaiki gunung. Tiba-tiba di tengah jalan ada seorang nenek tua memperingatkan dia, “Pendaki bau kencur macam lu jangan naik, nanti lu modar”. Pemuda itu tidak peduli. Pemuda itu diam saja tapi dia berpikir, “Lu nenek peot tahu apa sih.” Pemuda itu melanjutkan pendakian.Ternyata gunung itu memang berbahaya. Pemuda itu terjatuh ke jurang tapi untungnya masih sempat berpegangan pada sebuah cabang pohon yang agak rapuh. Selagi dia tergantung mempertahankan nyawa tiba-tiba nenek itu muncul. Orang itu minta tolong, “Nek, tolong aku”. Nenek itu bukannya menolong dia malah tertawa riang lalu berkata “Gua bilang juga apa. Dasar goblok lu”. Pemuda itu putus asa dan berteriak, “Nek, ampuni aku, tolong aku.” Nenek itu berkata, “Biar mampus lu”. Nenek itu berlalu. Cabang pohon itu patah.

Sarah 5012 8

Sarah 5012 8

Abraham: Pada jaman ini seseorang tidak perlu bekerja untuk mendapatkan uang. Juga tidak ada orang yang miskin sehingga dia perlu meminjam.

Sarah: Bagaimana mungkin?

Abraham: Pada jaman dahulu manusia bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai baik itu hasil bumi, barang, jasa ataupun karya intelektual. Nilai ini diukur dengan uang. Yang jadi masalah adalah distribusi uang. Distribusi yang tidak adil menimbulkan ketimpangan. Akhirnya muncul ideologi macam sosialisme, komunisme dan kapitalisme. Ideologi ini memunculkan perang. Perang senantiasa membawa penderitaan bagi umat manusia. Untuk mengatasi hal ini Thomas Babel dengan bantuan Intelegensia Buatan Hagar merancang suatu sistem ekonomi baru: Meritisme.

Sarah: Apa meritisme?

Abraham: Seseorang dipenuhi seluruh kebutuhan dasarnya oleh pemerintah. Yang dianggap kebutuhan dasar adalah makanan, pakaian, tempat tinggal dan pendidikan. Kebutuhan lainnya macam hiburan dan kemewahan hanya bisa dipenuhi kalau orang tersebut melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak.

Sarah: Oh komputer pribadi dianggap sarana pendidikan dan biayanya ditanggung pemerintah.

Abraham: Betul.

Sarah: Lalu pemerintah mendapatkan dana darimana? Kalau semua kebutuhan dasar dipenuhi itu biaya yang sangat besar.

Abraham: Semua sumberdaya alam dikuasai pemerintah. Pekerjaan mengolah sumberdaya alam sebagian besar dilakukan oleh robot dan IB. Mereka tidak perlu upah. Pemerintah senantiasa berlimpah dengan dana. Semua distribusi uang dilakukan oleh IB. Tidak ada lagi korupsi.

Bersambung …

Sarah 5012 7

Sarah 5012 7

Abraham: Sarah pada saat ini tidak ada hukuman mati bagi penjahat.

Sarah: Lalu apa hukuman bagi penjahat yang melakukan pembunuhan?

Abraham: Mereka diterapi lewat pembedahan dan obat. Sifat agresif mereka dihapuskan.

Sarah: Apa tidak ada cara untuk membuktikan identitasku?

Abraham: Tidak ada bukti langsung bahwa kau adalah Sarah Cain. Tapi aku percaya bahwa kau adalah Sarah Cain. Profil psikologimu cocok dengan legenda mengenai Sarah Cain.

Sarah: Abraham aku ingin menulis. Apa kau bisa menyediakan aku komputer pribadi?

Abraham: Tentu. Aku akan otorisasi kau sebagai penduduk planet Jesa. Kau bisa membeli apapun yang kau butuhkan dari Intelegensia Buatan Gaia sebagai pengendali materi dan sumber daya. Kau bisa mengakses jaringan informasi antar planet yang dikelola IB Athena.

Sarah: Membeli? Tapi aku tidak punya uang. Kau harus memberikan aku pinjaman. Aku akan bekerja untuk melunasi pinjaman yang kau berikan.

Abraham: Pinjaman? Bekerja? Oh kau sepertinya salah paham.

Sarah: Salah paham?

Bersambung …